Tesis Rotasi Kerja: Persepsi dan Pengalaman Perawat trhadp Pelaksanaan Rotasi Kerja

Judul Tesis : Persepsi dan Pengalaman Perawat Pelaksana Terhadap Pelaksanaan Rotasi Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak

 

A. Latar Belakang

Tingginya angka BOR dan melihat kebutuhan perawat berdasarkan beban kerja serta untuk memberikan penyegaran maka pihak manajemen RSUD Dr. Soedarso Pontianak setiap satu tahun sekali mengadakan rotasi antar ruangan bagi perawat. Kegiatan rotasi selain diprogram pelaksanaanya satu tahun sekali, pihak manajemen rumah sakit juga melakukan rotasi secara insidentil bagi perawat yang dianggap bermasalah diruangan atau untuk promosi suatu jabatan tertentu dibagian struktural. Dampak dari rotasi sering kali menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi perawat yang di rotasi sehingga akan menimbulkan penurunan kinerja. Dampak tersebut muncul karena perawat yang bersangkutan tidak siap dengan program rotasi dan menganggap rotasi hanya dilakukan pada perawat yang bermasalah, kondisi ini muncul akibat persepsi yang kurang tepat dari kegiatan rotasi.

Manajemen rumah sakit mengadakan rotasi untuk memberikan suasana dan lingkungan kerja yang baru bagi staf. Rotasi yang dilakukan bisa menimbulkan berbagai macam reaksi dari perawat, reaksi positif dari program rotasi membawa manfaat atau keuntungan bagi perawat yang mengalami rotasi kerja. Sebalik reaksi negatif dari program rotasi membawa kerugian dan menimbulkan efek yang tidak diharapkan bagi perawat yang mengalami rotasi kerja.

 

B. Perumusan Masalah

“Bagaimana persepsi dan pengalaman perawat pelaksana terhadap pelaksanaan rotasi kerja di RSUD Dr. Soedarso Pontianak”

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Rotasi

Rotasi pekerjaan adalah suatu keadaan dimana seorang karyawan mengalami perubahan pada job description (Mangkuprawira, 2008). Rotasi pekerjaan merupakan perpindahan karyawan namun lebih pada perpindahan tempat kerja dengan lingkup dan tugas pekerjaan yang cenderung berbeda agar para karyawan terhindar dari rasa jenuh atau produktifitas yang menurun. Rotasi pekerjaan merupakan bagian dari pengembangan sumberdaya manusia dalam suatu organisasi dan merupakan suatu hal yang biasa terjadi (Mangkuprawira, 2008).

Rotasi Kerja dalam Pelayanan Keperawatan

Rotasi kerja digunakan jika kegiatan tertentu tidak lagi menantang, karyawan tersebut dipindahkan ke pekerjaan lain pada tingkat yang sama yang mempunyai persyaratan keterampilan yang serupa, jadi rotasi kerja dapat diartikan sebagai perubahan periodik pekerja dari satu tugas ke tugas yang lainnya (Robbins, 2006). Lebih lanjut Robbins (2006) menjelaskan bahwa rotasi pekerjaan mampu mengurangi kebosanan dan meningkatkan motivasi melalui penganekaragaman kegiatan karyawan.

Persepsi

Persepsi merupakan kemampuan seseorang untuk menginterpretasikan suatu objek atau lingkungan melalui kemampuan panca indera yang dimiliki (Kozier, 2004). Stuart dan Laraia (2001), mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses identifikasi dan interpretasi awal terhadap stimulus yang ada berdasarkan informasi yang diterima melalui panca indera yang terdiri dari penglihatan, pendengaran, perasa, peraba, dan penciuman. Pendapat serupa tentang persepsi juga dikemukakan oleh Potter dan Perry (1993), dimana persepsi merupakan integrasi dan interpretasi seseorang terhadap stimulus yang didasarkan pada pengalaman seseorang.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

Alasan peneliti menggunakan desain kualitatif dengan metode fenomenologi karena dengan metode ini peneliti dapat memahami, menjelaskan dan memberikan makna secara alamiah terhadap persepsi dan pengalaman perawat pelaksana yang mengalami rotasi di Rumah Sakit Umum Daerah

Dokter Soedarso Pontianak.

Penelitian kualitatif memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menekankan adanya kealamiahan data yang diperoleh dan semua kenyataan yang ada terkait erat dengan pengalaman manusia dalam hidupnya.

Tempat dan waktu penelitian sangat berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh dalam penelitian.

Proses anali

E. Kesimpulan Tesis

1. Persepsi perawat terhadap pelaksanaan rotasi kerja sudah terjawab dalam tema yaitu berbagai persepsi perawat terhadap pelaksanaan rotasi kerja. Persepsi perawat terhadap pelaksanaan rotasi kerja terbagi menjadi dua sub tema yaitu persepsi negatif dan persepsi positif. Persepsi negatif muncul dari partisipan yang berpersepsi negatif menghendaki adanya perencanaan yang baik dari manajemen rumah sakit tentang pelaksanaan rotasi kerja. Prosedur tentang pelaksanaan rotasi kerja merupakan tema tambahan. Tema ini terjawab dalam satu tema yaitu rotasi kerja yang dilakukan di rumah sakit tidak sesuai prosedur. Ketidaksesuaian prosedur rotasi tersebut dapat terlihat dari proses waktu rotasi, alur pelaksanaan rotasi dan kebijakan manajerial. Menurut partisipan tidak ada waktu yang pasti dalam pelaksanaan rotasi kerja kadang-kadang 2 tahun sekali bahkan ada yang sudah 3-5 tahun baru di rotasi. Menurut partisipan rotasi kerja merupakan kebijakan manajemen rumah sakit. Tidak ada alur yang jelas dalam pelaksanaan rotasi kerja, perawat tidak pernah dikonfirmasi oleh manajemen rumah sakit dan kepala ruangan tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan rotasi kerja. Hal ini menggambarkan bahwa perlunya suatu prosedur baku yang dibuat oleh manajemen rumah sakit yang mengatur tentang pelaksanaan rotasi kerja. Pihak manajemen rumah sakit harus membuat perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan rotasi kerja.

2. Pengalaman perawat terhadap pelaksanaan rotasi kerja terjawab dalam satu tema yaitu berbagai pengalaman perawat yang mengalami rotasi kerja. Pengalaman tersebut terdiri dari pengalaman positif, pengalaman negatif dan manfaat rotasi. Pengalaman negatif yang dirasakan oleh partisipan yang mengalami rotasi kerja meliputi perasaan cemas, stress, bingung, sedih, dan tidak nyaman dalam bekerja. Hal ini terjadi karena perawat belum memahami dan belum siap dilakukan rotasi sehingga berdampak secara psikologis bagi perawat. Selain memberikan pengalaman negatif rotasi kerja juga memiliki pengalaman secara positif bagi perawat yang menjalani rotasi kerja seperti semangat kerja meningkat, dan perawat tetap mampu bekerja secara professional meskipun telah dilakukan rotasi. Manfaat rotasi seperti untuk penyegaran, menambah pengetahuan, menambah pengalaman dan keterampilan dan untuk penyegaran dalam bekerja merupakan manfaat rotasi yang dirasakan oleh sebagian partisipan dalam penelitian ini

3. Hambatan dan dukungan dalam pelaksanaan rotasi kerja terjawab dalam satu tema, yaitu: berbagai hambatan dan dukungan dalam pelaksanaan rotasi kerja. Proses adaptasi merupakan hambatan yang dialami perawat selama pelaksanaan rotasi. Kemampuan perawat melakukan adaptasi sangat diperlukan oleh perawat sehingga perawat dapat menyesuaikan diri secara mudah dengan lingkungan kerja yang baru. Sementara dukungan dalam pelaksanaan rotasi kerja diberikan oleh kepala ruangan dan teman sejawat. Kepala ruangan memberikan support terhadap perawat yang dilakukan rotasi. Selain kepala ruangan dukungan juga datang dari teman sejawat perawat di ruangan. Dukungan dari atasan langsung yang diperlukan adalah pemberian motivasi.

 

Contoh Tesis Rotasi Kerja

  1. Persepsi dan Pengalaman Perawat Pelaksana Terhadap Pelaksanaan Rotasi Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Pontianak 2011
  2. Hubungan Antara Motivasi Kerja Perawat dengan Rotasi Ruangan di Rumah Sakit Sentra Medika Depok
  3. Hubungan Antara Persepsi Rotasi dengan Motivasi Kerja Perawat di RSUD Cengkareng
  4. Hubungan Lamanya Waktu Rotasi dan Karakteristik Perawat dengan Produktivitas Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD dr.H Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2003
  5. Hubungan Rotasi Kerja terhadap Peningkatan Motivasi Kerja Perawat di RSP Pertamina, Jakarta
  6. Hubungan Rotasi Perawat dengan Motivasi Kerja di Rs Mitra Kemayoran
  7. Hubungan Rotasi Ruangan dengan Motivasi Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Tangerang

 

Incoming search terms: