Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pengaruh Brand: Country Of Origin, Aspiration, Uncertainty, trhdp Brand Image

Judul : Analisis Pengaruh Country Of Origin, Aspiration, Uncertainty, terhadap Brand Image dan Purchase Intention pada Smartphone Premium Cina

 

A. Latar Belakang Tesis

Perkembangan zaman sudah sampai pada tahap dimana telepon seluler menjadi alat komunikasi utama yang wajib dimiliki oleh seseorang. Perkembangan teknologi juga teah membuat telepon tidak hanya berfungsi sekedar untuk menelepon atau berkirim pesan singkat semata, namun telepon seluler telah berevolusi menjadi smartphone. Definisi smartphone itu sendiri bermacam- macam, karena tidak ada definisi standar mengenainya. Menurut PCMag, smartphone adalah telepon seluler dengan bermacam- macam fungsi aplikasi dan internet, serta adanya operating system yang jelas (PCMag, 2012). Beberapa macam smartphone berdasarkan sistem operasi saat ini adalah Iphone,Android, Blackberry, Windows Phone, dan Symbian.

Meskipun pasar telepon seluler dunia sudah mencapai tahap mature market, pertumbuhan pasar untuk smartphone masih tinggi. Tahun 2011, perkembangan pasar smartphone di Indonesia mencapai 16 – 18%, dan tahun 2012 prediksi pertumbuhan smartphone mencapai 28- 30%. Meskipun komposisi smartphone dengan feature phone di Indonesia masih dipimpin oleh feature phone, Smartphone memiliki tingkat pertumbuhan yang besar dan secara value, dengan harga smartphone yang lebih mahal dibandingkan feature phone, value smartphone di indonesia sudah hampir menyamai feature phone walaupun secara kuantitas masih sedikit (SWA, 2012)

 

B. Perumusan Masalah

Berangkat dari langkah K-Touch untuk memasarkan Ktouch V9, penulis merasa fenomena merek Cina untuk mengeluarkan High – end product penting untuk diteliti.

Hal ini dikarenakan Cina sebagai country of origin dari Ktouch ikut ikut mempengaruhi penilaian konsumen terhadap merek (Bilkey & Nes, 1982). Untuk produk elektronik seperti smartphone, brand dengan country of origin Cina identik dengan harga murah dan kualitas rendah. Langkah Ktouch untuk mengeluarkan lini high end product yang sekelas dengan Samsung Galaxy SIII ini dinilai peneliti sebagai contoh konkrit dari fenomena yang ingin diangkat oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti mencoba meneliti bagaimana Cina sebagai country of origin dari Ktouch mempengaruhi purchase intention dari produk Ktouch V9. Setelah itu penulis juga ingin mencoba merumuskan strategi terbaik bagi brand Cina seperti Ktouch untuk mengeluarkan lini high end product.

 

C. Studi Kepustakaan

Country Of Origin

Perkembangan zaman dan teknologi ini membawa dunia menuju era Globalisasi, era dimana terjadi interaksi antar negara yang melibatkan berbagai dimensi seperti ekonomi, politik, teknologi, militer, hukum, budaya, dan lingkungan (Held, 1997). Berkat dorongan globalisasi, Interaksi dan hubungan antar negara semakin meningkat, salah satunya ditandai dengan aktivitas perdagangan antar negara di dunia. Indonesia sendiri merasakan dampak globalisasi dalam aktivitas perdagangan antar negaranya.

Brand Image

Citra merek atau brand image dapat diartikan sebagai sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumen (Rangkuti,2008). Konsumen yang telah biasa menggunakan merek tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image. Brand image bagi beberapa produk sangatlah penting karena dapat mempengaruhi penjualan produk. Citra adalah persepsi dan kebutuhan, tidak sepenuhnya fakta (Kotler & Pfoertsch, 2008). Pembeli atau konsumen tidak dapat mengetahui semua yang ada tentang perusahaan berdasarkan kenyataan. Sesuatu yang tidak diketahui oleh konsumen dapat diasumsikan dengan atau tanpa bukti obyektif. Persepsi yang terbentuk dengan sendirinya sangat berpengaruh ke pada pembelian, seperti faktor nyata yang didasari pada bukti dan dapat menentukan keputusan pembelian.

Aspiration

Miller menggambarkan tingkat aspirasi sebagai sebuah sistem ekspektasi yang terbagi menjadi “apa yang bisa terjadi; apa yang sebaiknya terjadi; dan apa yang kemungkinan akan terjadi” (Miller, 1976). Miller juga menambahkan tingkat aspirasi seseorang dipengaruhi oleh bagimana dia menikmati kesuksesan. Dalam konsep perilaku konsumen , aspirasi digambarkan bagaimana pembelian suatu produk berpengaruh terhadap pandangan akan kesuksesannya. Semakin seseorang menikmati kesuksesan, dan semakin orang merasa produk tersebut merupakan simbol kesuksesan, maka keinginan seseorang untuk membeli produk tersebut akan menjadi lebih besar.

 

Purchase Intention

Keinginan membeli konsumen akan suatu produk tidak datang dengan sendirinya. Konsumen mengalami suatu proses yang panjang sampai konsumen dapat memutuskan untuk membeli suatu produk. Proses ini dijelaskan oleh konsep model proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh Belch (2007). Belch juga mengemukakan bahwa terdapat beberapa faktor psikologi yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan, termasuk mempengaruhi konsumen dalam membeli produk.

 

D. Metode Penelitian

Sampel yang diambil diberikan persyaratan bahwa ia sudah harus pernah menggunakan smartphone.

Pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner baik cetak maupun elektronik kepada responden.

 

E. Kesimpulan

  1. Country of origin pada high tech product cukup kuat untuk mempengaruhi brand image secara signifikan. Namun, walaupun kuat dalam mempengaruhi brand image, country of origin tidak mampu mempengaruhi aspirasi dan persepsi akan ketidakpastian pada produk high-tech. Variabel brand image yang dipengaruhi secara signifikan oleh Country of Origin pun ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap Purchase Intention. Hubungan yang terjadi diantara keduanya bahkan bersifat negatif, walaupun tidak signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan untuk smartphone Cina Premium, Country of Origin tidak memiliki pengaruh terhadap keinginan membeli produk, baik langsung maupun tidak langsung
  2. Terjadi model hubungan pengaruh yang cukup kompleks antara country of origin, ketidakpastian, aspirasi, dan brand image dalam mempengaruhi purchase intention pada produk Ktouch V9 yang merupakan smartphone Cina Premium. Country of Origin mempengaruhi brand image secara signifikan, dengan kata lain, konsumen sangat mempertimbangkan persepsinya terhadap negara Cina dalam menilai brand image Ktouch V9. Country of Origin tidak mempengaruhi Aspirasi akan produk, dan maupun persepsi ketidakpastian produk. Hal ini berarti Cina sebagai negara asal Ktouch tidak mempengaruhi apakah konsumen memiliki aspirasi terhadap Ktouch maupun tidak. Penilaian konsumen terhadap Cina ini juga tidak mempengaruhi keraguan konsumen terhadap produk Ktouch V9.
  3. Terdapat beberapa masukan yang bisa dilakukan oleh Ktouch dalam membantu penjualan produk smartphone nya di Indonesia. Ktouch harus bisa membagi fokus marketingnya menjadi dua fase, marketing jangka pendek yang berfokus pada WOM yang mentargetkan expert consumer. Lalu, marketing jangka panjang berfokus pada pembentukan opini dan brand image yang menonjolkan kualita Ktouch yang prima. Ktouch sebaiknya bisa membat suatu kegiatan marketing campaign yang dapat membuat asosiasi Ktouch sebagai produk smartphone berkualitas prima. Ktouch juga perlu memfokuskan target marketnya pada pasar yang memang lebih potensial dibandingkan memasarkannya secara luas. Ktouch juga harus bisa memanage information channel nya untuk mengurangi ketidakpastian bagi konsumen.

 

Contoh Tesis Pengaruh Brand

  1. Analisis Pengaruh Perubahan Desain Logo pada Sikap Pelanggan Terhadap Brand (Melalui Mediasi Evaluasi Logo) yang Dimoderasi oleh Komitmen terhadap Brand Kajian pada PT Garuda Indonesia Tbk
  2. Analisis Pengaruh Brand Identity dan Brand Position terhadap Pembentukan Brand Image Perusahaan Asuransi (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967)
  3. Analisis Pengaruh Brand Image terhadap Overall Satisfaction dan Loyalty Intention – Studi Kasus Blue Bird Group Indonesia)
  4. Analisis Pengaruh Country Of Origin, Aspiration, Uncertainty, terhadap Brand Image dan Purchase Intention pada Smartphone Premium Cina