Tesis Produktivitas Kerja: Pembentukan Human Resources Departemen dan Program Komunikasi

Judul Tesis : Pembentukan Human Resources Departemen dan Program Komunikasi untuk Mencegah Niat Mengundurkan Diri (Establishment Of The Department Of Human Resources And Communications Program To Prevent The Intention To Leave)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam era globalisasi, setiap organisasi dihadapkan pada persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Kondisi ini menuntut organisasi untuk merespon perubahan yang terjadi agar tetap eksis dalam persaingan global. Perubahan organisasi tersebut akan membawa dampak terhadap setiap manusia yang berada dalam organisasi. Karyawan merupakan modal utama organisasi, karena karyawan merupakan aset yang akan mendukung tercapainya tujuan utama organisasi. Karyawan dituntut untuk dapat mengoptimalkan dan merealisasikan kompetensinya sehingga perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dan kemampuannya untuk mengikuti perkembangan dan berkompetisi dunia industri.

Banyak perusahaan yang mulai berinvestasi di bidang sumber daya manusia. Aktivitas ini dimulai dari proses rekrutmen dan seleksi untuk menemukan sumber daya yang dinilai potensial/top performer oleh perusahaan. Setelah karyawan melalui proses rekrutmen dan seleksi, maka perusahaan selanjutnya dapat menilai karyawan mana yang benar-benar potensial dan mana karyawan yang dinilai kurang produktif. Dengan demikian perusahaan, yang menjadi tugas perusahaan selanjutnya adalah menemukan cara untuk mempertahankan sumber daya mereka karyawannya yang dinilai potensial ini dan berusaha menekan tingkat niat/keinginan mereka untuk berhenti bekerja dari perusahaan, dan mengeliminasi mereka yang dinilai kurang potensial.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:

  • Diantara faktor Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja, dimensi apakah yang paling mempengaruhi masalah tingginya niat untuk mengundurkan diri di PT. XYZ?
  • Bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan PT. XYZ untuk menekan tingkat niat untuk mengundurkan diri dalam organisasinya?

 

C. Tinjauan Teoristis Tesis

Definisi Niat Untuk Mengundurkan Diri

Good et al. (1996; Pareke, 2004) menjelaskan, keinginan berpindah adalah kecenderungan atau niat (intention) seseorang untuk secara aktual mengundurkan diri (actual turnover) dari suatu organisasi. Menurut Arnold and Feldman (1982; Nelwan, 2008) niat mengundurkan diri adalah keinginan berpindah dari karyawan yang mengacu pada kelanjutan hubungannya dengan perusahaan dan belum diwujudkan dalam tindakan meninggalkan perusahaan secara aktual. Dalam setiap sektor industri dalam berbagai organisasi, kita akan selalu menemukan cukup banyak karyawan yang bergabung dan meninggalkan tempat kerja mereka baik karena berbagai alasan, misalnya untuk mendapatkan gaji lebih banyak, tidak menyukai kondisi pekerjaan atau lingkungan pekerjaan mereka, tidak menyukai rekan kerja mereka atau karena pasangan mereka mendapatkan pekerjaan di lokasi lain, merupakan berbagai alasan karyawan untuk mengundurkan diri (Vineet Tandon 2006; Gupta, 2011).

 

Definisi Iklim Organisasi

Tagiuri dan Litwin (dalam Wirawan, 2007) menyatakan bahwa iklim organisasi merupakan kualitas lingkungan internal organisasi yang secara relatif terus berlangsung, dialami oleh anggota organisasi dan mempengaruhi perilaku mereka serta dapat dilukiskan dalam satu set karateristik atau sifat organisasi. Menurut Wirawan (2007) iklim organisasi melukiskan internal organisasi dan berakar pada budaya organisasi. Umumnya iklim organisasi dengan mudah dapat dikontrol oleh pemimpin atau manajer. Iklim organisasi merupakan persepsi anggota organisasi mengenai dimensi-dimensi iklim organisasi. Iklim organisasi mempengaruhi kinerja mereka dan kemudian mempengaruhi kinerja organisasi. Menyadari betapa iklim organisasi memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap setiap individu di organisasi, yan pada ujung-ujungnya akan pula berpengaruh terhadap kualitas kerja, maka dengan sendirinya perlu pemahaman yang baik tentang iklim organisasi (Idrus, 2006).

 

Definisi Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja menurut Kreiter dan Kinicki (2005) adalah respon emosional terhadap pekerjaan seseorang. Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan secara keseluruhan tentang pekerjaan atau karir dalam hal dimensi tertentu dari pekerjaan atau karier (Thompson, Thompson & Orr, 2003; dalam Nadeem & Abbas, 2009). Kepuasan atau ketidakpuasan kerja adalah suatu sikap yang mencerminkan sejauh mana seorang individu bahagia atau puas dengan pekerjaannya. (Griffin, 2002).

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT XYZ. Sampai penelitian dilakukan, total karyawan berjumlah 80 orang.

Terbagi dalam 65 orang karyawan WNI, dan 15 orang WNA. Dari 65 kuesioner yang disebarkan, berhasil didapatkan 44 partisipan untuk mendukung penelitian ini.

 

E. Kesimpulan

Penelitian ini meneliti mengenai permasalahan tingginya tingkat pengunduran diri karyawan di sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang industri manufaktur, PT XYZ. Permasalahan ini menjadi unik karena walaupun termasuk perusahaan besar dan ternama, PT XYZ tidak memiliki departemen HR. Menyadari tantangan yang akan dihadapi ke depan disertai dengan gejala-gejala yang telah terjadi di orgasisasi saat ini, seperti tingginya tingkat perpindahan karyawan, absensi, serta kinerja yang tidak memuaskan dari karyawan, organisasi dituntut untuk menemukan strategi khusus yang dapat perpindahan karyawan ini, dengan demikian perusahaan bertahan dan bersaing di dunia industri manufaktur.

Perpindahan karyawan merupakan masalah yang rumit karena untuk mencari karyawan baru perusahaan akan menghabiskan banyak biaya. Penggunaan alat ukur yang dipilih peneliti guna mengukur niat karyawan untuk mengundurkan diri dapat menjadi bahan pertimbangan untuk terus dilakukan penelitian dalam bidang ini di kemudian hari. Iklim organisasi merupakan persepsi karyawan mengenai organisasi mereka. persepsi ini dapat mempengaruhi perilaku karyawan. Pentingnya strategi yang harus dilakukan organisasi agar karyawan memiliki persepsi yang baik terhadap perusahaan membuat peneliti memilih iklim organisasi sebagai indikator niat untuk mengundurkan diri. Kepuasan kerja merupakan indikator lain yang digunakan peneliti untuk meneliti niat untuk mengundurkan diri. Dalam penelitian ini, iklim organisasi terbukti secara signifikan memberi pengaruh terhadap niat untuk mengundurkan diri.

Dengan ditemukannya bahwa iklim organisasi memberikan pengaruh pada niat untuk mengundurkan diri, perusahaan membutuhkan intervensi khusus agar dapat meminimalisir niat karyawan untuk mengundurkan diri. Strategi intervensi yang dirancang sebagai cara untuk menekan niat untuk mengundurkan diri sehingga perusahaan dapat terus mempertahankan karyawan potensial mereka.

Intervensi pada struktur perusahaan dengan menambahkan departemen HR yang sebelumnya tidak ada diajukan karena tidak ada departemen yang mau bertanggung jawab pada pelaksanaan program-program intervensi. Intervensi pembuatan HR ini diberikan juga dengan tujuan untuk agar fungsi HR dapat berjalan secara maksimal dalam perusahaan.sehingga faktor-faktor yang menjadi kebutuhan karyawan dapat terpenuhi dan seistem kepegawaian berjalan dengan baik.

Setelah melalui diskusi dengan pihak manajemen perusahaan, mereka setuju untuk menciptakan departemen HR, namun, untuk mengimplementasikannya membutuhkan waktu lama karena masalah birokrasi dalam peusahaan. Sementara rancangan intervensi untuk dimensi komunikasi dari iklim orgasisasi yang terbukti signifikan mempengaruhi niat untuk mengundurkan diri berdasarkan hasil penelitian tetap diajukan sebagai bahan pertimbangan untuk dapat diimplementasikan secara maksimal oleh perusahaan dikemudian hari.

 

Contoh Tesis Program Komunikasi

  1. Evaluasi Penggunaan Saluran Komunikasi Antarpribadi Sebagai Salah Satu Strategi Komunikasi dalam Proses Adopsi Inovasi Program Pemerintah (Studi Kasus Program Keluarga Harapan)
  2. Evaluasi Program Tanggung Jawab Sosial Sektor Swasta (Corporate Social Responsibility) Sebagai Alat Komunikasi Perusahaan
  3. Pembentukan Human Resources Departemen dan Program Komunikasi untuk Mencegah Niat untuk Mengundurkan Diri
  4. Prinsip-Prinsip Komunikasi dalam Mengemas Pesan Pendidikan Melalui Radio (Suatu Studi terhadap Naskah Program Pendidikan dan Pelatihan Guru Sekolah Dasar Melalui Siaran Radio)
  5. Program Community Development Sebagai Strategi Komunikasi Manajemen Public Relations dalam Membina Hubungan dengan Komunitas
  6. Efektivitas Program Komunikasi  Audit Komunikasi Investor Relations di PT. Astra International, Tbk
  7. Evaluasi Efektifitas Program Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Bidang Usaha Jasa Klinik Kecantikan
  8. Evaluasi Pelaksanaan Komunikasi di dalam Organisasi Penyebaran Informasi Mengenai Program Sistem Pengelolaan Kinerja di PT Sucofindo (Persero)