Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Pengaruh Profitability, Leverage, Market Value & Firm Size terhadap Abnormal Return Saham

Judul: Pengaruh Profitability, Leverage, Market Value dan Firm Size terhadap Abnormal Return Saham

(Studi Empiris Pada Perusahaan LQ45 Tahun 2004 -2006)

 A. Latar Belakang

Penelitian ini melakukan pengujian kembali terhadap penelitian yang dilakukan Sumilir (2003) yang membuktikan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap abnormal return. Sedangkan dalam penelitian Novaliyanti (2007) hanya Return On Asset (ROA) yang berpengaruh signifikan terhadap abnormal return. Manao & Nur juga meneliti bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh dalam kemampuan analisis laporan keuangan dalam hubungannya dengan abnormal return. Namun dalam penelitian Winarni menunjukkan Earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), dan firm size tidak berpengaruh signifikan baik parsial maupun simultan terhadap abnormal return. Oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji adanya hasil yang tidak konsisten tersebut.

Dari latar belakang diatas maka penelitian ini mengambil judul ” Pengaruh Profitability, Leverage, Market Value, dan Firm Size terhadap Abnormal Return (Studi Empiris Pada Perusahaan Index LQ45 Tahun 2004 -2006)”.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah profitabilitas, leverage, nilai pasar dan firm size mempunyai pengaruh secara parsial maupun simultan terhadap abnormal return saham pada perusahaan indeks LQ45 di BEI periode 2004 -2006 ?
  2. Faktor manakah yang paling dominan mempengaruhi abnormal return ?
  3. Apakah ada perbedaan antara rata- rata abnormal return antara perusahaan yang publikasi laporan keuangannya cepat dan lambat?
  4. Apakah ada perbedaan antara rata- rata profitabilitas, leverage, nilai pasar, firm size antara perusahaan yang publikasi laporan keuangannya cepat dan lambat ?

 

C. Landasan Teori

Efisiensi Pasar Modal

Efisiensi pasar modal dibedakan ke dalam 3 bentuk, (Husnan, 1996 : 251) yaitu efisiensi bentuk lemah, efisiensi bentuk setengah kuat dan efisiensi bentuk kuat.

 

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

1. Harapan investor terhadap tingkat keuntungan dividen untuk masa yang akan datang.

Jika pendapatan atau dividen suatu saham stabil maka harga saham cenderung stabil. Sebaliknya jika pendapatan atau dividen suatu saham berfluktuasi maka harga saham cenderung akan berfluktuasi.

2. Tingkat pendapatan perusahaan.

Tingkat pendapatan perusahaan yang tercermin dari EPS (Earning per share) berhubungan erat dengan peningkatan harga saham. Apabila fluktuasi EPS makin tinggi maka semakin tinggi juga perubahan harga sahamnya.

3. Kondisi perekonomian.

Kondisi perekonomian saat ini dan sekarang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi perekonomian masa lalu. Apabila kondisi perekonomian stabil dan mantap maka investor optimis terhadap kondisi perekonomian yang akan datang sehingga harga saham cenderung stabil.

Di samping dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut di atas, harga saham juga dipengaruhi oleh psikologis pembeli, tindakan irasional yaitu ikut-ikutan membeli saham, kondisi perusahaan, tingkat suku bunga, harga komoditas, kondisi perekonomian, faktor investasi, inflasi, permintaan dan penawaran dan sebagainya.

 

Indeks LQ-45

Indeks LQ-45 pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 February 1997. Hari dasar untuk penghitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Untuk seleksi awal digunakan data pasar dari Juli 1993 – Juni 1994, hingga terpilih 45 emiten yang meliputi 72% dari total kapitalisasi pasar dan 72,5% dari total nilai transaksi di pasar reguler. Indeks LQ-45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih yang memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi yang terus direview setiap 6 bulan.

Untuk dapat masuk dalam pemilihan, suatu saham harus memenuhi kriteriakriteria berikut ini (www.idx.co.id), yaitu:

  1. Masuk dalam ranking 60 besar dari total transaksi saham di pasar regular (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
  2. Ranking berdasar kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).
  3. Telah tercatat di BEI minimum 3 bulan.
  4. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi pasar reguler.

 

Pengertian Abnormal Return

Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspetasi.

 

D. Metode Penelitian

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan populasi perusahaan yang termasuk index LQ45 tahun 2004-2006.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel atas dasar kriteria yang sesuai dengan penelitian, dan diperoleh 48 perusahaan.

Untuk menguji hipotesis ini digunakan analisis regresi berganda dan analisis beda dua ratarata.

Analisis regresi berganda menggunakan uji t, uji F dan R 2 . Sedangkan analisis beda dua rata –rata menggunakan uji independent sampel t test.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengujian secara parsial menunjukkan hasil bahwa rasio nilai pasar ( market value ratio ) yang diproksikan dengan variabel perubahan Price Earning Ratio (DPER) berpengaruh signifikan terhadap abnormal return yang ditandai dengan nilai probabilitas signifikansi uji t sebesar 0,012 ( lebih kecil dari a 5 % ) Sedangkan variabel lain seperti DROE, DDER, DEPS , dan ukuran perusahaan (firm size) tidak berpengaruh signifikan terhadap abnormal return pada a 5%.
  2. Pengujian secara simultan menunjukkan hasil bahwa variabel independen (DROE, DDER, DEPS, DPER, dan Firm Size) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (abnormal return) yang ditandai probabilitas signifikansi uji F sebesar 0,039 ( lebih kecil dari a 5%.).
  3. Dari 5 variabel independen ( DROE, DDER, DEPS, DPER, dan Firm Size ), faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap abnormal return adalah DPER dengan probabilitas signifikansi uji t sebesar 0,012 ( lebih kecil dari a 5%).
  4. Besarnya pengaruh variabel independen ( DROE, DDER, DEPS, DPER, dan Firm Size ) terhadap variabel dependen (abnormal return) yang ditunjukkan oleh nilai Adj R 2 = 0,145 yaitu persentase pengaruh DROE, DDER, DEPS, DPER, dan Firm Size terhadap abnormal return perusahaan Indeks LQ45 adalah sebesar 14,5%. Variabel lain diluar rasio tersebut yang menjelaskan abnormal return di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 85,5 %.
  5. Dalam analisis beda dua rata – rata diperoleh hasil seperti berikut :
    1. Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara rata – rata abnormal return pada perusahaan yang publikasi laporan keuangan tahunannya baik cepat maupun lambat. Hal ini ditunjukkan nilai probabilitas lebih besar dari a 5 %, dengan demikian Ho diterima, Ha ditolak.
    2. Nilai probabilitas signifikansi t untuk uji beda dua rata – rata perubahan profitabilitas yang diproksikan DROE, leverage yang diproksikan DDER, rasio nilai pasar yang diproksikan dengan DEPS dan DPER serta ukuran perusahaan (firm size) adalah D ROE sebesar 0,277 ( lebih besar dari a 5%.), DDER sebesar 0,245 ( lebih besar dari a 5%.), DEPS sebesar 0,102 (lebih besar dari a %.), DPER sebesar 0,004 ( lebih kecil dari a 5%.), dan firm size ( LN_TA) sebesar 0,126 ( lebih besar dari a 5%.). Nilai – nilai tersebut menunjukkan bahwa :
      • Terdapat perbedaan signifikan dalam rata – rata perubahan PER antara perusahaan yang publikasi laporan keuangannya cepat dan lambat. Dengan kecenderungan perusahaan yang publikasi laporan keuangannya cepat memiliki rata-rata perubahan PER yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang lambat.
      • Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam rata – rata perubahan DROE, DDER, DEPS, dan ukuran perusahaan ( Firm Size ) antara perusahaan yang publikasi laporan keuangannya cepat dan lambat.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Pelayanan pada Grapari Telkomsel Solo
  2. Pengaruh Komitmen Organisasi pada Kinerja Karyawan dengan Etika Kerja Islami sebagai Variabel Moderator (Studi pada Karyawan CV. Arafah Group, Sukoharjo)
  3. Analisis Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pada Pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo)
  4. Pengaruh Implementasi Kebijakan SDM pada Komitmen Afektif terhadap Perubahan dan Perceived Implementation Success (Studi pada Karyawan PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk.)
  5. Pengaruh Profitability, Leverage, Market Value dan Firm Size terhadap Abnormal Return Saham (Studi Empiris pada Perusahaan LQ45 Tahun 2004 -2006)