Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pengaruh Kualitas: Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja trhdp Keterikatan Pegawai

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality Of Work Life) terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam menilai kualitas kehidupan kerja, Walton (1975) menjabarkan delapan kategori konseptual terkait kualitas kehidupan kerja, yaitu kompensasi yang sesuai dan adil, kondisi kerja yang sehat dan aman, kesempatan yang luas untuk memanfaatkan dan mengembangkan kapasitas manusia, kesempatan dalam perkembangan karir yang berkelanjutan dan keamanan karir, integrasi sosial dalam organisasi kerja, konstitusionalisme dalam organisasi kerja, pekerjaan dan ruang lingkupnya secara keseluruhan, serta relevansi sosial dari kehidupan kerja. Kedelapan kategori konseptual ini juga dipandang sebagai konstruk dari kualitas kehidupan kerja.

Berbagai penelitian tentang kualitas kehidupan kerja telah banyak dilakukan di berbagai negara. Penelitian-penelitian tersebut juga menggunakan berbagai pendekatan yang berbeda-beda. Dari seluruh penelitian tersebut, Bustillo (2009) membuat pendekatan lain yang merupakan intisari dari berbagai pendekatan sebelumnya, yaitu dengan menyatakan bahwa untuk mengukur kualitas kehidupan kerja dapat dilihat pada dimensi work quality dan employment quality. Teori yang dikemukakan Bustillo inilah yang akan digunakan untuk mengukur kualitas kehidupan kerja pada penelitian yang akan dilakukan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan keterikatan pegawai (employee engagement)?
  2. Dimensi kualitas kehidupan kerja (quality of work life) apa saja yang mempengaruhi keterikatan pegawai (employee engagement)?

 

C. Tinjauan Pustaka Tesis

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia merujuk pada seluruh bentuk kebijakan, sistem dan berbagai aspek praktis yang berhubungan dengan perilaku dan sikap karyawan, juga terkait dengan kinerja karyawan, dan umumnya meliputi aktivitas analisis hasil kerja, perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, kompensasi, manajemen kinerja, serta hubungan antar karyawan. Untuk kondisi saat ini dimana setiap perusahaan berlomba-lomba menjadi yang terbaik di industrinya, kekuatan yang menjadi keunggulan daya saing pada umumnya adalah kemampuan perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya.

Kualitas Kehidupan Kerja (Quality of Work Life)

Istilah “kualitas kehidupan kerja” (quality of work life) mulai dikenal di akhir abad 19 dan dipergunakan pertama kali oleh Irving Bluestone, seorang pegawai General Motors dalam mengevaluasi kepuasan pegawai (Goode, 1989 dalam Anbarasan dan Nikhil, 2010). Secara teoritis, kualitas kehidupan kerja dapat dilihat menurut dua perspektif proses. Pertama, yaitu menurut perspektif perusahaan dimana pegawai dipandang sebagai sumber daya utama yang berharga, memiliki tanggung jawab dan mampu berkontribusi bagi perusahaan sehingga pegawai harus diperlakukan dengan baik dan penuh penghargaan (Straw dan Hecksher,1984 dalam Anbarasan dan Nikhil, 2010).

Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)

Penelitian mengenai keterikatan (engagement) diawali oleh suatu konstruk terkait kejenuhan kerja (job burnout). Maslach dan Leiter (1997) yang mengawali konstruk keterikatan (engagement) sebagai kebalikan dari kejenuhan kerja (job burnout). Artinya, seseorang yang tidak mengalami kejenuhan kerja (job burnout) pasti adalah seseorang yang engaged dengan pekerjaannya (Wefald dan Downey,2009).

 

Lingkup Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan dengan pemilihan responden individual secara acak (random sampling) pada PT Pasifik Satelit Nusantara di wilayah DKI Jakarta.

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2012.

 

E. Kesimpulan

1. Ditemukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan keterikatan pegawai (employee engagement) pada PT Pasifik Satelit Nusantara (tingkat signifikansi 0,004). Variabel kualitas kehidupan kerja dapat menjelaskan variabilitas sebesar 16,1% terhadap variabel keterikatan pegawai. Adapun 83,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

2. Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja yang paling mempengaruhi keterikatan pegawai (employee engagement) di PT Pasifik Satelit Nusantara adalah work quality (tingkat signifikansi 0,000). Variabel faktor kualitas menjelaskan variabilitas keterikatan pegawai sebesar 27%. Adapun faktor employment quality ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan pegawai di PT Pasifik Satelit Nusantara yang ditunjukkan dengan tingkat signifikansi 0,461.

3. Tingkat keterikatan pegawai (employee engagement) di PT Pasifik Satelit Nusantara tergolong tinggi, yaitu pada skor 5,1892. Adapun kualitas kehidupan kerja di PT Pasifik Satelit Nusantara tergolong sedang, yaitu pada skor 4,9730. Artinya, semangat, dedikasi dan rasa penghayatan atas pekerjaan yang dilakukan pegawai di PT Pasifik Satelit Nusantara sudah tinggi dan pegawai memiliki keterikatan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini.

 

Contoh Tesis Pengaruh Kualitas

  1. Analisis Pengaruh Kualitas Penetapan dan Tindakan Penagihan Aktif Terhadap Pencairan Tunggakan Pajak- Studi Kasus pada KPP Madya Jakarta Pusat
  2. Analisis Pengaruh Asosiasi Merek, Nilai Produk, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan, Serta Hubungannya dengan Retensi Konsumen (Studi Mengenai Motor Merek Honda di Jakarta)
  3. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality of Work Life) Terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)
  4. Analisa Pengaruh Kualitas Penerapan Manajemen Material Subkontraktor Baja Terhadap Kinerja Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Simulasi Monte Carlo