Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Terapi Kognitif: Terapi Kognitif-Perilaku utk Menangani Depresi pd Lanjut Usia

Judul Tesis : Terapi Kognitif-Perilaku untuk Menangani Depresi pada Lanjut Usia

 

A. Latar Belakang

Depresi merupakan gangguan perasaan yang dialami individu dari berbagai usia dan dapat mengganggu berbagai aspek fungsi kehidupan, mulai dari motivasi, emosi atau suasana perasaan, kognitif, tingkah laku, dan biologis atau kondisi fisik (Gilbert, 2000). Simptom motivasi muncul dalam bentuk kehilangan tenaga dan minat melakukan sesuatu. Simptom emosi atau suasana perasaan muncul dalam bentuk menurunnya emosi positif dan merasakan kekosongan dalam diri. Selanjutnya, simptom kognitif muncul dalam bentuk penurunan kemampuan kognitif, seperti konsentrasi dan atensi, penurunan fungsi ingatan, serta kemunculan pikiran-pikiran negatif, terutama tentang masa depan. Simptom tingkah laku ditunjukkan dari penghentian aktivitas oleh individu, perilaku menghindar dari aktivitas sosial, atau justru mencari orang lain untuk selalu menemani. Terakhir, simptom biologis atau kondisi fisik dapat muncul dalam bentuk masalah tidur, berkurangnya napsu makan, dan menurunnya minat seksual (Blazer, 1982; Gilbert, 2000; Rosenvald, Oei, Schmidt, 2007; Snaith, 1987).

Temuan statistik menunjukkan bahwa sebagian besar individu pasti akan mengalami bentuk depresi tertentu pada suatu saat dalam hidup mereka. Depresi diprediksikan akan meningkat dengan cepat dan menjadi masalah kesehatan mental tertinggi pada abad ke-21 (Rosenvald, Oei & Schmidt, 2007). Fenomena depresi ini sendiri sudah merebak di Indonesia sejak lama. Di tahun 2007 misalnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan hasil survei Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang menunjukkan bahwa 94% penduduk Indonesia dari berbagai kelompok usia dan wilayah pernah mengalami depresi, dari depresi ringan hingga yang berat. Simptom yang biasanya muncul dari kasus-kasus yang ditemukan dalam survei tersebut antara lain kecenderungan individu untuk menghindar atau menolak bekerja (Taufiqurrahman, 2007).

 

B. Permasalahan

Permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: “Apakah Terapi Kognitif-Perilaku dapat menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia?”

 

C. Tinjauan Pustaka Tesis

Pengertian Depresi

Secara umum, Gilbert (2000) mendefinisikan depresi sebagai gangguan perasaan yang dialami individu dari berbagai usia dan dapat mengganggu berbagai aspek fungsi kehidupan, mulai dari motivasi, emosi, kognitif, tingkah laku, dan biologis. Sementara itu, tidak jauh berbeda dengan definisi di atas, Rosenvald, Oei, dan Schmidt (2007) menjelaskan depresi sebagai munculnya perubahan dalam diri individu dalam segi

  • suasana hati, misalnya merasa tidak berharga,
  • tingkah laku, misalnya mudah marah, menarik diri dari interaksi dengan orang lain,
  • fungsi diri, misalnya sulit berpikir dan berkonsentrasi,
  • kondisi fisik, misalnya sulit tidur atau terlalu banyak tidur, perubahan berat badan.

Lansia

Quadagno (2002) menggolongkan kelompok Lanjut Usia menjadi tiga berdasarkan usia kronologisnya, yaitu 65-74 tahun (young-old), 75- 84 tahun (old-old), dan 85 tahun ke atas (oldest-old). Kriteria yang sedikit berbeda diungkapkan oleh Black (1994) yang menjelaskan usia young-old berada pada rentang pertengahan usia 50 tahunan sampai pertengahan usia 70 tahunan, tanpa menyebutkan angka yang pasti. Dari berbagai kategori yang berbeda ini, setidaknya dapat diperkirakan bahwa masa lansia dimulai sekitar usia pertengahan 50 tahun sampai 60 tahun, dan berakhir pada akhir hayat masing-masing individu.

 

Gambaran Data Depresi pada Lansia

Sebagai gambaran data, kasus gangguan depresi berat pada lansia di Amerika kurang lebih mencapai 6%-24% dari populasi lansia keseluruhan. Sementara itu, kasus-kasus depresi ringan yang menampilkan simptom depresi pada lansia dilaporkan berjumlah 12%-50% dari populasi lansia keseluruhan (Gellis & McCracken, 2008).

 

D. Metodelogi Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain single-subject repeated measures.

Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik non-probability atau non-random sampling, tepatnya accidental sampling.

Alat ukur ini pada dasarnya sudah terbukti memiliki reliabilitas dan validitas yang baik untuk mengukur depresi pada lansia.

 

E. Kesimpulan

Setelah penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian, dari hasil pelaksanaan intervensi dan diskusi dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Terapi Kognitif-Perilaku dapat digunakan untuk menangani lansia yang mengalami depresi di Depok, dalam hal ini menurunkan tingkat depresi yang mereka alami. Kesimpulan ini terlihat dari menurunnya tingkat depresi yang didapat dari perbandingan hasil asesmen pra-intervensi hingga pasca-intervensi.

 

Contoh Tesis Terapi Kognitif

  1. Pengaruh Terapi Kognitif terhadap Perubahan Harga Diri dan Kondisi Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Haemodialisa
  2. Pengaruh Terapi Kognitif dan Logoterapi terhadap Depresi, Ansietas, Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif, dan Memaknai Hidup Klien Diabetes Melitus di RSUP dr. M Djamil Padang
  3. Pengaruh Terapi Kognitif dan Senam Latih Otak terhadap Tingkat Depresi dengan Harga Diri Rendah Pada Klien Lansia di Panti Tresna Wreda Bakti Yuswa Natar Lampung
  4. Pengaruh Terapi Kognitif dan Terapi Penghentian Pikiran terhadap Perubahan Ansietas
  5. Pengaruh Terapi Kognitif dan Terapi Penghentian Pikiran terhadap Perubahan Ansietas, Depresi dan Kemampuan Mengontrol Pikiran Negatif Klien Kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta
  6. Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku Terhadap Pikiran dan Perilaku Anak Usia Sekolah tang Mengalami Kesulitan Belajar di SDN Kelurahan Pondok Cina Tahun 2010
  7. Terapi Kognitif – Tingkah Laku untuk Mengatasi Kecemasan Sosial
  8. Terapi Kognitif-Perilaku untuk Menangani Depresi pada Lanjut Usi