Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pelayanan Antenatal : Faktor yg berhubungan dgn Pemanfaatan Kunjungan Pelayanan ANC

Judul Tesis : Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Kunjungan Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi Tahun 2012

 

A. Latar Belakang

Menurut Depkes RI (2004) kunjungan baru ibu hamil (K1) adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Pencapaian terhadap target indikator standar pelayanan minimal (SPM) yang mengikuti Millenium Development Goal (MDG’s) antara lain, menurut data Riskesdas (2010) cakupan K1 di Indonesia sebesar 92,7% dan cakupan K1 di Jawa Barat sebesar 95,5%. Menurut data profil Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi (2011) cakupan K1 sebesar 96,8%. Seluruh pencapaian K1 tersebut masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 97%.

K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat (atau lebih), untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan (Depkes RI, 2004). Pencapaian terhadap target indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mengikuti Millenium Development Goal (MDG’s) antara lain, menurut data Riskesdas (2010) cakupan K4 di Indonesia sebesar 61,4% dan cakupan K4 di Jawa Barat sebesar 67,2%. Menurut data profil Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi (2011) cakupan K4 sebesar 85,2%. Seluruh pencapaian K4 tersebut masih di bawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 95%. Oleh karena itu peneliti memilih lokasi penelitian di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi.

 

B. Rumusan Masalah

Belum maksimalnya pencapaian target cakupan K1 dan K4 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi, sehingga peneliti melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kunjungan pelayanan antenatal ibu hamil di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi tahun 2012.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Antenatal Care (ANC)

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, yang dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan (Depkes RI, 2004).Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal (Syafrudin, 2009)

Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan (Winkjosastro, 2005). Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Winkjosastro, 2005). Kehamilan dibagi atas tiga triwulan (trimester) :

  • kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu
  • kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu
  • kehamilan triwulan III antara 28-40 minggu (Mochtar, 1998).

 

Perilaku

Perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Skinner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini out teori “S-O-R” atau Stimulus Organisme Respon (Notoatmodjo, 2012).

 

D. Metodologi Penelitian Tesis

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional (potong silang) dimana pengumpulan data baik variabel bebas (variabel independen) maupun variabel terikat (variabel dependen) dilakukan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini akan dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi tahun 2012.

Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 1 November – 13 Desember 2012. Target populasi (population target) penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi tahun 2012.

Pengumpulan data menggunakan data primer yang diambil secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner).

Pengumpulan data yang dilakukan adalah pengumpulan data primer yaitu peneliti mengambil data langsung di lapangan dengan kuesioner.

 

E. Kesimpulan

  1. Pemanfaatan kunjungan pelayanan antenatal dengan baik (>4 kali) yaitu sebanyak 72 responden (72%), lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal <4 kali yaitu sebanyak 28 responden (28%)
  2. Ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan (OR:0,250; 95%CI:0,1-0,627), pendidikan (OR:3,5; 95%CI:1,386-8,835) dan dukungan keluarga (OR:0,147; 95%CI:0,040-0,539) dengan pemanfaatan kunjungan pelayanan antenatal care (ANC)
  3. Faktor predisposisi, ibu yang memanfaatkan kunjungan pelayanan antenatal >4 kali lebih banyak pada ibu yang memiliki pengetahuan baik sebesar 54%, ibu yang berumur 20-35 tahun sebesar 57%, ibu yang memiliki pendidikan tinggi sebesar 56%, ibu hamil yang tidak bekerja sebesar 56%, ibu yang memiliki paritas rendah (<4 orang) sebesar 68%, ibu yang memiliki jarak kehamilan dengan resiko rendah (>2 tahun) sebesar 49%.

 

Contoh Tesis Pelayanan Antenatal

  1. Analisis Beberapa Faktor Yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan di Desa dalam Pelayanan Antenatal (ANC) di Kabupaten Agam, Oktober-Desember 2000
  2. Analisis Kepatuhan Bidan Desa Terhadap Standar Minimal Pelayanan Antenatal 5T di Kabupaten Cianjur Tahun 1998
  3. Analisis Keterampilan Bidan dalam Melakukan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kota Palembang, Tahun 2001
  4. Analisis Keteraturan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Pulau Temiang Kabupaten Tebo Propinsi Jambi Tahun 2002
  5. Analisis Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Dua Wilayah Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2001
  6. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Kunjungan Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi Tahun 2012
  7. Hubungan Pelayanan Antenatal dengan Faktor Risiko Kejadian Pregnancy Induced Hypertension Pada Ibu Bersalin di Indonesia, SDKI Tahun 1997
  8. Hubungan Pelayanan Antenatal dengan Kejadian Kematian Perinatal di Kabupaten Bandung Tahun 20011996-1999
  9. Hubungan Pelayanan Antenatal dengan Kematian Perinatal di Dati II Bogor Tahun 1996-1997
  10. Hubungan Pelayanan Antenatal dengan Kematian Perinatal di Kecamatan Gabus Wetan dan Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Tahun 1991-1992
  11. Hubungan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal dengan Faktor Risiko Kehamilan di Puskesmas Kabupaten Cianjur Tahun 1995
  12. Hubungan Sosiodemografi dan Pengetahuan Ibu Hamil dan Ibu Balita dengan Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Antenatal di Bekasi Tahun 1994
  13. Kajian Tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Derajat Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Kec. Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah
  14. Pemanfaatan Pelayanan Antenatal_ Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, dan Hubungannya dengan Bayi Berat Lahir Rendah
  15. Studi Kepatuhan Bidan dalam Mengikuti Standar Pelayanan Antenatal Care Suatu Analisis Kualitatif Pada Puskesmas Cibarusah dan Sriamur Kabupaten Bekasi Tahun 2003
  16. Tingkat Permintaan Ibu Terhadap Pelayanan Antenatal oleh Bidan di Desa di Kota Administratif Banjar Tahun 1998

 

Incoming search terms: