Tipe STAD dan Quantum Learning Mind Mapping Terhadap Prestasi Belajar Matematika

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Quantum Learning Mind Mapping Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kesiapan Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2009/2010

 

A. Latar Belakang Skripsi

Sampai sejauh ini pencapaian hasil belajar matematika di sekolah secara umum dapat dinyatakan masih belum sesuai dengan harapan. Hal ini dapat dilihat dari masih sulitnya siswa untuk mencapai hasil tertinggi dalam pencapaian belajar matematika. Ini terbukti dari nilai matematika pada ujian nasional pada semua tingkat dan jenjang pendidikan selalu terpaku pada angka yang rendah . Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2009 untuk Kabupaten Magetan nilai matematika program IPA yang nilainya 10,00-9,00 adalah 17,72%, 8,00-8,99=20,20%, 7,00- 7,99=23,43%, 6,00-6,99=10,86%, 5,50-5,99=18,86%, 4,25-5,49=5,51%, 3,00-4,24=2,28% dan 2,00-2,99=1,14%. Hal ini masih tergolong rendah jika ketuntasan minimal ideal adalah 75. Untuk itu perlu bagi guru untuk terus mencari dan menerapkan metode baru untuk memudahkan siswa dalam proses pembelajaran dan memotivasi siswa agar selalu mempunyai kesiapan sebelum belajar matematika sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih baik. Terutama sub pokok bahasan fungsi komposisi untuk mencari fungsi penyusunnya, yang hasilnya lebih rendah dari sub pokok bahasan-sub pokok bahasan yang lain.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah prestasi belajar matematika pada pembelajaran metode STAD lebih baik daripada metode pembelajaran Mind Mapping?
  2. Apakah siswa yang mempunyai kesiapan tinggi akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kesiapan sedang dan rendah serta siswa yang mempunyai kesiapan sedang akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dari siswa yang mempunyai kesiapan rendah?
  3. Apakah terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Mind Mapping serta kesiapan siswa terhadap prestasi belajar ?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan metode STAD lebih baik dari pada pembelajaran metode Mind Mapping.
  2. Untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kesiapan tinggi lebih baik dari pada siswa yang mempunyai kesiapan sedang dan rendah serta apakah siswa yang mempunyai kesiapan sedang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai kesiapan rendah.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar matematika yang dilakukan dengan pembelajaran kooperatif type STAD lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran metode Mind Mapping.

2. Siswa yang mempunyai kesiapan belajar tinggi lebih baik dari pada kesiapan belajar sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai kesiapan belajar sedang berbeda secara signifikan dengan siswa yang mempunyai kesiapan belajar rendah. Dengan kata lain siswa yang mempunyai kesiapan belajar sedang lebih baik dari pada kesiapan belajar rendah.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi diatas, maka saran yang diberikan peneliti adalah sebagai berikut :

1. Kepada siswa

Pada saat diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa diharapkan memperhatikan penjelasan atau jawaban yang disampaikan oleh siswa lain, baik dalam diskusi kelompok maupun saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

2. Kepada Guru Mata Pelajaran Matematika

Guru hendaknya lebih banyak melibatkan peran siswa secara aktif dalam melaksanakan kegiatan belajar matematika, dimana siswa mengkontruksi pengetahuan mereka sendiri sehingga pelajaran lebih bermakna. Cara yang dilakukan antara lain, memilih metode pembelajaran yang lebih menekankan pada keterlibatan siswa secara optimal misalnya metode pembelajaran kooperatif tipe STAD.