Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pola Komunikasi: Pola Komunikasi Perawat Pelaksana dlm Pelayanan Keperawatan

Judul Tesis : Pola Komunikasi Perawat Pelaksana dalam Pelayanan Keperawatan Peka Budaya di Wilayah Priangan Jawa Barat Indonesia Action Research Study

A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memicu terjadinya persaingan profesi keperawatan antar negara semakin kompetitif. Perkembangan tersebut harus disikapi dengan bijak oleh kalangan profesi keperawatan di Indonesia. Langkah-langkah kebijakan pengembangan profesi keperawatan harus sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan didunia. Informasi perkembangan perawat secara global dapat diikuti oleh organisasi PPNI dan AIPNI dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselengarakan oleh ICN (International Counsil Of Nursing) dan juga oleh organisasi profesi keperawatan di negara maju.

Perkembangan profesi keperawatan di dunia sudah sangat maju dan sejajar dengan profesi kesehatan lainnya. Situasi demikian sangat berbeda dengan perkembangan profesi keperawatan di Indonesia. Saat ini profesi keperawatan di Indonesia sedang berproses membenahi diri melalui proses pendidikan tinggi keperawatan, perbaikan kondisi organisasi, system pelayanan kesehatan, perbaikan tatanan pelayanan kesehatan dan menyiapkan undang-undang keperawatan (Hamid, 2002 ; Nurachmah, 2004). Profesionalisme perawat akan meningkatkan pelayanan keperawatan. Meningkatnya pelayanan keperawatan salah satunya ditentukan dengan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Keterampilan berkomunikasi bukan bawaan, melainkan bisa dipelajari dan dikembangkan (Potter & Perry, 2006). Saat ini sangat disayangkan, banyak kalangan profesional medis dan perawat kurang menyadari hal ini. Situasi diatas terbukti dengan merebaknya kasus pengaduan pelanggan. Para pelanggan rumah sakit merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan pihak rumah sakit (45,3 %) dari jumlah pasien yang dirawat. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan Namun kondisi yang demikian sangatlah tidak mudah, ketika masih ada beberapa citra yang negatif tentang profesi keperawatan. (Haber, 2000).

 

B. Rumusan Masalah Penelitian

Kemampuan komunikasi perawat yang bekerja di tantanan layanan kesehatan pada umumnya masih rendah. Fakta menunjukkan masih banyak perawat yang tidak melakukan komunikasi secara optimal, salah satunya teramati ketika perawat bertemu pasien pertama kali, ia tidak memperkenalkan diri. Kondisi tersebut mencerminkan komunikasi tidak dilakukan sesuai standar dan teori. Selain itu, prosedur intervensi tidak dijelaskan secara rinci oleh perawat pelaksana. Perawat tidak ramah dan judes dalam berkomunikasi ketika memberikan pelayanan keperawatan sehingga masih banyak keluhan pasien dan keluarga serta masyarakat. Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor yaitu, latar belakang pendidikan perawat, pengalaman kerja, beban kerja perawat, kesejahteraan perawat, sistem manajemen, pelatihan yang berkesinambungan, lingkungan kerja, situasi kerja yang tidak kondusif dan kompetensi komunikasi perawat.

Hasil penelitian lain mengungkapkan bahwa sebagian besar perawat hanya mempunyai kemampuan cukup dalam berkomunikasi dengan pasien. Hasil survey atau pengalaman lapangan juga menunjukkan kemampuan komunikasi perawat masih rendah. Kemampuan komunikasi yang masih rendah ini dapat disebabkan karena belum adanya pola komunikasi dalam pelayanan keperawatan yang terstandar rumusannya. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya adalah sebagai berikut : Pola komunikasi perawat pelaksana dengan pasien, keluarga dan tim kesehatan lainnya yang bagaimanakah yang peka budaya Priangan – Jawa – Barat – Indonesia ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Keperawatan

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang berdasarkan pengetahuan ilmiah, kemampuan teknikal, hubungan interpersonal dalam memberikan pelayanan keperawatan secara komprehensif kepada individu, keluarga dan masyarakat, baik sakit maupun sehat, berbentuk pelayanan yang humannistik penuh dedikasi dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dengan memandang pasien secara holistik, yang terdiri dari bio, psiko, sosial dan spiritual, dengan pendekatan proses keperawatan sebagai metode ilmiah (kelompok kerja keperawatan, CHS, 1983; Marriner, 2001; Watson , 2002, ANA, 2002; Tomey and Alligood, 2006; Potter and Perry, 2008 ).

Pengertian Caring

Greenhalgh, Vanhanen dan Kyngas (1998) mendefinisikan caring adalah upaya perawat dalam menciptakan rasa aman pada pasien dalam memberikan perawatan fisik, serta kebutuhan emosional pasien. Menurut Leininger. (1979) ; Lea, Watson & Deary.(1998) menyebutkan bahwa caring adalah esensi keperawtan yaitu merupakan inti nilai-nilai moral keperawatan yang berdasarkan nilai kemanusiaan dan mendahulukan kesejahteraan orang lain, dalam hal ini pasien dan keluarganya.

 

Komunikasi pengkajian perawat peka budaya

Landasan teori komunikasi dalam pelayanan keperawatan menggacu pada teori Hildegard Peplau, (200), dengan Interpersonal Nursing Theory, berfokus pada inti pasien sepanjang waktu pelayanan keperawatan. Proses tersebut menghasilkan hubungan yang berarti antara perawat dengan pasien. Berdasarkan interpersonal nursing theory, pasien dipandang sebagai individu yang mempunyai kebutuhan psikologis, sedangkan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik.

 

D. Metode Penelitian

Tujuan penelitian untuk menghasilkan Pola komunikasi perawat pelaksana dalam pelayanan keperawatan yang mencirikan perawat profesional yang sesuai dengan sosial budaya Priangan-Jawa Barat – Indonesia.

Desain penelitian yang digunakan adalah action research dengan pendekatan studi etnografi.

Partisipan perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung berjumlah 31 orang Partisipan di ambil secara purposive sampling.

Pengumpulan data dilakukan selama satu tahun, dengan wawancara mendalam, observasi partisipan, catatan lapangan dan wawancara mendalam kepada subyek yang terkait dengan partisipan.

Temuan penelitian; Perawat harus mengetahui kondisi klien dan mempersiapkan penampilan, perawat peduli terhadap kliennya, komunikasi mulai dilakukan secara efektif, Perawat berperilaku ramah, menampilkan karakteristik budaya Priangan, pengkajian sosial budaya klien lebih lengkap.

 

E. Kesimpulan

  1. Pola komunikasi perawat peka budaya Priangan sudah tersusun, namun perlu penyempurnaan. implementasi dalam pelayanan keperawatan dan pengembangan melalui penelitian lanjutan
  2. Pasien dan keluarga mempunyai harapan perawat selalu ramah, peduli komunikasi jelas dan lengkap, ketika memberikan pelayanan keperawatan.
  3. Pola komunikasi perawat pelaksana peka budaya Priangan dapat dirumuskan.

 

Contoh Tesis Pola Komunikasi

  1. Pola Komunikasi Perawat Pelaksana dalam Pelayanan Keperawatan Peka Budaya di Wilayah Priangan Jawa Barat Indonesia
  2. Pola Tingkat Pengenaan Media Komunikasi dalam Difusi Inovasi Gogorancah (Suatu Studi di Daerah Kritis Lombok Selatan Nusa Tenggara Barat)
  3. Relevansi Kompetensi Komunikasi Antarpribadi terhadap Akulturasi Kebudayaan (Sekilas Tinjauan Pola Interaksi Pramuwisata Indonesia dengan Wisatawan Jepang)
  4. Pola Komunikasi Dalam Kelompok Hacker dan Hubungannya dengan Kegiatan Hacking (Studi Kasus Pada Hacker di Indonesia)
  5. Pola Komunikasi Interpersonal dalam Pembuatan Keputusan Organisasi_ Kasus Tentang Penundaan Revisi UU Pemerintahan Daerah oleh Apkasi 2001-2004
  6. Pola Komunikasi Keluarga Anak Autisme dalam Masa Terapi

 

 

Incoming search terms: