Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Perbandingan Relokasi Rendezvous: Perbandingan Relokasi Rendezvous Point

Judul Tesis: Analisa Perbandingan Relokasi Rendezvous Point pada Lingkungan Routing Multicast IPv6 dengan Menggunakan Bootstrap Router Sebagai Pengatur Relokasi

A. Latar Belakang

Mekanisme pada BSR yang dispesifikkan pada RFC 5059 tersebut yang hanya memiliki 1 RP dan 1 Backup-RP ini tahan terhadap failure yang terjadi apabila memiliki kandidat RP lebih dari satu, akan tetapi mekanisme ini tidak menghitung beban multicast router RP sehingga QoS kurang bisa diterapkan dengan baik. BSR tidak didesain untuk memiliki penjagaan QoS jaringan dan relokasi RP ketika ada kandidat RP yang mungkin dinilai mampu menjaga kualitas dengan baik. Penggantian RP dan Backup-RP hanya terjadi ketika terjadi kegagalan RP saja. Dibutuhkan suatu metode baru untuk merelokasi RP secara dinamis sehingga kualitas hubungan many-to-manydapat berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, diperlukan suatu analisa otomatisasirancangan relokasi Rendezvous Point oleh BSR secara otomatis dengan menggunakan proses pemilihan RP yang dilakukan secara otomatis dan dinamis walaupun tidak ada penambahan atau pengurangan anggota multicast selain untuk menjaga kemungkinan failover tetapi juga mampu menjaga QoS (Quality of Service) trafik multicast pada RPdengan baik agar tidak ada RP yang terbebani secara terus menerus.

 

B. Rumusan Penelitian Tesis

  1. Bagaimana relokasi RP dilakukan dengan algoritma lokasi distribusi dengan meminimalisir resiko terjadinya packet loss.
  2. Bagaimana DR (Designated Router) mendapatkan alamat RP dengan menggunakan mekanisme Hybrid Bootstrap untuk meminimalisir waktu pemrosesan.
  3. Bagaimana relokasi RP ketika cost minimal ditambahkan oleh threshold sehingga bandwidth pada RP tidak terlalu besar.

 

C. Tinjauan Pustaka

Internet Protocol Version 6

Internet Protocol adalah protokol komunikasi dasar yang digunakan untuk mengirimkan paket datagram dari pengirim ke penerima dengan hanya menggunakan alamat IP melalui jaringan internetwork IP adalah protokol utama yang membentuk Internet.

Header IPv6

Pada IPv6 dengan asumsi 1 kata adalah 32-bit, maka seperti yang terlihat pada Gambar 2.4, paket header IPv6 memiliki 5 kata dari baris paling atas, dimana Version, Traffic Class, Flow Label, Payload Length, Next Header dan Hop Limit termasuk 1 kata. Lalu 2 kata di dalam alamat pengirim dan 2 kata di dalam alamat penerima. Pada IPv6, masing – masing bit memiliki fungsinya yang dijelaskan oleh standar RFC 1883.

Protokol Multicast

Protokol Multicast adalah protokol pengiriman pesan atau informasi ke suatu grup dari alamat pengiriman secara simultan pada satu transmisi dari pengirim yang secara otomatis mereplikasi pesan multicast tersebut pada saat pengiriman (biasanya pereplikasian data dilakukan oleh (multicast router).

D. Metodologi Penelitian

Tahap ini merupakan tahapan persiapan yang meliputi pengumpulan informasi perancangan sistem. Studi literatur mengenai IPv6, Multicast, BSR, dan model penentuan RP yang dapat diperoleh baik melalui literatur web, paper, ataupun buku-buku pemrograman yang diperlukan dan juga RFC yang diperlukan agar simulasi dapat merepresentasikan hal yang nyata.

Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan apa saja yang diperlukan agar QoS dapat terjaga di jaringan multicast routing dan perancangan sistem untuk merumuskan solusi yang tepat dalam pembuatan rancangan skenario serta kemungkinan yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan rancangan tersebut.

Pada tahap ini, desain model matematika ditentukan dan diukur sesuai dengan kebutuhan yang telah dispesifikasikan di awal pengujian. Pada tahap ini, dilakukan analisa skenario terhadap kualitas jaringan dan pengukuran kinerja dengan beberapa data yang melibatkan beberapa pengguna untuk kemudian dilakukan perbaikan apabila terdapat kesalahan sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap hasil uji coba tersebut.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada pengiriman data dengan menggunakan protokol UDP, pengaturan ukuran paket dan jarak waktu antar tiap paket harus diatur terlebih dahulu dikarenakan protokol ini tidak memiliki penjagaan sebagaimana protokol TCP.
  2. Pada kasus penggunaan Threshold yang rendah, paket yang hilang mampu dikurangi sampai dengan 54% sedangkan untuk penggunaan Threshold yang tinggi, paket yang hilang mampu dikurangi sampai dengan 39%.
  3. Protokol mekanisme Hybrid Bootstrap yang menggunakan BSR sebagai pengambil RP_Set oleh DR, dapat juga dikembangkan lebih lagi pada proses relokasi dengan menggunakan BSR sebagai pemeran utama.

Contoh Perbandingan Relokasi Rendezvous

  1. Analisa Perbandingan Relokasi Rendezvous Point pada Lingkungan Routing Multicast IPv6 dengan Menggunakan Bootstrap Router Sebagai Pengatur Relokasi