Tesis Terapi Kognitif: Terapi Kognitif trhdp Memaknai Hidup Klien Diabetes Melitus

Judul Tesis : Pengaruh Terapi Kognitif dan Logoterapi terhadap Depresi, Ansietas, Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif, dan Kemampuan Memaknai Hidup Klien Diabetes Melitus di RSUP dr. M. Djamil Padang

 

A. Latar Belakang Masalah

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif kronik yang menimbulkan masalah kesehatan utama pada umat manusia didunia karena dapat menimbulkan dampak bagi kualitas hidup manusia dan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2000 jumlah penderita diabetes diatas umur 25 tahun berjumlah 150 juta orang dan pada tahun 2025 jumlah itu akan meningkat menjadi 300 juta orang (Sudoyo, dkk. 2006). International Diabetes Federation (IDF) (2011) juga memperkirakan pada tahun 2010 penderita DM ditujuh kawasan dunia sebanyak 287 orang dewasa dan pada tahun 2030 angka tersebut akan terus meningkat menjadi 439 juta orang (Egede & Ellis, 2011; Murdiono, 2011). Angka ini menunjukkan bahwa jumlah penderita DM akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sungguh masalah kesehatan dunia yang sangat luar biasa bila tidak ditangani secara serius.

Peningkatan jumlah penderita DM juga terjadi di Indonesia. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) mengungkapkan bahwa WHO memprediksi kenaikan penderita DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (Burhani, 2011). Senada dengan WHO, IDF pada tahun 2009 juga memprediksi kenaikan prevalensi penderita DM di Indonesia dari 7,0 juta pada tahun 2009 menjadi 12,0 juta pada tahun 2030 (PERKENI, 2011). Walaupun terdapat perbedaan dalam cara memperkirakan jumlah penderita DM, tetapi angka ini cukup jelas menunjukkan bahwa jumlah penderita DM selalu mengalami peningkatan dari tahun ketahun di Indonesia, hal ini tentu akan menjadi masalah kesehatan yang serius bagi indonesia.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terapi kognitif dan logoterapi memiliki pengaruh terhadap kondisi depresi dan ansietas pada klien DM di RSUP Dr. M. Djamil Padang?
  2. Apakah terapi kognitif dan logoterapi memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengubah pikiran negatif dan kemampuan memaknai hidup pada klien DM di RSUP. Dr. M. Djamil Padang?
  3. Apakah kemampuan mengubah pikiran negatif dan memaknai hidup memiliki hubungan dengan kondisi depresi dan ansietas klien DM di RSUP Dr. M. Djamil Padang?

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Diabetes Melitus

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dan kronik yang dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Prevalensi penderita DM selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga dapat menjadi masalah kesehatan yang besar bagi dunia karena dapat menurunkan kualitas sumber daya manusianya dan juga dapat mengeluarkan biaya yang banyak dalam perawatannya. Disamping dapat menimbulkan masalah fisik, penyakit DM juga dapat menimbulkan masalah psikososial. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam tentang penyakit DM supaya penanganan yang dilakukan dapat menurunkan angka kesakitan maupun kematian akibat DM pada klien DM.

 

Depresi pada Klien DM

Insiden gangguan depresi mayor merupakan masalah psikososial yang sering ditemui pada klien DM. Klien yang telah menjalani perawatan lama dan mengeluarkan biaya yang mahal terhadap perawatan serta kondisi fisik yang dialami merupakan beberapa faktor diantara faktor lain yang menyebabkan depresi pada klien DM. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep depresi yang dialami oleh klien DM agar asuhan keperawatan secara komprehensif dapat diberikan secara efektif pada klien DM.

Ansietas pada Klien DM

Ansietas merupakan gangguan emosional yang paling sering terjadi dalam kehidupan. Ansietas menimbulkan perasaan tidak nyaman dan kegelisahan yang dapat memperparah kondisi fisik yang sedang dialami seperti serangan jantung, peningkatan gula darah pada klien DM. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang konsep ansietas agar tindakan keperawatan komprehensif dapat diberikan secara profesional.

Pengertian Terapi Kognitif

Terapi kognitif telah berkembang sejak tahun 1960 yang dilakukan oleh Aaron Beck untuk mengatasi depresi. Terapi kognitif merupakan suatu psikoterapi yang didasarkan pada konsep dari proses patologi jiwa dimana fokus tindakannya berdasarkan modifikasi dari distorsi negatif dan perilaku maladaptif (Townsend, 2009). Terapi kognitif didasarkan pada rasional teoritis yang mendasari bahwa afek dan perilaku seseorang ditentukan dari cara seseorang tersebut menilai kehidupan dimana penilaian tersebut berdasarkan kognitif (baik gagasan verbal maupun non verbal yang disadari), yang berdasarkan dari anggapan yang dikembangkan dari pengalaman sebelumnya (Kaplan & Saddock, 2010)

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan riset kuantitatif dengan desain ”quasi experimental” dengan rancangan penelitian “nonequivalent control group design”.

Penelitian quasi eksperimen berfungsi untuk mengungkapkan pengaruh dari intervensi/perlakuan pada responden dan mengukur hasil (efek) intervensi (Sastroasmoro & Ismail 2008).

Rancangan nonequivalen control group design merupakan teknik mengelompokan kelompok kontrol dan eksperimen yang dilakukan secara non random (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini juga membandingkan perbedaan perubahan penurunan kondisi depresi, ansietas, dan peningkatan kemampuan mengubah pikiran negatif serta peningkatan kemampuan memaknai hidup antara kelompok intervensi yang mendapat terapi kognitif dan logoterapi, kelompok intervensi yang hanya mendapat terapi kognitif, dan kelompok kontrol.

Waktu penelitian dimulai dari bulan Februari sampai Juli 2012.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode consecutive sampling dimana setiap sampel yang ditemui dan memenuhi kriteria inklusi penelitian akan diambil sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi (Dharma, 2011).

 

E. Kesimpulan

  1. Karakteristik klien diabetes melitus rata-rata berusia 53,57 tahun dengan lama sakit rata-rata 54,64 bulan, berjenis kelamin perempuan, bekerja, berpendidikan tinggi, dan berstatus kawin, serta berpenghasilan tinggi
  2. Klien diabetes melitus yang mengalami kondisi depresi dan ansietas sebelum mendapatkan terapi kognitif dan logoterapi sebanyak 79,3%
  3. Kondisi depresi setelah diberikan terapi baik pada klien diabetes melitus yang mendapatkan terapi kognitif dan logoterapi maupun pada klien diabetes melitus yang hanya mendapatkan terapi kognitif menjadi sehat (non case depresi), sedangkan pada klien diabetes melitus yang tidak mendapatkan terapi kondisinya masih berada pada resiko depresi.

 

Contoh Tesis Terapi Kognitif

  1. Pengaruh Terapi Kognitif terhadap Perubahan Harga Diri dan Kondisi Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Haemodialisa
  2. Pengaruh Terapi Kognitif dan Logoterapi terhadap Depresi, Ansietas, Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif, dan Memaknai Hidup Klien Diabetes Melitus di RSUP dr. M Djamil Padang
  3. Pengaruh Terapi Kognitif dan Senam Latih Otak terhadap Tingkat Depresi dengan Harga Diri Rendah Pada Klien Lansia di Panti Tresna Wreda Bakti Yuswa Natar Lampung
  4. Pengaruh Terapi Kognitif dan Terapi Penghentian Pikiran terhadap Perubahan Ansietas
  5. Pengaruh Terapi Kognitif dan Terapi Penghentian Pikiran terhadap Perubahan Ansietas, Depresi dan Kemampuan Mengontrol Pikiran Negatif Klien Kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta
  6. Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku Terhadap Pikiran dan Perilaku Anak Usia Sekolah tang Mengalami Kesulitan Belajar di SDN Kelurahan Pondok Cina Tahun 2010
  7. Terapi Kognitif – Tingkah Laku untuk Mengatasi Kecemasan Sosial
  8. Terapi Kognitif-Perilaku untuk Menangani Depresi pada Lanjut Usia