Tesis Struktur Organisasi: Struktur Organisasi sbg Faktor Pendukung Implementasi Strategi

Judul Tesis : Analisis Struktur Organisasi Sebagai Faktor Pendukung Implementasi Strategi (Studi Kasus di PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya)

 

A. Latar Belakang Masalah

Industri asuransi jiwa di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan, dimana berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 pertumbuhan pendapatan premi rata-rata mencapai 25% setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang berkisar antara 5-6%, maka pertumbuhan industri asuransi jiwa berada jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional (Investor Daily, 29 Juni 2006).

Data AAJI Desember 2005 memperlihatkan bahwa jumlah tertanggung asuransi jiwa sudah mencapai 31 juta orang atau sekitar 15% dari populasi penduduk. Data tersebut menunjukkan bahwa peluang industri asuransi jiwa untuk terus bertumbuh, cukup besar. Kebijakan kenaikan harga BBM pada bulan Oktober 2005 yang lalu memang mengakibatkan melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga para pelaku industri asuransi jiwa memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan asuransi pada tahun 2006. Industri asuransi jiwa pada tahun 2006 diprediksi hanya tumbuh sekitar 20% saja (Investor Daily, 29 Juni 2006), atau di bawah rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir. Selain pertumbuhan yang melambat, saat ini industri asuransi jiwa juga menghadapi tantangan lain, yaitu semakin ketatnya kompetisi di dalam industri asuransi jiwa itu sendiri. Pada Desember 2005, tercatat sebanyak 50 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi yang terdiri dari 27 perusahaan swasta nasional dan 23 perusahaan patungan (AAJI, 2006).

 

B. Perumusan Masalah

  1. Strategi apakah yang diterapkan oleh PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya.
  2. Dimensi-dimensi struktural seperti apa yang dibutuhkan untuk dapat mengimplementasikan strategi yang diterapkan.
  3. Dimensi-dimensi struktural seperti apa yang exist di PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya saat ini.

 

C. Tinjauan Literatur

Definisi Organisasi

Ketika berbicara tentang organisasi, maka hal pertama yang harus diketahui adalah arti kata organisasi tersebut. Kata organisasi berasal dari kata Yunani ’organon’ yang berarti alat atau instrumen. Pada awalnya organisasi sering diartikan sebagai “the embodiment of purposeful efforts to coordinate, influence and control human behavior in order to reach some preferred outcome“ (Brunsson & Olsen, 2000). Sesuai pengertian awalnya, maka organisasi merupakan sarana untuk mengkoordinasi, mempengaruhi dan mengontrol perilaku manusia dalam mencapai hasil yang diinginkan.

Strategi

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, faktor penting yang mempengaruhi struktur organisasi adalah strategi. Strategi memiliki peranan penting dalam mencapai visi jangka panjang dan dalam melaksanakan misi perusahaan. Jika visi diibaratkan sebagai tujuan yang ingin dicapai, maka strategi adalah alat yang digunakan untuk mencapainya.

Budaya

Konsep budaya organisasi berakar dari konsep kebudayaan dalam ilmu antropologi yang dikembangkan pada akhir abad kesembilanbelas. Definisi pertama yang komprehensif mengenai organisasi diperkenalkan oleh Edward B. Tylor pada tahun 1871 yang mendefinisikan kebudayaan sebagai “kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan dan lain-lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” (Haviland, 1995).

 

D. Metodelogi Penelitian Tesis

Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analogi, yang termasuk dalam ideal types dari Max Weber (Neumman,1995 : 433). Jika jawaban yang diperoleh untuk tiap pertanyaan yang diajukan dijawab tinggi oleh sebagian besar informan, atau memiliki frekuensi terbanyak, maka diartikan bahwa informan menganggap jawaban terhadap pertanyaan adalah tinggi.

Hipotesis yang dimaksud tidak memiliki pengertian yang sama dengan hipotesis dalam penelitian kuantitatif.

Sumber data akan di peroleh melalui key informants yang terdiri dari para manajer dan kepala bagian, para direktur dan sebagian anggota Dewan Komisaris. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa dalam penelitian kualitatif ada kecenderungan untuk menggambarkan suatu proses sosial yang belum banyak diungkapkan, ketimbang metode kuantitatif yang lebih banyak mengamati struktur sosialnya.

 

E. Kesimpulan

  1. PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya menerapkan strategi cost leadership. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan indikator-indikator berikut : Bumi Asih Jaya menjual hampir segala jenis produk asuransi, Bumi Asih Jaya menjual produk kepada seluruh segmen pasar, dan Bumi Asih Jaya menawarkan tarif dan harga yang relatif sama dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya.
  2. Untuk dapat mengimplementasikan strategi cost leadership secara baik, dibutuhkan dimensi-dimensi struktural dengan kriteria berikut : formalisasi tinggi, spesialisasi tinggi, hirarki kewenangan tinggi, sentralisasi tinggi, profesionalisme tinggi, dan rasio personalia tinggi.
  3. Sejauh ini struktur organisasi PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya belum cukup memadai untuk mendukung strategi cost leadership yang diterapkan. Hal ini dapat dilihat bahwa dari enam dimensi struktural yang diteliti, meskipun empat diantaranya yaitu formalisasi, hirarki kewenangan, sentralisasi, dan rasio personalia sudah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, namun terdapat dua dimensi struktural yang belum sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan yaitu spesialisasi dan profesionalisme. Spesialisasi dianggap rendah khususnya di tingkat direktorat dan divisi, dimana perusahaan hanya memiliki tiga Direktur dan delapan Kepala Divisi. Akibatnya para Direktur dan Kepala Divisi harus melaksanakan pekerjaan yang tinggi variasinya. Profesionalisme dianggap rendah dimana berdasarkan perbandingan antara jumlah agen berlisensi dengan jumlah agen secara keseluruhan, rasio agen berlisensi masih sangat kecil. Begitu pula rasio karyawan bersertifikasi relatif kecil bila dibandingkan dengan jumlah karyawan secara keseluruhan.

 

Contoh Tesis Struktur Organisasi

  1. Adaptive Workflow Management System untuk Menangani Perubahan pada Struktur Organisasi
  2. Analisis Struktur Organisasi Sebagai Faktor Implementasi Strategi Studi Kasus di PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya
  3. Fungsi Komunikasi Antar Pribadi dalam Pengelolaan Konflik Organisasi Kasus Pada Struktur Kerja Bank Tabungan Negara Cabang Bekasi
  4. Analisis dimensi Struktural Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
  5. Analisis Dimensi Struktural Organisasi Sekretariat Negara
  6. Analisis Penyusunan Struktur Organisasi dan Tatakerja (SOT) Dinas Kesehatan Propinsi Riau Sesuai dengan Kebijakan Desentralisasi
  7. Analisis Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
  8. Hubungan Antara Kompetensi Manajerial dan Komitmen Organisasi dengan Kinerja Pejabat Struktural Eselon III-IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
  9. Hubungan Faktor Struktural Organisasi dengan Kinerja BUMN Jasa Keuangan Nonbank _ Ukuran Persepsional Eksekutif Fungsi Lini
  10. Kontribusi Struktur, Tata Nilai, dan Praktik-Praktik Organisasi terhadap Kualitas Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional
  11. Strukturasi dalam Organisasi Birokrasi (Kasus Komisi Penyiaran Indonesia Pusat)

 

Incoming search terms: