Tesis Strategi Pelayanan: Strategi Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dlm Meningkatkan PAD

Judul Tesis : Analisis Strategi Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pajak Kendaraan Bermotor

 

A. Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya pertumbuhan penerimaan pajak, termasuk di dalamnya adalah PKB, dapat dicapai dengan dua cara yaitu intensifikasi dan ektensifikasi pajak. Kegiatan intensifikasi pajak dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dari Wajib Pajak yang telah terdaftar (Wahyudi, 2010). Intensifikasi pajak berarti penambahan pajak lewat langkah-langkah horizontal, dengan menjaring wajib pajak yang tidak membayar pajak menjadi membayar pajak dan memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak dengan tertib aturan (Sinaga, 2012). Sedangkan ekstensifikasi pajak dimaksudkan untuk menambah jumlah Wajib Pajak terdaftar (Wahyudi, 2010). Dua cara ini dilakukan melalui berbagai trategi perpajakan yang pada tujuan akhirnya adalah peningkatan PAD melalui pajak daerah.

Untuk mengoptimalkan PAD melalui pajak daerah, dibentuklah Dinas Pelayanan Pajak Daerah (DPP) Provinsi DKI Jakarta. Visi organisasinya yaitu menjadikan Dinas Pelayanan Pajak sebagai organisasi yang efisien, efektif dan transparan dalam pelayanan pajak daerah dengan dukungan aktif masyarakat (dpp.jakarta.go.id, 2012). Untuk mengoptimalkan kinerja DPP Provinsi DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta no. 30 Tahun 2011 dibentuklah organisasi khusus DPP yang melayani PKB dan BBNKB. Organisasi khusus ini merupakan unit khusus dari DPP Provinsi DKI Jakarta yang bekerja sama dengan pihak ketiga dalam sebuah sistem yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap (SAMSAT) untuk efisiensi dan efektifitas kerja organisasi. Untuk mewujudkan organisasi yang efisien dan efektif diperlukan strategi yang tepat, sehingga DKI Jakarta dapat terus mengandalkan dan mengembangkan pajak daerah khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor untuk pembiayaan pemerintahan.

 

B. Permasalahan

  1. Apakah Strategi yang diterapkan oleh Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam usahanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta?
  2. Apakah kendala strategis dan upaya pemecahannya oleh Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta?

 

C. Kerangka Pemikiran

Strategi

Strategi berasal dari kata Yunani strategia (stratos = militer; dan ag = memimpin), strategi dapat diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap organisasi memerlukan strategi untuk mencapai tujuannya. Glueck dan Jauch (1989:9) memberikan definisi strategi yaitu rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis organisasi dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.

Pendapatan Asli Daerah (Local Own Revenue)

Pelaksanaan otonomi daerah yang dititikberatkan pada Daerah Kabupaten dan Daerah Kota dimulai dengan adanya penyerahan sejumlah kewewenangan (urusan) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bersangkutan. Penyerahan berbagai kewenangan dalam rangka desentralisasi ini tentunya harus disertai dengan penyerahan dan pengalihan pembiayaan. Sumber pembiayaan yang paling penting adalah sumber pembiayaan yang dikenal dengan istilah PAD (Pendapatan Asli Daerah) di mana komponen utamanya adalah penerimaan yang berasal dari komponen pajak daerah dan retribusi daerah (Riduansyah, 2003).

Pajak Kendaraan Bermotor

Pembahasan mengenai aspek Pajak Kendaraan Bermotor tidak akan terlepas dari berbagai macam aktivitas yang terdapat pada kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor dan jalan raya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Masyarakat menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana mobilisasi kegiatan sehari-hari. Dalam penggunaan kendaraan bermotor tersebut diperlukan sarana penunjang berupa jalan raya. Berdasarkan hal tersebut maka wajar bila masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor dibebankan secara wajib dari segi materiil oleh pemerintah sehingga alokasi pembabanan tersebut dapat digunakan untuk pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan jalan raya (Wulandari, 2012:27).

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian berperan sebagai panduan mengenai sistematika, yaitu bagaimana suatu penelitian tersebut dilakukan.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif.

 

E. Kesimpulan

1. Strategi yang diterapkan oleh Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam usahanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta dibagi menjadi dua jenis, yaitu empat strategi utama dan beberapa strategi pendukung. Strategi utama pertama adalah ekstensifikasi Objek PKB, merupakan strategi sebagai plan dan pattern didukung dalam bentuk perluasan objek PKB dan pengelolaannya. Strategi utama kedua adalah intensifikasi, merupakan strategi sebagai plan, pattern, dan ploy yang didukung melalui strategi pengenaan tarif progresif dan dengan strategi menjaring wajib PKB yang tidak taat pajak. Strategi utama ketiga adalah strategi peningkatan pelayanan, merupakan strategi sebagai pattern yang didukung melalui strategi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM, strategi sosialisasi peraturan, dan strategi meningkatkan fasilitas pelayanan PKB. Strategi utama keempat adalah strategi penyederhanaan administrasi, merupakan strategi sebagai plan dan pattern yang didukung melalui strategi peningkatan kinerja teknologi informasi dan komputerisasi serta melalui strategi penyederhanaan sistem dan prosedur perpajakan. Pengelolaan strategi tersebut dilakukan mulai dari penentuan target, formulasi strategi, implementasi strategi, pengawasan, dan evaluasi strategi.

2. Kendala yang dihadapi oleh Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

  1. Permasalahan pengadministrasian identitas wajib PKB yang memberikan peluang penghindaran tarif progresif. Permasalahan ini diatasi dengan mengoptimalkan E-KTP,
  2. Permasalahan penentuan target yang tidak objektif karena tidak mempertimbangkan semua faktor penentu revenue forecasting, hal ini salah satunya disebabkan karena sulitnya memperoleh data yang valid,
  3. Kesulitan memungut PKB atas objek kendaraan TNI/Polri. Permasalahaan ini diatasi dengan tidak memungut dan rencana menghapus objek tersebut dari daftar objek yang terutang PKB.

 

Contoh Tesis Strategi Pelayanan

  1. Analisis Strategi Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pajak Kendaraan Bermotor
  2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Strategi Pelayanan Pelanggan (Studi Kasus di British Telecommunications PLC)
  3. Pemilihan Strategi Marketing Pada Industri Jasa Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus Pada Ima Medical Sebagai Rumah Sakit Yang Baru Dikembangkan
  4. Pengembangan Strategi dan Kebijakan Peningkatan Manajemen Kualitas Pelayanan Haji Indonesia (Studi Kasus di DKI Jakarta)
  5. Pengembangan Strategi Pelayanan Infertilitas di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung
  6. Perencanaan Strategis Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar (KPP-LTO) Menuju Administrasi Perpajakan yang Efektif Dan Efisien