Tesis Pengembangan Produk : Analisa Konseptual Pengembangan Produk dgn Analisa Conjoint

Judul Tesis : Analisa Konseptual Pengembangan Produk dengan Pendekatan Analisa Conjoint (Studi Kasus PT. Sinar Sosro)

 

A. Latar Belakang Tesis

Perkembangan industri produk consumer good mengalami perkembangan yang sangat cepat. Munculnya industri baru menimbulkan tingkat persaingan industri penghasil produk sejenis dan produk subtitusi semakin meningkat. Kondisi tersebut mengharuskan perusahaan untuk segera melakukan pengembangan produknya agar tetap mampu bersaing dipasaran. Perkembangan industri penghasil minuman kemasan saat ini juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan semakin berkembangnya industri tersebut menyebabkan tingkat persaingan juga sangat ketat.

SOSRO merupakan perusahaan yang memproduksi minuman kemasan dengan bahan dasar teh. Produk yang dihasilkan beragam baik dalam jenis produk, kemasan, dan rasa yang ditawarkan. Perusahaan ini dirintis dari tahun 1940, dan dalam sejarah perkembangannya berupaya untuk selalu memenuhi selera konsumen dengan melakukan riset. Tujuannya adalah bagaimana untuk selalu dapat memuaskan konsumen (customer satisfaction). Memang saat ini salah satu produk andalannya yaitu Teh Botol Sosro masih menjadi market leader. Namun dengan munculnya produk-produk dengan slogan teh hijau (green tea) dikhawatirkan akan mempengaruhi pangsa pasar yang selama ini telah dikuasai. Berdasarkan data dan riset yang telah dilakukan bahwa produk minuman kemasan berbahan dasar teh hijau (green tea) menunjukan tingkat pertumbuhan yang sangat signifikan. Oleh karena itu, PT. Sosro akan mengembangkan produk dengan bahan dasar teh hijau.

 

B. Rumusan Permasalahan

Berdasarkan diagram keterkaitan masalah diatas dapat dilihat bahwa permasalahannya adalah terletak pada perlunya pengembangan produk yang baru berdasarkan keinginan (preferensi dari atribut yang dimiliki produk) yang diinginkan oleh konsumen.

 

C. Dasar Teori

Analisa Conjoint

Analisa conjoint adalah teknik multivariat yang digunakan secara khusus untuk mengetahui bagaimana preferensi responden terhadap produk dan jasa. Berdasarkan pemikiran sederhana bahwa konsumen mengevaluasi nilai dari produk/jasa/ide (nyata atau hipotetis) dengan mengkombinasi dari sejumlah nilai yang ditawarkan dari masing-masing atribut. Utility, secara konsep dasar adalah mengukur nilai dari analisa conjoint, adalah penilaian (judgement) yang unik secara subyektif dari setiap individu. Mencakup seluruh fitur dari produk atau jasa, baik nyata atau tidak nyata, dan oleh karena itu diukur seluruh preferensi. Dalam analisa conjoint, utilitas adalah asumsi yang menjadi dasar menggunakan nilai pada setiap level dalam setiap atribut dan menunjukan cara hubungan timbal balik utilitas yang diformulasikan untuk kombinasi banyak atribut.

Identifikasi atribut dan tarafnya

Atribut atau taraf atribut yang akan digunakan dalam merancang stimuli (kombinasi antar taraf atribut), dari sisi teori, sangat disarankan merupakan atribut yang memiliki peran dalam mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih produk. Pada umumnya cara yang sering ditempuh untuk mendapatkan atribut mana yang berperan dilakukan melalui diskusi dengan pakar, dapat juga melalui explorasi data sekunder atau melakukan penelitian pendahuluan.

Pengembangan Strategi Pemasaran

Mendesain strategi pemasaran awal untuk produk berdasarkan konsep produk. Pengembangan strategi pemasaran mengungkapkan perlunya pernyataan strategi pemasaran. Pernyataan strategi pemasaran adalah pernyataan dari strategi yang telah direncanakan untuk produk baru yang menggarisbawahi pasar sasaran yang dituju, penentuan posisi produkyang telah direncanakan, dan penjualan, pangsa pasar, dan sasaran laba.

 

D. Metode Penelitian

Dari hasil pengamatan dan diskusi dengan pihak perusahaan bahwa jumlah atribut yang ada pada produk berjumlah 4 atribut (atribut < 10), jadi metodologi conjoint yang digunakan adalah traditional conjoint.

Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala rating (metrik), yaitu dengan menggunakan skala likert 1 sampai 5, dimana nilai tertinggi menunjukan preferensi tertinggi.

Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner yaitu dengan meminta responden untuk memberi rating (1 sampai 5) terhadap stimuli yang diberikan.

Metode presentasi yang dipakai adalah metode full-profile dengan jumlah stimuli sebanyak 32 stimuli (4x2x2x2=32 stimuli).

Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah full-profile karena metode ini paling populer.

 

E. Kesimpulan

  1. Nilai kepentingan relatif masing-masing atribut dalam memilih produk green tea adalah sebagai berikut : untuk atribut rasa sebesar 71.50%, atribut warna sebesar 11.74%, atribut aroma sebesar 10.26% dan atribut kemasan sebesar 6.50%.
  2. Pilihan konsumen terhadap level dari atribut yang ditunjukan dari utility plot menghasilkan bahwa rasa yang dipilih konsumen adalah rasa mix fruit dengan nilai rata-rata utility sebesar 1.3862, warna produk yang disukai adalah warna hijau kecoklatan dengan nilai rata-rata utility sebesar 0.2037, aroma yang diinginkan adalah aroma jasmine/melati dengan nilai rata-rata utility sebesar 0.1786, sedangkan kemasan yang diinginkan adalah kemasan botol 500 ml dengan nilai rata-rata utility sebesar 0.1007.
  3. Tidak terdapat perbedaan preferensi untuk berbagai kategori seperti lokasi tempat tinggal, usia, jenis kelamin dan tingkat pendapatan per bulan.
  4. Pertimbangan utama konsumen dalam memilih produk green tea adalah karena rasanya dengan nilai importance (% range utility sebesar 71.50%).
  5. Dari hasil market share simulation diperoleh bahwa untuk mengembangkan produk didasarkan atas atribut utama yang mendominasi yaitu mix fruit, dengan kombinasi dengan atribut lainnya untuk menghasilkan variasi produk.

 

Contoh Tesis Pengembangan Produk

  1. Pengembangan Produk Baru Sebagai Alat Strategis untuk Meraih Keunggulan di Pasar yang Bersaing
  2. Pengembangan Produk Water Base Liquid Insecticide Spray Sebagai Pengganti Hit Oil Spray
  3. Peningkatan Indeks Kualitas Produk pada Tahap Pengembangan Produk di PT. XYZ dengan Metode Six Sigma
  4. Perancangan dan Pengembangan Produk Mesin Pemanen Padi (Combine) Portable
  5. Perancangan dan Pengembangan Produk Repair Clamp Pipa
  6. Persepsi Karyawan Internal PT. Karimun Granite Tentang Pengaruh Isu-Isu Manajerial dan Elemen Produk Industri terhadap Keputusan Pengembangan Produk Internasional PT. Karimun Granite
  7. Strategi Pengembangan Produk Fanta pada PT Coca-Cola Indonesia
  8. Strategi Pengembangan Produk Unggulan Usaha Sektor Informal Tradisional
  9. Analisa Konseptual Pengembangan Produk dengan Pendekatan Analisa Conjoint- Studi Kasus PT Sinar Sosro