Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pendidikan: Tes Uraian Terbatas dgn Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dlm Mengukur Hasil Belajar

Judul: Perbandingan Bentuk Tes Uraian Terbatas dengan Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dalam Mengukur Skor Hasil Belajar Siswa di Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Kimia Blok 2 Semester Gasal SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2005/2006

A. Latar Belakang

Dalam kurikulum 2004, yaitu kurikulum berbasis kompetensi, hasil belajar yang diharapkan mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, maka evaluasi yang digunakan juga harus dapat mengukur ketiga aspek kemampuan tersebut. Pada penelitian ini, sengaja penelitian dikhususkan hanya pada ranah kognitif saja dengan pertimbangan bahwa:

  1. hampir pada semua mata pelajaran berkaitan dengan kemampuan kognitif, karena di dalamnya diperlukan kemampuan berfikir untuk memahaminya ;
  2. evaluasi yang penulis teliti adalah teknik tes. Pada teknik tes yang dinilai hanyalah terbatas pada aspek koqnitif berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya ;
  3. Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang diselenggarakan saat ini hanyalah untuk mengukur kemampuan kognitif saja ;
  4. indikator-indikator yang ada pada silabus hanyalah indikator untuk aspek kognitif ;
  5. ujian masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagian besar hanya memperhatikan ranah kognitif saja, kecuali pada sekolah kejuruan.

Dalam rangka pemilihan alat evaluasi yang tepat tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang perbandingan beberapa alat evaluasi tes tertulis, yaitu; tes uraian dan tes objektif, dalam mengukur hasil belajar Kimia di ranah kognitif.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pada evaluasi belajar di ranah kognitif tingkat pengetahuan (C1), pengukuran dengan tes objektif melengkapi pilihan memberikan skor hasil belajar kimia lebih tinggi daripada uraian terbatas ?
  2. Apakah terdapat perbedaan skor hasil belajar Kimia di ranah kognitif tingkat pemahaman (C2) yang diukur menggunakan tes uraian terbatas dan tes objektif melengkapi pilihan ?
  3. Apakah terdapat perbedaan skor hasil belajar Kimia di ranah kognitif tingkat penerapan (C3) yang diukur menggunakan tes uraian terbatas dan tes objektif melengkapi pilihan ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Evaluasi

Suharsimi Arikunto (2001: 3) mengemukakan beberapa istilah yang berkaitan dengan istilah evaluasi, sebagai berikut:

  • Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran atau standar, pengukuran bersifat kuantitatif.
  • Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk, penilaian bersifat kualitatif.
  • Mengevaluasi adalah tindakan yang meliputi kedua lamgkah di atas yaitu mengukur dan menilai.

 

Pengertian Tes

Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengerian dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah. (Suharsimi Arikunto, 2001: 52).

 

Pengertian Tes Uraian

Menurut Suharsimi Arikunto (2001: 162), “Tes bentuk uraian adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata”. Kelebihan dan Kelemahan Tes Bentuk Uraian Suke Silverius (1991: 63-65) mengemukakan beberapa keunggulan dan kelemahan tes bentuk uraian.

Kelebihan:

  • Memungkinkan siswa menjawab pertanyaantes secara bebas.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis.

Kelemahannya:

  • Sukar diskor secara benar-benar objektif, walaupun itu tes yang dikualifikasi sebagai tes uraian objektif sekalipun.
  • Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab satu pertanyaan.

 

Pengertian Tes Objektif

Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item atau dengan menuliskan jawabannya berupa kata-kata atau simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masingmasing butir item yang bersangkutan. (Anas sudjiono, 1995 : 106).

Kebaikan dan Kelemahan tes Objektif

Suharsimi Arikunto (2001 : 164-165) mengemukakan beberapa kebaikan dan kelemahan tes objektif.

Kebaikan-kebaikannnya:

  • Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa.
  • Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.

Kelemahan-kelemahannya :

  • Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain.
  • Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja, dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.

Pengertian Ranah Kognitif

Adapun pengertian ranah kognitif adalah suatu hasil belajar intelektual dikemukakan oleh Benyamin Bloom yang dikemukakan oleh Nana Sudjana (1991 : 22) ”Hasil belajar terdiri dari enam aspek yaitu : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi”

 

D. Metode Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Posttest Only Design.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Pelaksanaan try-out dan pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2005.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua bentuk tes tertulis yaitu uraian terbatas dan objektif melengkapi pilihan.

Analisis data menggunakan uji t pihak kanan dan uji t dua pihak dengan taraf signifikan 0,05.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada evaluasi di ranah kognitif tingkat pengetahuan (C1), penggunaan tes objektif melengkapi pilihan memberikan rata-rata nilai yang lebih tinggi daripada tes uraian terbatas.
  2. Terdapat perbedaan skor hasil belajar kimia pada ranah pemahaman (C2) bila diukur menggunakan tes objektif melengkapi pilihan dan tes uraian terbatas.
  3. Terdapat perbedaan skor hasil belajar kimia pada ranah penerapan (C3) bila diukur menggunakan tes objektif melengkapi pilihan dan tes uraian terbatas.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas V SD Negeri Kopen I Teras Boyolali Tahun Ajaran 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas)
  2. Peningkatan Motivasi Belajar Matematika dengan Menggunakan Model Pakem di Kelas IV SD Sibela Timur Jebres Kota Surakarta Tahun 2008 – 2009
  3. Perbandingan Bentuk Tes Uraian Terbatas dengan Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dalam Mengukur Skor Hasil Belajar Siswa di Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Kimia Blok 2 Semester Gasal SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2005/2006
  4. Studi Tentang Prasarana dan Sarana Pendidikan Jasmani pada SMP Negeri Se Kabupaten Karanganyar Tahun 2008
  5. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R pada Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 1 Sumberlawang