Tesis Training : Intervensi Mediator Skill Training utk Meningkatkan Kinerja Mediator

Judul Tesis : Rancangan Intervensi Mediator Skill Training untuk Meningkatkan Kinerja Mediator di Kedep. P, Bn

 

A. Latar Belakang

Saat ini kinerja pemerintah terutama kinerja aparatnya sering disoroti, dengan adanya program pemerintah dengan reformasi birokrasi masyarakat menjadi sangat memperhatikan keberhasilan program tersebut. Reformasi birokrasi menuntut budaya kerja aparatur pemerintah sesuai dengan peran sosialnya sebagai abdi negara. Peran sosial adalah kedudukan sosial yang diatur oleh seperangkat norma yang menunjukkan perilaku yang pantas (Wade & Tavris, 2007)

BN merupakan sebuah lembaga pemerintah yang berupa Badan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden R.I yang mempunyai visi yaitu Terwujudnya Tenaga Kerja Indonesia yang berkualitas dan bermartabat. Misi dari lembaga ini adalah menciptakan kesempatan kerja di Luar Negeri seluas-luasnya, meningkatkan keterampilan/kualitas dan pelayanan Penempatan, Pengamanan, Perlindungan dan pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia dan meningkatkan Kapasitas Lembaga Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Personel di lembaga ini berasal dari lintas sektor yaitu dari beberapa kementrian lembaga yang mengurusi atau bertanggung jawab akan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. (informasi lebih lanjut tentang BN dapat dilihat pada lampiran 1)

 

B. Pertanyaan Penelitian

  1. Yang manakah di antara faktor-faktor yang diajukan dalam Model MARS yang paling dominan mempengaruhi kinerja Mediator Dep P, BN?
  2. Intervensi apakah yang dapat disarankan untuk meningkatkan kinerja Mediator Dep P, BN?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Performance

Performance menurut J.P Chaplin (2002) adalah sebarang aktivitas atau kegiatan, sedang kinerja menurut munhinsky (1983 dalam seger handoyo. 2001) adalah suatu konstruk teoritis, suatu gagasan abstrak yang umum diugunakan sebagai suatu kreteria (creteria) dalam pekerjaan. Rao (2004) mengatakan kinerja didefinisikan sebagai hal-hal yang diharapkan dapat dipenuhi oleh individu dalam waktu yang sudah ditetapkan.

Pengukuran Kinerja

Menurut Jessup & Jessup (1975) yang pertama diperlukan dalam pengukuran kinerja adalah ukuran mengenai sukses dan bagian-bagian mana yang dianggap penting sekali dalam suatu pekerjaan. Dikatakan Bellwows (1961)beberapa syarat kreteria yang baik apabila reliable, realistis, representative dan bisa dipredictable, dan Maier (1965) menyatakan bahwa yang umum dianggap sebagai kreteria antara lain kualitas, kuantitas, waktu yang dipakai, jabatan yang dipegang, absensi dan keselamatan dalam menjalankan tugas pekerjaan. Dikatakan selanjutnya bahwa dimensi mana yang lebih penting adalah berbeda antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya.

Mediator

Menurut buku petunjuk teknis mediasi BN (2012), mediator adalah pihak ketiga yang membantu proses mediasi, bersifat netral dan tidak memihak. Sedangkan mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh pihak ketiga mediator yang tidak memiliki kewenangan memutuskan atau memaksakan sebuah penyelesaian (PERMA No.2 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 6).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling dominan menyebabkan rendahnya kinerja mediator Dep. P, BN dengan menggunakan pendekatan MARS Model sehingga dapat disusun rancangan intervensi yang dianggap paling efektif untuk memecahkan masalah di dep P BN.

Subjek Penelitian adalah seluruh Populasi Mediator di Dep P BN yag berjumlah 18 Orang.

Pada penelitian ini menggunakan data-data primer dan sekunder. Data berupa wawancarayang dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur dan individual.

Metode wawancara dilakukan untuk melengkapi data-data yang sudah ada.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa rendahnya kinerja dari para mediator dikarenakan beberapa kemungkinan diantaranya Motivasi berprestasi dari para mediator yang rendah, Persepsi peran oleh mediator, dan factor lingkungan kerja. Kemungkinan lain seperti hasil dari wawancara adalah beban kerja yang banyak, jumlah pegawai yang terbatas, mediasi bukan merupakan Jobdesck dari para pegawai dan waktu. Namun dari hasil penelitian diatas bahwa yang berkorelasi dan mempengaruhi kinerja adalah kemampuan (Ability) dari mediator, hal ini kurang sesuai dengan perkiraan Direktur sekaligus penanggungjawab Mediator pada wawancara awal yang memprediksikan bahwa motivasi rendah yang mempengaruhi kinerja.

Untuk mencoba memperbaiki kondisi tersebut maka diusulkan program intervensi berupa Mediator Skill Training (MST/CEDR) yang akan diadakan di bulan September tahun 2013. Diharapkan dari program intervensi ini mampu meningkatkan kemampuan (Ability) Mediator Kedep P, BN, sehingga meningkatkan kinerja pegawai dan organisasi.

 

Contoh Tesis Training

  1. Pengaruh pelatihan terhadap kinerja surveilans Malaria di kabupaten Gorontalo = Effect of intervention by training to the performance of Malaria surveillance at Gorontalo regency
  2. Pengaruh relapse prevention training terhadap kekambuhan dan kepatuhan klien ketergantungan heroin yang menjalani program terapi rumatan metadon di DKI Jakarta copy
  3. Pengukuran efektivitas dan dampak finansial training
  4. Programparent effectiveness Training (P.E.T.) dan systematic training for effective parenting of teens (stepiteen) sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga
  5. Rancangan program improving motivation training bagi pegawai negeri sipil di instansi X -1
  6. Rancangan program improving motivation training bagi pegawai negeri sipil di instansi X -2
  7. Stress management training bagi pilot PT XYZ

 

 

Incoming search terms: