Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Waktu Tunggu : Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan

Judul Tesis : Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik dr.Katili Bogor Tahun 2012

 

A. Latar Belakang

Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan menyelenggarakan suatu unit pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu industri jasa yaitu jasa kesehatan. Sebagai suatu industri jasa, maka rumah sakit tentunya juga harus menjalankan fungsi-fungsi bisnis dalam manajerialnya, salah satunya adalah bagaimana menghasilkan suatu produk jasa yang bermutu atau berkualitas.

Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan tingkat sosial-ekonomi masyarakat, maka tuntutan terhadap pelayanan kesehatan juga semakin meningkat. Jumlah sarana pelayanan kesehatan pun terus bertambah dari waktu ke waktu. Peningkatan jumlah sarana pelayanan kesehatan telah memperketat persaingan antara sesama sarana pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta. Semua berlomba-lomba untuk menarik konsumen agar menggunakan jasanya. Menurut Ahmed (2011), persaingan yang terjadi tidak hanya dari sisi teknologi pemeriksaan, akan tetapi persaingan yang lebih berat yaitu persaingan dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas.

 

B. Pertanyaan Penelitian Tesis

  1. Berapa lama rata-rata waktu tunggu pasien mulai dari mendaftar sampai selesai di bagian pendaftaran klinik dr.Katili?
  2. Berapa lama rata-rata waktu tunggu pasien mulai dari selesai mendaftar sampai mulai diperiksa dokter di poliklinik klinik dr.Katili?
  3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lamanya waktu tunggu tersebut?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pelayanan Rawat Jalan

Menurut Ross (1984), rawat jalan (ambulatory care) adalah semua pelayanan yang diberikan kepada pasien yang tidak dirawat. Yang termasuk dalam lingkup pelayanan rawat jalan adalah klinik spesialis bersama, program kesehatan rumah tangga, klinik kesehatan masyarakat, klinik industri, klinik pelayanan satu hari (one day care), pusat rehabilitasi, dan unit rawat jalan rumah sakit.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan dalam hal SDM, sarana prasarana dan peralatan yang dipakai. Sering rumah sakit dikatakan sebagai organisasi yang padat modal, padat sumber daya manusia, padat tehnologi dan ilmu pengetahuan serta padat regulasi. Padat modal karena rumah sakit memerlukan investasi yang tinggi untuk memenuhi persyaratan yang ada. Padat sumberdaya manusia karena didalam rumah sakit pasti terdapat berbagai profesi dan jumlah karyawan yang banyak. Padat tehnologi dan ilmu pengetahuan karena di dalam rumah sakit terdapat peralatan-peralatan canggih dan mahal serta kebutuhan berbagai disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat. Padat regulasi karena banyak regulasi/peraturan-peraturan yang mengikat berkenaan dengan syaratsyarat pelaksanaan pelayanan di rumah sakit. (Harniza, 2012)

Rekam Medis

Rekam medis merupakan keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien, dan pengobatan yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. (Depkes RI, 1997)

Waktu Tunggu

Menurut Propper (2000), pelayanan di poliklinik merupakan suatu sistem, maka untuk mengaksesnya memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui oleh pasien hingga pasien memperoleh pelayanan yang diinginkan. Adanya tahapan dalam proses pelayanan tersebut tentu membutuhkan sejumlah waktu yang harus dikorbankan oleh pasien sehingga pasien mendapat pelayanan, yang lazim disebut sebagai waktu tunggu.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat evaluation research, untuk menggambarkan dan menilai obyek yang akan diteliti. Desain penelitian adalah kualitatif dengan melakukan observasi terhadap waktu tunggu pasien di pendaftaran dan waktu tunggu pasien di poliklinik, kemudian dilakukan wawancara terhadap responden penelitian.

Penelitian dilakukan selama dua belas hari kerja (tanpa hari sabtu dan minggu), yaitu pada hari senin tanggal 18 Juni 2012 sampai dengan hari sabtu tanggal 30 Juni 2012, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung poliklinik klinik dr.Katili. Sampel penelitian adalah seluruh pengunjung yang berobat ke poliklinik klinik dr.Katili (pasien lama maupun pasien baru) pada setiap hari selama penelitian berlangsung, yaitu selama dua belas hari kerja. Pengambilan sampel dilakukan mulai dari pasien pertama yang datang ke bagian pendaftaran hingga pasien terakhir yang selesai mendapatkan pelayanan dokter.

Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara.

 

E. Kesimpulan

1. Rata-rata waktu tunggu pendaftaran klinik dr.Katili adalah adalah 2 menit. Sedangkan waktu tunggu pasien di pendaftaran yang lebih dari 10 menit dengan persentase sebesar 2% dari seluruh pasien yang mendaftar ke poliklinik selama waktu penelitian. Menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No.129/ Menkes/ SK/ II/ 2008 waktu penyediaan dokumen rekam medik yang ditetapkan kurang dari atau sama dengan 10 menit. Sedangkan Manajemen Rumah Sakit menetapkan waktu pelayanan pada bagian tempat penerimaan pasien (loket pendaftaran) dengan waktu kurang dari sama dengan 2 (dua) menit. Berdasarkan data tersebut, waktu tunggu pasien di bagian pendaftaran klinik dr.Katili selama 2 menit sudah baik.

2. Rata-rata waktu tunggu poliklinik klinik dr.Katili adalah 63 menit, dengan pasien yang memiliki waktu tunggu lebih dari 60 menit sebesar 18% dari total kunjungan. Hal tersebut merupakan penyimpangan dari Kep.Men.Kes RI No.129/ Menkes/ SK/ II/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal RS, mengenai standar waktu tunggu pasien pada instalasi rawat jalan adalah kurang dari atau sama dengan 60 menit. Besarnya persentase waktu tunggu poliklinik Klinik dr.Katili yang melebihi waktu yang ditetapkan SPM, perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan di klinik dr.Katili.

3.Lama waktu tunggu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang saling terkait satu dengan lainnya. Interfensi harus dilakukan segera mungkin untuk mengurangi waktu tunggu poliklinik yang lama.

 

Contoh Tesis Waktu Tunggu

  1. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik dr. Katili Bogor Tahun 2012
  2. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Askes Rawat Jalan di Yanmasum Farmasi RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2011
  3. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Umum di Farmasi Unit Rawat Jalan Selatan Pelayanan Kesehatan Sint Carolus Tahun 2011
  4. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Mh. Thamrin, Jakarta Tahun 2013
  5. Analisis Waktu Tunggu Pemberian Informasi Tagihan Pasien Pulang Rawat Inap Tahun 2012
  6. Model Waktu Tunggu Pada Persimpangan Lampu Lalu Lintas
  7. Pengembangan Standar Sistem Waktu Tunggu Pelayanan Farmasi Pasien Rawat Jalan di Unit Farmasi Rs. Xyz Tahun 2013