Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Ratio Saham: Akurasi Price-Earning-Growth Ratio (Peg Ratio) dlm Mencari Saham

Judul Tesis : Akurasi Price-Earning-Growth Ratio (Peg Ratio) dalam Mencari Saham yang Menghasilkan Return di Atas IHSG

 

A. Latar Belakang

Pada praktiknya, jika P/E ratio saham sebuah perusahaan tergolong rendah maka investor akan mengatakan bahwa saham tersebut relatif murah atau undervalued sehingga layak dibeli. Sebaliknya, ketika P/E ratio saham sebuah perusahaan tergolong tinggi maka investor mengatakan saham tersebut relatif mahal atau overvalued sehingga kemungkinan yang terjadi adalah investor tidak akan memilih untuk membeli saham tersebut atau investor akan melakukan aksi profit taking atas saham yang dianggap sudah terlalu mahal.

Penggunaan P/E ratio sebagai dasar untuk memvaluasi harga saham didasarkan pada teori bahwa dalam kondisi ceteris paribus, P/E ratio yang tinggi mencerminkan return yang rendah, maka analis akan merekomendasikan saham tersebut untuk dijual, dan sebaliknya. Menurut Trevino dan Robertson (2002), terdapat hubungan antara return rata-rata harga saham selama 10 tahun ke depan dengan current P/E ratio. Hasil yang mereka temukan adalah semakin kecil current P/E ratio maka semakin tinggi return rata-rata harga saham selama 10 tahun ke depan. Pada gambar 1.1 penulis mencoba untuk merekonstruksi penelitian mereka dengan menggunakan data return indeks S&P 500 dan P/E ratio indeks S&P 500 dalam periode 1952-2012. Hasilnya masih sesuai dengan penelitian tersebut.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah PEG ratio dapat dijadikan metode untuk mencari saham yang menghasilkan return lebih tinggi dibandingkan IHSG?
  2. Apakah hubungan antara PEG ratio dengan saham yang menghasilkan return di atas IHSG bersifat linier atau nonlinier?
  3. Apakah PEG ratio berpengaruh signifikan dalam menentukan excess return sebuah saham dengan mempertimbangkan variabel kontrol berupa beta saham?

 

C. Landasan Teori

Price Earning (P/E Ratio)

Salah satu rasio pasar yang paling banyak digunakan oleh investor profesional dan peneliti akademisi dalam mengevaluasi saham perusahaan adalah price earning ratio (P/E ratio). Komponen P/E ratio terdiri dari dua variabel yaitu harga saham (price) dan laba tahunan per saham yang disebut juga dengan earning per share (EPS). Penghitungan P/E ratio secara sederhana adalah price dibagi dengan EPS (Damodaran, 2002).

 

Price Earning Growth (PEG) Ratio

Manajer investasi dan analis terkadang membandingkan P/E ratio terhadap pertumbuhan untuk mengidentifikasi saham yang undervalued dan overvalued. Pendekatan ini disebut juga sebagai price earning growth (PEG) ratio. Perusahaan dengan P/E ratio kurang dari pertumbuhan yang diharapkan dipandang sebagai undervalued. Untuk sebagian besar analis, terutama mereka yang menganalisis perusahaan yang termasuk dalam sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi, pendekatan PEG ratio ini memberi kontrol terhadap salah satu kelemahan P/E ratio dalam hal subyektifitas perusahaan pembanding.

 

Growth

Input yang paling penting dalam penilaian, terutama untuk pertumbuhan tinggi perusahaan, adalah tingkat pertumbuhan digunakan untuk memperkirakan pendapatan masa depan dan pendapatan. Ada tiga cara dasar memperkirakan pertumbuhan untuk setiap perusahaan tersebut (Damodaran, 2002).

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan 3 jenis growth untuk menentukan nilai PEG ratio yaitu growth menurut analyst estimates, growth menurut dividend growth model, dan growth sesuai actual growth saham untuk holding period selama 5 tahun yaitu tahun 2006-2011.

Uji hipotesis dari penelitian ini menggunakan regresi linear dan nonlinear yaitu regresi kuadratik dan logaritmik terhadap 45 perusahaan yang masuk ke dalam anggota indeks Kompas100.

 

E. Kesimpulan

  1. PEG Ratio berpengaruh signifikan terhadap excess return saham dengan menggunakan data pertumbuhan aktual maupun dengan pendekatan analyst estimates. Dalam penelitian ini, return on equity (ROE) dan dividend payout ratio (DPR) tidak dapat menghasilkan proyeksi pertumbuhan laba yang akurat, sehingga hasil regresi tidak signifikan.
  2. Bagi investor awam, yang paling memungkinkan untuk digunakan secara praktikal adalah regresi linier PEG ratio metode analyst estimates growth karena model ini juga signifikan secara statistik. Hanya saja kelemahannya tidak semua saham dibahas dalam laporan analis sehingga investor sulit untuk mendapat data analyst estimates seluruh saham di Bursa Efek Indonesia ketika akan memilih saham untuk diperdagangkan.

 

Contoh Tesis Ratio Saham

  1. Analisa Relvansi Akurasi Peramalan terhadap Efisiensi Biaya Persediaan di Divisi Pertambangan PT Trakindo Utama
  2. Akurasi Price-Earning-Growth Ratio (PEG Ratio) dalam Mencari Saham yang Menghasilkan Return di atas IHSG
  3. Analisis Pengaruh Quick Ratio, Total Assets Turnover, Debt Ratio dan Roa terhadap Return Saham Industri Barang Konsumsi dan Pakaian yang Terdaftar di BEJ
  4. Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS ), Price Earning Ratio PER), dan Devidend Payout Ratio (DPR) terhadap Pajak Penghasilan Final Atas Transaksi Saham di Bursa Efek Jakarta
  5. Analisa Debt Service Coverage Ratio pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005- Evaluasi Kebijakan Pusat dalam Pengukuran Kapasitas Daerah (Simulasi Analisa DSCR pada APBD Tahun 2006 Kabupaten Sragen)
  6. Analisis Pengaruh Return On Assets, Dividend Payout Rasio, Debt To Equity Ratio dan Economic Value Added terhadap Price Book Value pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta
  7. Analisis Pengaruh Net Flow, Expensise Ratio, dan Income Ratio Terhadap Kinerja Reksadana di Indonesia Periode 2004-2005
  8. Analisis Pengaruh dari Return On Assets, Return On Equity, Earning Per Share, Profit Margin, Assets Turn Over, Rasio Leverage Dan Debt To Equity Ratio terhadap Return Saham
  9. Analisis Pengaruh Jumlah Modal Inti, Pertumbuhan Kredit, Capital Adequacy Ratio, Loan To Deposit Ratio, dan Non Performing Loan terhadap Profitabilitas Bank Umum di Indonesia
  10. Analisis Economic Value Added, Debt Equity Ratio dan Price Earning Ratio Terhadap Stock Return pada Industri Real Estate dan Properti di Bursa Efek Jakarta Periode 1995-2004
  11. Analisis Beberapa Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Price Earning Ratio pada Industri Properti di Bursa Efek Jakarta (Penelitian Periode 2002 S.D. 2004)
  12. Analisis Assessment Ratio Studies Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Tangerang
  13. Analisa Pengukuran Produktivitas dengan Metoda Ratio dan Indeks di Politeknik Negeri Jakarta