Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Perilaku Konsumen

Tesis Perilaku Konsumen – Dalam strategi pemasaran suatu perusahaan terdapat tiga keputusan penting yang menjadi sasaran dari strategi pemasaran itu sendiri, yaitu mengenai konsumen mana yang akan dituju, bauran pemasaran yang bagaimanakah yang dapat memenuhi kepuasan konsumen, serta berapa biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. Selain itu faktor penentu keberhasilan pemasaran juga dipengaruhi oleh minat konsumen dalam keputusannya membeli suatu produk, karena keputusan akhir untuk membeli produk yang terdiri dari berbagai macam merk tersebut terletak pada sikap konsumen yang akan membelinya.

 Sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen merupakan hasil dari faktor genetis dan proses belajar serta selalu berhubungan dengan suatu obyek atau produk. Sikap biasanya memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap obyek atau produk yang dihadapinya. Untuk menganalisis sikap konsumen dalam pembelian produk, dibutuhkan informasi yang berupa sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen serta faktor yang membentuk dan mempengaruhinya.

Faktor-faktor tersebut adalah sikap dan norma subjektif terhadap atribut produk. Atribut tersebut adalah harga beli, harga jual, kualitas mesin, kualitas bahan, keiritan, desain, warna, ruang bagasi, suku cadang, layanan purna jual, kemudahan penggunaan, dan bobot. Selain itu sikap juga mempunyai peranan penting dalam pembentukan perilaku sehingga dengan menganalisa sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen, maka perusahaan dapat mengetahui sejauh mana sikap dan norma subjektif konsumen berpengaruh terhadap minat membeli produk serta perbedaan sikap dan norma subjektif konsumen berdasarkan karakteristik konsumen yaitu gender, usia, penghasilan.

Pengertian Perilaku Konsumen 

Menurut Loudon dan Della Bitta (1988:8), ”Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang dilakukan oleh individu-individu dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau menghabiskan barang dan jasa”.

Sementara menurut Dharmmesta dan Hani Handoko (1997:3), ”Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terikat dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut”.

Selain itu ”Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan langsung yang terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan itu” (Engel, Blackwell dan Miniard, 1994:3).

Penelitian Tentang Perilaku Konsumen

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Sheng Chiou (1998) berjudul ”The Effects Of Attitude, Subjective Norm, and Perceived Behavioral Control On Consumers – Purchase Intentions : The Moderating Effects of Product Knowledge and Attention to Social Comparison Information” hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepentingan relatif dari sikap, norma subjektif, dan control perilaku dalam memperkirakan minat bervariasi saat konsumen memiliki tingkatan- tingkatan yang berbeda terhadap pengetahuan produk yang subjektif dan Attention to Social Comparison Information (ATSCI). Pengetahuan subjektif adalah variabel moderating untuk hubungan antara sikap dan minat pembelian serta untuk hubungan antara norma subjektif dan minat pembelian.
  2. Penelitian terdahulu tentang sikap, kepercayaan, dan norma subjektif telah dilakukan, antara lain oleh Ramayah, Nasarudin, Nasser & Boon Sin (2004) berjudul “The Relationships Between Belief, Attitude, Subjective Norm, and Behavior Towards Infant Food Formula Selection” yang mengungkapkan bahwa TRA (Theory of Reasoned Action) atau teori tindakan beralasan tentang keyakinan berperilaku, keyakinan normatif, evaluasi akibat, dan kemauan ikut orang lain dengan tujuan untuk memahami bahwa bagaimana respon mengevaluasi suatu sikap tertentu atau persepsi konsumen akan keyakinan referen.
  3. Penelitian lain juga dilakukan oleh Honkanen, Olsen and Verplanken (2005) yang berjudul “Intention To Consume Seafood – The Importance Of Habit” mengungkapkan adanya indikasi bahwa pengalaman masa lalu dan kebiasaan digunakan untuk menjelaskan perbedaan dalam niatan serta mengindindikasikan bahwa pembentukan niatan tidak harus memerlukan penjelasan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas menunjukkan bahwa hasil ini sesuai dengan Theory of Reasoned Action yang dikemukakan oleh Ajzen yang intinya  mengemukakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh minat berperilaku. Sedangkan minat berperilaku dipengaruhi oleh variabel sikap dan norma subjektif. Dengan demikian hasil penelitian ini semakin menguatkan kebenaran dari teori tersebut dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Tesis Perilaku Konsumen.

Incoming search terms: