Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Program Orientasi: Desain Program Orientasi Calon PNS Kementerian Sosial RI

Judul Tesis : Desain Program Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sosial RI

 

A. Latar Belakang

Perbaikan kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan publik menjadi isu yang semakin penting untuk segera mendapat perhatian dari semua pihak. Birokrasi yang memiliki kinerja buruk dalam memberikan pelayanan kepada publik akan sangat mempengaruhi kinerja pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan dalam rangka meningkatkan daya saing suatu negara pada era globalisasi. Tuntutan kesiapan birokrasi pelayanan di Indonesia untuk menghadapi era global sampai saat ini masih menjadi tanda tanya bagi banyak kalangan. Birokrasi pelayanan publik di Indonesia, berdasarkan laporan dari The World Competitiviness Yearbook tahun 1999 berada pada kelompok negara-negara yang memiliki indeks competitiveness paling rendah di antara 100 negara paling kompetitif di dunia (Dwiyanto, 2006, h. 55). Dari hasil penelitian sejak tahun 2005, World Economic Forum mendasarkan analisis daya saing ekonomi 142 negara di dunia dalam Global Competitiveness Index (GCI). Indeks ini merupakan indikator komprehensif yang mengukur pondasi mikro ekonomi dan makro ekonomi sebuah negara untuk menentukan daya saing.

Berdasarkan klasifikasi GCI, daya saing Indonesia semakin bergantung kepada elemen-elemen yang lebih komplek karena Indonesia mulai memasuki tahap pertumbuhan ekonomi yang didorong efisiensi pasar. Produktivitas mendasari tingkat kemakmuran yang bisa dicapai sebuah negara. Produktivitas juga menentukan return yang didapat investor dan investasi merupakan pendorong utama pertumbuhan. Semakin kompetitif maka negara semakin cepat tumbuh dari waktu ke waktu.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apa saja faktor pendukung program orientasi CPNS di lingkungan Kementerian Sosial RI ?
  2. Apa saja faktor penghambat program orientasi CPNS di lingkungan Kementerian Sosial RI ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Orientasi

Orientsi merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud mengenalkan tenaga kerja baru dengan tenaga kerja lama atau manajemen secara keseluruhan sesuai dengan hirarki perusahaan. Orientasi merupakan suatu proses untuk mengetahui dan mengenalkan tempatnya dalam totalitas hubungan pekerjaan, ruang lingkup perusahaan, dan berbagai macam kebijakan perusahaan yang harus ditaati oleh tenaga kerja baru (Ardana, dkk, 2011, h.86).

Manfaat Program Orientasi

Meskipun penelitian tentang program orientasi relatif sangat terbatas, beberapa manfaat umumnya sering dilaporkan. Salah satu bentuk manfaat dari program orientasi adalah pengurangan kecemasan karyawan baru. Dengan berkurangnya kecemasan yang lebih sedikit, karyawan baru dapat mempelajari tugas-tugasnya dengan lebih baik. Karyawan yang berorientasi dengan baik membutuhkan perhatian sedikit saja dari pembantu pekerjaan dan penyelia, melaksanakan pekerjaan dengan baik dan sangat mungkin untuk tidak keluar dari perusahaan (Mangkuprawira, 2011, h.169).

Program Orientasi Berbasis Kompetensi

Program orientasi berbasis kompetensi merupakan kegiatan orientasi yang menekankan pada kompetensi pegawai baru dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan kerja baru. Marquis & Huston (1998), program orientasi berbasis kompetensi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam program orientasi (Mangkuprawira, 2011, h. 165). Program ini berfokus pada hasil akhir dari orientasi dengan titik berat pada kinerja tugas.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.

Jenis penelitian seperti ini merupakan jenis penelitian deskriptif atau fenomena suatu realita sosial yang komplek dapat dihasilkan secara spesifik dan mendetail.

Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu Studi Literatur dan Dokumentasi dan Wawancara.

Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu sampel yang bertujuan sesuai dengan yang ingin dicapai dari penelitian ini.

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan tahapan yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (1987) yang terdiri dari : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

 

E. Kesimpulan

Sebagai tahap akhir dari penelitian ini adalah menyimpulkan hasil penelitian tentang desain program orientasi bagi CPNS Kementerian Sosial RI. Hasil penelitian tentang program orientasi yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Sosial RI bagi CPNS formasi 2005 ditemukan delapan faktor pendukung, lima faktor penghambat dan sembilan manfaat program. Denga adanya faktor pendukung pelaksanaan program dan banyaknya manfaat program orientasi bagi CPNS maka sebaiknya program orientasi CPNS dilaksanakan kembali oleh Kementerian Sosial. Sebagai langkah awal untuk melaksanakan program orientasi CPNS maka diperlukan sebuah desain program orientasi CPNS yang dapat menjadi acuan atau pedoman untuk melaksanakan program tersebut. Penelitian ini juga menghasilkan desain program orientasi berbasi kompetensi bagi CPNS Kementerian Sosial yang diharapkan dapat menjadi masukan dalam perencanaan dan penyusunan program orientasi bagi CPNS.

 

Contoh Tesis Program Orientasi

  1. Desain Program Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sosial RI
  2. Hubungan Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi Pasca Lulus dengan Prestasi Belajar Mahasiswa (pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan An – Nur Purwodadi)
  3. Desain Program Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sosial RI