Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Xantin Oksidase dan Katalase pd Jaringan Hati dan Ginjal Tikus

Judul Tesis : Aktivitas Xantin Oksidase dan Katalase pada Jaringan Hati dan Ginjal Tikus yang diinduksi Cocl2

 

A. Latar Belakang

Dalam kondisi normal, untuk bertahan hidup sel secara terus menerus mempertahankan rasio ATP/ADP pada tingkat yang tinggi. Ketergantungan terhadap rasio ATP/ADP berarti ketergantungan pada oksigen. Oleh karena itu, berkurangnya suplai oksigen dari kondisi normal akan memiliki konsekuensi terhadap viabilitas sel.1 Penurunan suplai oksigen ke tingkat yang tidak memadai untuk mempertahankan fungsi selular didefinisikan sebagai hipoksia.

Penurunan tekanan oksigen yang terjadi pada jaringan memberi pengaruh terhadap ekspresi gen xantin oksidoreduktase (xanthine oxidoreductase, XOR). Kondisi hipoksia diketahui dapat meningkatkan ROS dan menstabilkan protein Hypoxia Inducible factor-1α (HIF-1α) yang pada keadaan normal (normoksia) di hidroksilasi oleh prolil hidroksilase domain (PHD) dan didegradasi proteosom. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa kobalt(II) klorida (CoCl2) merupakan Hypoxic mimicry agent yang dapat mempertahankan stabilitas HIF-1α sitosol dalam kondisi normoksia. HIF-1α merupakan faktor transkripsi yang mengendalikan ekspresi beberapa gen yang berperan untuk respon adaptasi terhadap kondisi hipoksia. Hasil penelitian pada sel glioma manusia U251 MG dan D54-MG yang diinduksi CoCl2 menunjukkan adanya kenaikan aktivitas XO, tanpa perubahan pada jumlah proteinnya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah induksi CoCl2 menyebabkan perubahan aktivitas XO pada jaringan hati dan jaringan ginjal tikus (Rattus sp Strain Sprague-Dawley )
  2. Apakah terdapat perbedaan aktivitas XO pada jaringan hati dengan jaringan ginjal tikus (Rattus sp Strain Sprague-Dawley) yang diinduksi CoCl2
  3. Apakah induksi CoCl2 menyebabkan perubahan aktivitas katalase pada jaringan hati dan jaringan ginjal tikus (Rattus sp Strain Sprague-Dawley)
  4. Apakah terdapat hubungan antara aktivitas XO dengan aktivitas katalase pada jaringan hati dan jaringan ginjal tikus (Rattus sp Strain Sprague- Dawley) yang diinduksi CoCl2.

 

C. Tinjauan Pustaka

Xantin oksidase

Xantin oksidoreduktase (xanthine oxidoreductase, XOR) pertama kali diidentifikasi sekitar 100 tahun yang lalu. XOR merupakan anggota famili molibdenum hidroksilase flavoprotein yang terdiri dari xantin oksidase (XO, EC 1.1.3. 22) dan xantin dehidrogenase (XDH, EC 1.1.1.204) yang berperan dalam katabolisme purin.

Katalase

H2O2 merupakan bahan ROS yang banyak dihasilkan dalam biosfer , baik berasal dari lingkungan maupun hasil samping metabolisme aerobik. H2O2 sendiri bukan merupakan radikal bebas tetapi memiliki peran yang penting karena kemampuannya menembus membran biologi serta dapat menghasilkan •OH melalui oksidasi logam transisi. Katalase (E.C. 1.11.1.6) merupakan salah satu antioksidan enzimatik yang dimiliki organisme yang dapat menetralkan H2O2

 

Ginjal

Ginjal memiliki peran yang dominan dalam mengatur komposisi dan volume cairan ekstraseluler (ECF). Organ ini memelihara stabilitas lingkungan internal tubuh dengan mengeluarkan urin yang mengandung berbagai substansi dengan jumlah yang sesuai. Tingginya aliran darah yang menuju ginjal memungkinkan organ ini menyaring plasma darah pada kecepatan yang tinggi.

Hati

Hati merupakan organ internal terbesar dalam tubuh, pada manusia beratnya sekitar 2,5% dari berat individu dewasa. Hati juga merupakan organ penting bagi aktivitas fisiologi organ dan sistem organ lainnya, organ ini berinteraksi dengan sistem kardiovaskuler, sistem kekebalan tubuh, mensekresikan substansi yang diperlukan dalam sistem pencernaan, hati juga menyimpan, mendegradasi dan mendetoksifikasi berbagai substrat.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen in vivo menggunakan jaringan hati dan ginjal hewan coba tikus (Rattus sp Strain Sprague- Dawley) jantan yang mengalami hipoksia mimikri akibat induksi Kobalt (II) Klorida selama 2, 8 dan 24 jam.

Penelitian dilakukan terhadap 3 kelompok perlakuan hipoksia mimikri dan 1 kelompok kontrol. Kelompok hipoksia mimikri, yang diinduksi kobalt (II) klorida dengan dosis 30 mg/kgBB/tikus, dibagi berdasarkan lamanya kondisi hipoksia mimikri, yaitu 2, 8 dan 24 jam.

Data yang di dapat merupakan hasil pengukuran aktivitas enzim XO, katalase dan kadar protein dari jaringan hati dan ginjal tikus ( Rattus sp Strain Sprague- Dawley ). Analisis statistik data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 17. Normalitas data diuji dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengujian variansi data dengan Levene’s test, pengujian hipotesis komparatif dengan Anova pada p<0.05 dan pengujian korelasi dengan Pearson pada p<0.05.

 

E. Kesimpulan

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas spesifik XO antara jaringan hati dan ginjal tikus yang diinduksi CoCl2. Terjadi peningkatan aktivitas XO pada jaringan hati tikus, yang signifikan pada hipoksia mimikri 24 jam. Pada jaringan ginjal tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol.

Penurunan aktivitas katalase yang signifikan terjadi pada jaringan hati tikus dengan hipoksia mimikri 24 jam, sedangkan pada jaringan ginjal penurunan yang terjadi sangat sedikit sekali dan tidak signifikan secara statistik. Tidak terdapat korelasi antara aktivitas spesifik XO dan katalase baik pada jaringan hati maupun ginjal tikus yang diinduksi CoCl2.

 

Contoh Tesis Kesehatan

  1. Aktivitas Xantin Oksidase dan Katalase pada Jaringan Hati dan Ginjal Tikus yang diinduksi Cocl2
  2. Akurasi Pemeriksaan Sitologi dan Histopologi pada Pasien Kanker Paru di Beberapa Rumah Sakit Jakarta Tahun 2000-2005
  3. Akurasi Tripel Diagnostik pada Pasien dengan Nodul Tiroid di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  4. Akurasi Ultrasonografi Doppler Berwarna untuk Membedakan Kelenjar Getah Bening Aksila Pada Level I dengan dan Tanpa Anak Sebar pada Karsinoma Payudara