Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Supply Chain Management : Studi Eksplorasi Penerapan Green Supply Chain Management

Judul Tesis : Studi Eksplorasi Penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) pada Perusahaan di Indonesia

 

A. Latar Belakang

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan ekspansi industri besar-besaran, umat manusia saat ini cenderung menguras dan menggunakan sumber daya alam lebih tinggi dari sebelumnya. Di saat yang sama pembangunan dan polusi yang dihasilkannya menyebabkan kerusakan yang sangat besar pada lingkungan hidup yang kemudian merusak ekologi. Dalam dua dekade terakhir dapat dilihat bahwa pola pembangunan dunia saat ini tidak lestari dan berkelanjutan, dari hilangnya keanekaragaman hayati karena berkurangnya hutan hujan tropis atau karena over-fishing sampai pada efek negatif yang ditimbulkan oleh pola konsumsi kita kepada lingkungan dan iklim (Fleury & Davies, 2012).

Negara-negara di dunia berusaha untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar untuk terjadi, mereka mulai mengeluarkan serangkaian peraturan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah. Uni Eropa mengeluarkan berbagai peraturan terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup.

 

B. Rumusan Masalah

Dunia saat ini secara konstan dihadapkan kepada perubahan lingkungan yang berkisar dari cuaca yang ekstrim hingga kepada kelangkaan air bagi hampir 2 miliar orang (Cognizant, n.d.). Dampak lain seperti kenaikan suhu dan permukaan air akibat es kutub yang mencair dapat memberikan dampak yang besar. Pemerintah Indonesia memahami dan mengakui permasalahan ini dan memasukkannya ke dalam salah satu pertimbangan dalam Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2011, dimana kondisi geografis Indonesia rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Dunia usaha di Indonesia juga memahami dan mengakui hal ini, terlihat dari kenaikan jumlah perusahaan yang mendaftarkan diri untuk menjadi peserta proper. Proper adalah sebuah mekanisme penilaian kinerja lingkungan hidup yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup atas perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dimana kenaikan peserta proper dari tahun 2010-2012 hampir 3 kali lipat lebih besar dibanding kenaikan jumlah peserta proper dari tahun 2003-2010. Dan pada tahun 2012 jumlah peserta proper mencapai lebih dari 1,300 perusahaan. Ini menunjukkan besarnya perhatian perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap isu lingkungan.

Walaupun jumlah peserta proper semakin banyak, namun di saat yang sama jumlah perusahaan yang masuk dalam kategori hitam juga semakin besar (proper memiliki 5 peringkat, dari yang paling baik: Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam). Hal ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan-perusahaan yang masih lemah dalam penjagaan kinerja lingkungan hidupnya. Jika perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan konsep GSCM maka dapat meningkatkan kinerja lingkungan hidup mereka dan di saat yang sama memberikan manfaat ekonomi kepada mereka( Rao & Holt, 2012).

Oleh karena itu dilatarbelakangi permasalahan-permasalahan berikut:

  1. Kerusakan lingkungan yang semakin besar
  2. Indonesia rentan terhadap dampak dari perubahan iklim karena lokasinya
  3. Konsep GSCM yang masih baru di Indonesia dan baru sedikit perusahaan yang menerapkannya.

maka mendorong dilakukannya penelitian ini, untuk melihat bagaimana praktik-praktik perusahaan di Indonesia menerapkan GSCM dan menyelidiki apa yang menjadi faktor pendorong dan penghambat penerapan GSCM pada perusahaan-perusahaan tersebut serta melihat manfaat dari penerapan GSCM pada perusahaan-perusahaan tersebut.

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Supply Chain

Li (2007) bahwa supply chain adalah seluruh aktivitas di dalam pemenuhan permintaan dan kebutuhan konsumen. Lebih jauh lagi bahwa aktivitas-aktivitas tersebut terkait dengan aliran dan transformasi barang dari bahan mentah sampai ke pengguna akhir (end user) yang juga melibatkan aliran dana dan informasi. Li (2007) menjelaskan bahwa terdapat empat tahapan di dalam sebuah supply chain, jaringan pemasok (supply network), rantai pasok internal (internal supply chain) yaitu instalasi pabrik, sistem distribusi dan pengguna akhir (end user).

Green Supply Chain Management (GSCM)

Praktik SCM lainnya dari yang sudah disebutkan di atas, terdapat juga konsep baru yaitu konsep Green Supply Chain Management. Menurut Hervani & Helms (2005) menjelaskan bahwa GSCM meliputi aktivitas green purchasing, green manufacturing, green distribution and marketing dan pada akhirnya reverse logistics. Dan kemudian dijelaskan lebih jauh lagi oleh Rao dan Holt (2005) GSCM adalah suatu strategi untuk memperbaiki lingkungan dan inisiatif operasional yang diadopsi organisasi untuk mengatasi isu-isu terkait lingkungan hidup dalam supply chain mereka.

Dampak Penerapan GSCM

Rao dan Holt (2005) berpendapat bahwa GSCM secara umum dilihat dapat mendorong efisiensi dan sinergi pada supply chain, dan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja penjagaan lingkungan mereka, meminimalisir jumlah limbah dan penghematan biaya. Sinergi semacam ini diharapkan akan meningkatkan citra perusahaan, competitive advantage, dan pemasarannya. Walaupun demikian, supaya GSCM diadopsi secara penuh maka harus ditunjukkan hubungan antara penerapan GSCM dan peningkatan kinerja keuangan dan daya saing perusahaan. Rao dan Holt (2005) menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa jika perusahaan menerapkan GSCM maka perusahaan akan mencapai penghematan yang besar meningkatkan penjualan, memperluas pangsa pasar, dan mampu mengeksploitasi pasar-pasar baru yang dapat memberikan profit margin yang lebih besar yang kesemuanya akan berkontribusi kepada kinerja keuangan perusahaan tersebut.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini terinspirasi oleh penelitian yang dilakukan oleh Walker, Di Sisto, McBain (2008) yang berjudul “Drivers and barriers to environmental supply chain management practices: Lessons from the public and private sectors”. Berdasarkan penelitian tersebut metode yang digunakan adalah tipe eksploratori dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Penelitian ini menggunakan strategi studi kasus karena tipe penelitiannya adalah tipe eksploratori dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mencoba melihat penerapan GSCM di Indonesia dan dampaknya kepada perusahaan serta mengidentifikasi apa saja faktor pendorong dan penghambat dari penerapannya.

Data yang akan dikumpulkan untuk penelitian ini terdiri dari data primer dalam bentuk wawancara semi-terstruktur dan data sekunder dalam bentuk laporan-laporan perusahaan, baik itu laporan tahunan (annual report) atau laporan lingkungan (sustainable report) mereka.

Setelah data wawancara dan data sekunder berhasil dikumpulkan. Data kemudian diolah berdasarkan dashboard dalam bentuk tabel yang telah dikembangkan oleh Walker, Di Sisto, McBain (2008) untuk dapat dengan mudah membandingkan data yang sudah dikumpulkan dan juga untuk memberikan keterangan dari mana hasilnya di dapat apakah dari dokumen pendukung atau wawancara atau keduanya.

 

E. Kesimpulan

  1. Faktor-faktor pendorong penerapan GSCM pada perusahaan dari internal perusahaan adalah:
  2. Kesadaran Internal dan menjadi nilai perusahaan
  3. Dukungan dari manajemen atas
  4. Upaya untuk menurunkan biaya
  5. Sedangkan dari eksternal, faktor pendorongnya adalah:
  6. Konsumen, hanya jika dari sudut pandang perusahaan responden sebagai konsumen dari para supplier-nya, dimana perusahaan responden berusaha mendorong supplier-nya untuk menerapkan green practices.
  7. Upaya untuk meraih competitive advantage
  8. Kedua perusahaan responden tidak melihat faktor biaya, kurangnya legitimasi, regulasi, komitmen supplier yang lemah dan industry specific barrier sebagai faktor penghambat penerapan GSCM.

 

Contoh Tesis Supply Chain Management

  1. Analisis Dampak Implementasi Enterprise Resource Planning terhadap Sistem Supply Chain Management Perusahaan di Indonesia
  2. Analisis Hubungan Antara Supply Chain Management Performance Dengan Customer Satisfaction pada SBU Total Logistik PT Pos Indonesia
  3. Analisis Supply Chain Management Bagi Peningkatan Efisiensi Produksi _ Studi Kasus Unit Bisnis P3 PT. Wijaya Karya Intrade
  4. Analisis Supply Chain Obat pada Pelayanan Rawat Jalan di Depo Farmasi Rumah Sakit Karya Bhakti
  5. Material Requirement Planning (MRP) Sebagai Salah Satu Dasar Kebijakan Pembelian Dalam Supply Chain Mangement (SCM) di PT. Perfetti Van Melle Indonesia
  6. Pemodelan Supply Chain Di Pt. Ymni Dengan Menggunakan System Dynamics
  7. Studi Eksplorasi Penerapan Green Supply Chain Management (Gscm) Pada Perusahaan Di Indonesia