Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Supply Chain Management : Analisis Dampak Implementasi Enterprise Resource Planning

Judul Tesis :  Analisis Dampak Implementasi Enterprise Resource Planning terhadap Sistem Supply Chain Management Perusahaan di Indonesia

 

A. Latar Belakang

ERP adalah sebuah sistem yang mampu mengintegrasikan semua informasi yang dibutuhkan oleh proses operasi sebuah perusahaan secara efektif. Proses operasi tersebut meliputi keuangan, akunting, hrd, produksi, material, kualitas, alokasi dan distribusi, serta penjualan dan pemasaran. ERP adalah sebuah sistem informasi terintegrasi yang mampu mengintegrasikan seluruh fungsi internal sebuah perusahaan, menyeragamkan prosedur dalam pemrosesan data, dan menggabungkan data yang didapat dari dua fungsi organisasi perusahaan yang berbeda. Di masa yang akan datang, diharapkan ERP mampu mengintegrasikan SCM untuk menyediakan informasi yang jauh lebih akurat bagi perusahaan.

Sebagian besar perusahaan memiliki sistem pengolahan data dan informasi yang terpisah-pisah dengan sistem pengolahan data yang terpisah-pisah, namun hal ini justru menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran informasi dalam supply chain itu sendiri. Dengan mengimplementasikan ERP, diharapkan perusahaan mampu mengintegrasikan data – data yang ada secara menyeluruh seperti akunting, keuangan, pemasaran, dan produksi serta menempatkan data yang telah terintegrasi tersebut kedalam sebuah database sehingga informasi yang didapat akurat dan mampu membantu perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan. ERP dikatakan mampu memodernisasikan sebuah proses bisnis dan meningkatkan efektifitas kegiatan perusahaan di samping juga mampu memberikan sebuah competitive advantage bagi perusahaan, keterbukaan terhadap pelanggan, dan kemampuannya dalam mengambil keputusan strategis perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menerapkan ERP dalam perusahaan yaitu mampu memberikan pandangan mengenai sistem supply chain yang lebih luas dan mampu mengimplementasikan perubahan yang terjadi dalam sistem informasi perusahaan ke seluruh jaringan sistem supply chain perusahaan. selain itu, ERP sendiri diklaim memiliki fungsi yang lebih efisien dibandingkan sistem informasi tradisional yang hanya menggunakan teknologi internet, intranet, dan extranet dalam menyediakan informasi.

Namun, pada kenyataannya sebagian besar perusahaan yang menerapkan ERP tersebut selalu saja menghadapi beberapa kendala. Beberapa kendala tersebut diantaranya :

  1. Ketidaksesuaian sistem ERP yang diimplementasikan dengan sistem informasi dari supplier dan konsumen perusahaan.
  2. Adanya resistansi dari para karyawan yang sudah terbiasa dengan sistem informasi sebelumnya.
  3. Perubahan penggunaan peralatan, metode, dan prosedur penggunaan.
  4. Limitasi dalam fleksibilitas ketika menghadapi pesanan yang bersifat mendesak dan customize.
  5. Perubahan menyeluruh dalam proses bisnis perusahaan Kendala-kendala tersebut secara langsung akan sangat mempengaruhi kinerja sistem supply chain management dalam perusahaan itu sendiri.

Hingga saat ini di luar negeri sudah cukup banyak penelitian yang membahas mengenai hubungan antara implementasi ERP dan pengaruhnya terhadap kinerja sistem supply chain management perusahaan. Namun tidak demikian halnya dengan yang terjadi di Indonesia. Penelitian yang ada masih berkutat pada proyek implementasi ERP itu sendiri dan jarang sekali yang membahas mengenai hubungan antara ERP dan SCM. Oleh karena itu penelitian yang akan dilakukan saat ini akan terpusat kepada pengaruh implementasi ERP terhadap kinerja SCM perusahaan.

 

C. Landasan Teori

Enterprise Resource Planning (ERP) System

ERP merupakan sebuah paket software yang menjanjikan integrasi yang sempurna dari seluruh informasi yang mengalir dalam perusahaan, meliputi keuangan, akunting, sumber daya manusia, supply chain, dan informasi tentang pelanggan (Davenport, 1998). Sistem ERP merupakan sebuah sistem informasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang mampu mengintegrasikan informasi antara fungsi organisasi dalam perusahaan (Kumar dan Van Hillsgerberg, 2000). Sistem ERP adalah generasi pertama dari sistem perusahaan yang bertujuan untuk mengintegrasikan data dan mendukung fungsi-fungsi utama perusahaan (Motiwalla, 2009).

Supply Chain Management (SCM)

Supply chain management pada dasarnya adalah optimalisasi dari aliranmaterial serta informasi yang terkandung di dalamnya. Aplikasi e-bisnis sangat berperan untuk mengendalikan aliran material dan informasi ini karena kemampuannya dalam mengoptimalkan sistem supply chain. Dengan adanya sistem informasi, perusahaan akan mampu meningkatkan dan mengembangkan berbagai aspek yang ada dalam sistem supply chain. Sebagai contohnya, supply chain management dapat ditingkatkan melalui sisi pembelian dari e-commerce, komunikasi internal, hubungan yang terjalin dengan mitra bisnis, dan sisi penjualan dari e-commerce. Dengan menerapkan supply chain management, diharapkan aliran informasi, data, dan material menjadi lebih mulus dan terkendali di seluruh mata rantai operasional perusahaan.

Integrasi Sistem

Integrasi sistem dibagi menjadi dua jenis, yaitu integrasi logis dan integrasi fisik. Pada integrasi logis atau “human level integration”, integrasi sistem berarti membangun sebuah sistem informasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi di seluruh fungsi operasional perusahaan. Di sisi lain, integrasi fisik atau “technical level integration”, integrasi sistem berarti menyediakan sebuah jaringan yang mampu menghubungkan semua sistem yang ada dalam perusahaan.

 

D. Metodologi Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian kuantitatif. ERP benefit yang terdiri dari lima bagian yaitu operational benefit, managerial benefit, strategic benefit, IT infrastructure benefit, dan organizational benefit didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Shang dan Seddon (2000). Model penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu ERP benefit, kompetensi perusahaan, dan kinerja supply chain management.

Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi perusahaan mampu meningkatkan kinerja supply chain management (Su dan Yang, 2010).

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan pada hasil uji ANOVA, uji koefisien regresi parsial, dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa implementasi ERP memberikan pengaruh yang positif terhadap sistem supply chain management perusahaan.
  2. Kontribusi yang diberikan oleh implementasi ERP terletak pada pengaruh ERP benefit pada masing-masing firm competency yang kritikal untuk supply chain management perusahaan, yaitu benefit managerial, benefit organizational dan benefit IT infrastructure.
  3. Berdasarkan pada hasil analisa regresi, benefit strategic memerlukan perhatian lebih lanjut oleh para perusahaan pengguna ERP. Dengan mengoptimalkan ERP yang telah terimplementasi, perusahaan akan mampu mengembangkan aliansi perusahaan, inovasi produk, fleksibilitas terhadap permintaan pasar, dan menerapkan sistem e-commerce guna mendukung proses bisnis perusahaan.

 

Contoh Tesis Supply Chain Management

  1. Analisis Dampak Implementasi Enterprise Resource Planning terhadap Sistem Supply Chain Management Perusahaan di Indonesia
  2. Analisis Hubungan Antara Supply Chain Management Performance Dengan Customer Satisfaction pada SBU Total Logistik PT Pos Indonesia
  3. Analisis Supply Chain Management Bagi Peningkatan Efisiensi Produksi _ Studi Kasus Unit Bisnis P3 PT. Wijaya Karya Intrade
  4. Analisis Supply Chain Obat pada Pelayanan Rawat Jalan di Depo Farmasi Rumah Sakit Karya Bhakti
  5. Material Requirement Planning (MRP) Sebagai Salah Satu Dasar Kebijakan Pembelian Dalam Supply Chain Mangement (SCM) di PT. Perfetti Van Melle Indonesia
  6. Pemodelan Supply Chain Di Pt. Ymni Dengan Menggunakan System Dynamics
  7. Studi Eksplorasi Penerapan Green Supply Chain Management (Gscm) Pada Perusahaan Di Indonesia