Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Waktu Tunggu : Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Unit Rawat Jalan

Judul Tesis : Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Mh. Thamrin, Jakarta, Tahun 2013

 

A. Latar Belakang

Melihat lokasi dari RS MH. Thamrin, Jakarta berada di satu wilayah dengan beberapa rumah sakit besar antara lain Rumah Sakit St. Carolus, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Ridwan Maureksa, Rumah Sakit PGI Cikini, Rumah Sakit Kramat 128, Rumah Sakit Evasari dan Rumah Sakit Siloam Salemba yang saat ini dalam pembangunan. Maka sudah menjadi kewajiban yang bagi rumah sakit ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka dengan sesegera mungkin. Dengan tujuan mengelola konsumen atau pelanggan mereka agar tidak berpindah ke rumah sakit lain. Sesuai dengan amanah pemerintah melalui Undang – Undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit yang mewajibkan rumah sakit untuk melaksanakan dan menjaga standar mutu layanannya.

Berdasarkan visi rumah sakit yang berupaya menciptakan rumah sakit yang berstandar internasional dan mengedepankan kepentingan pelanggan. Kemudian juga isi dari misi rumah sakit yang menyebutkan bahwa membangun manajemen yang tangguh, peka terhadap tuntutan perubahan lingkungan. Serta mengingat bahwa unit rawat jalan termasuk dalam sumber “revenue” utama bagi rumah sakit yang mengelola lebih dari 80% pasien rumah sakit.

Maka penelitian tesis ini sangat penting untuk dilaksanakan karena dapat memberi gambaran konkret tentang kinerja pelayanan rawat jalan yang berorientasi kepada waktu tunggu bagi para pasien poliklinik spesialis. Pada akhirnya diharapkan dapat menjawab permasalah yang ada dengan cara menjawab masalah-masalah penelitian.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Berapakah lama waktu tunggu rata – rata yang diperlukan oleh pasien dari proses pendaftaran hingga dapat mulai berkonsultasi dengan dokter yang tujuan ?
  2. Faktor – faktor apakah yang mempengaruhi perpanjangan waktu pelayanan rawat jalan RS MH. Thamrin, Jakarta ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Waktu Tunggu

Waktu tunggu menurut penelitian terdahulu Barnet dan Saponaro (1985) dapat dinilai dari dua perspektif yaitu secara subyektif maupun obyektif. Karena apabila waktu tunggu dinilai secara subyektif akan berbeda hasilnya dengan perhitungan secara obyektif. Waktu tunggu secara obyektif dinilai lebih dapat dipertanggung jawabkan secara data karena memiliki ukuran baku yang jelas. Berdasarkan penelitian diatas peneliti menggunakan penghitungan waktu tunggu secara obyektif.

 

Standar Pelayanan Minimal

Standar pelayanan minimal adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Juga merupakan spesifikasi teknis tentang tolak ukur pelayanan minimum yang diberikan badan layanan umum kepada masyarakat (Depkes, 2008).

Rumah Sakit

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Penjelasan tentang rumah sakit ini tertuang dalam Undang – Undang no 44 tahun 2009. Dalam penelitian ini fokus penelitian merupakan unit pelayanan rawat jalan yang mana menjadi tolak ukur bagi pasien rumah sakit dalam menilai pelayanan rumah sakit secara umum.

Pelayanan rawat jalan

Unit rawat jalan merupakan salah satu bagian dari rumah sakit yang berkontribusi dalam menyumbang pemasukan bagi rumah sakit (revenue centre). Gerbang masuk pasien yang utama disamping unit instalasi gawat darurat. Pelayanan rawat jalan atau poliklinik adalah unit fungsional dari sebuah rumah sakit yang memberikan layanan pengobatan rawat jalan kepada pasiennya.

 

D. Metode Penelitian

Desain penelitian ini adalah “cross sectional” atau potong lintang. Tujuan dari penelitian adalah pertama untuk melihat waktu tunggu pelayanan rawat jalan khususnya poliklinik spesialis dalam jangka waktu penelitian berlangsung.

Penelitian dilakukan di Unit Pelayanan Rawat Jalan yang terdiri dari unit admisi, unit rekam medis dan unit poliklinik rawat jalan RS MH. Thamrin, Salemba Jakarta Pusat. Waktu penelitian dilaksanakan dalam periode waktu Mei – Juni tahun 2013. Dengan waktu pengamatan lapangan dimulai pada 3 Juni 2013 sampai 15 Juni 2013, selama dua belas hari kerja dengan pengukuran dua shift per hari. Pengamatan dan pencatatan pada shift pagi berlangsung pukul 08.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) hingga pukul 13.00 WIB dan shift sore pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Dalam penelitian ini populasi yang diteliti adalah pasien unit rawat jalan RS MH. Thamrin, Jakarta khususnya pasien dari 26 poliklinik spesialis dalam ruang lingkup penelitian. Dengan menggunakan metode Total Sampling maka seluruh pasien dari poliklinik spesialis yang datang dan mendaftar pada waktu saat penelitian berlangsung merupakan sample penelitian.

Data yang dikumpulkan merupakan berdasarkan data primer dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian rata – rata waktu tunggu pendaftaran poliklinik spesialis adalah 2.3 menit. Menurut Standar Operasional rumah sakit waktu pendaftaran dan penyediaan dokumen rekam medis tidak lebih dari 10 menit bagi pasien lama dan tidak lebih dari 15 menit bagi pasien baru. Sedangkan, berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang waktu penyediaan dokumen rekam medis yang menetapkan kurang atau sama dengan 10 menit. Keseragaman antara SOP dan SPM telah terbentuk dengan baik, namun tidak ada aturan yang secara detail yang mengatur waktu tunggu pendaftaran. Sehingga dengan 2.3 menit untuk waktu tunggu pendaftaran dapat dinilai sudah baik.

2. Rata – rata waktu tunggu poliklinik spesialis terhadap pelayanan rawat jalan untuk seluruh poliklinik spesial menurut hasil penelitian adalah 49.1 menit. Namun secara spesifik terdapat empat poliklinik spesialis dengan waktu tunggu pasien lebih dari ketentuan antara lain poliklinik PD1 (105.3 menit), PD5 (166.4 menit), P2 (64.2 menit), dan PD2 (65.7 menit).

3. Rata – rata waktu tunggu pelayanan rawat jalan poliklinik spesialis adalah 50.9 menit. Secara umum waktu tersebut cukup baik karena kurang dari ketentuan SPM yang berlaku ( ≤60 menit). Hasil penelitian menunjukan terdapat 6 poliklinik spesialis yang memiliki waktu tunggu melebihi ketentuan yang berlaku antara lain, poliklinik PD1 (107.6 menit), poliklinik PD5 (168.7 menit), poliklinik PD2 (68 menit), poliklinik P2 (66 menit), poliklinik PJ (60.6 menit), dan puliklinik THT (62.1 menit).

 

Contoh Tesis Waktu Tunggu

  1. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik dr. Katili Bogor Tahun 2012
  2. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Askes Rawat Jalan di Yanmasum Farmasi RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2011
  3. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Umum di Farmasi Unit Rawat Jalan Selatan Pelayanan Kesehatan Sint Carolus Tahun 2011
  4. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Mh. Thamrin, Jakarta Tahun 2013
  5. Analisis Waktu Tunggu Pemberian Informasi Tagihan Pasien Pulang Rawat Inap Tahun 2012
  6. Model Waktu Tunggu Pada Persimpangan Lampu Lalu Lintas
  7. Pengembangan Standar Sistem Waktu Tunggu Pelayanan Farmasi Pasien Rawat Jalan di Unit Farmasi Rs. Xyz Tahun 2013