Melayani Jasa Pembuatan Tesis Dan Skripsi Professional Terpercaya | HP 0852.2588.7747
HP CS Kami 085225887747 (WhatApp) email:idtesis@gmail.com

Tesis Pendidikan: Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode Bermain Peran

Judul: Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas V SD Negeri Kopen I Teras Boyolali Tahun Ajaran 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas)

A. Latar Belakang

Untuk mengoptimalkan hasil belajar, terutama keterampilan berbicara, diperlukan metode pengajaran yang lebih menekankan pada aktivitas belajar aktif dan kreativitas para siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini diperkuat oleh pendapat Nurhatim (2009) yang mengatakan bahwa penggunaan suatu metode memiliki arti penting sebagai variasi pembelajaran dengan tujuan siswa dapat mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan. Untuk itu guru perlu mengubah metode mengajar konvensional dengan penerapan metode bermain peran. Bermain peran merupakan teknik bermain peran secara sederhana. Dalam bermain peran, siswa dibagi untuk memerankan tokoh-tokoh tertentu sesuai dengan tema pelajaran saat itu.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menerapkan metode bermain peran dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Adapun alasan pemilihan metode tersebut adalah dengan pertimbangan bahwa metode ini dirasa lebih efektif dan lebih efisien untuk diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Dikatakan efektif karena penerapan metode bermain peran akan lebih menghemat waktu, hal ini disebabkan karena siswa dapat tampil praktik berbicara secara berkelompok. Selain itu siswa dapat menghilangkan perasaan takut dan malu karena mereka dapat tampil dan bekerja sama dengan anggota kelompoknya. Sedangkan dikatakan efisien, dimungkinkan karena proses belajar di SD lebih banyak dilakukan dengan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Permainan adalah hal paling menarik untuk anak-anak usia sekolah dasar.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri Kopen 1 Teras Boyolali tahun ajaran 2008/2009?
  2. Apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri Kopen 1 Teras Boyolali tahun ajaran 2008/2009?

 

C. Landasan teori

Pengertian Berbicara

Burhan Nurgiyantoro (2001: 275) mendukung pendapat tersebut, dia mengatakan bahwa berbicara merupakan kemampuan berbahasa yang bersifat aktif produktif, yaitu kegiatan menyampaikan gagasan, pikiran, atau perasaan oleh pihak penutur/pembicara.

 

Pembelajaran Keterampilan Berbicara di SD

Pembelajaran keterampilan berbicara merupakan satu dari empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) yang diajarkan disekolah-sekolah. Kurikulum berbicara untuk kelas lima (V), dijabarkan dalam bentuk standar kompetensi yang harus dikuasai siswa, yaitu: mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan/kunjungan atau wawancara, mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama (Depdiknas, 2006: 327-328).

Menurut Nababan (1993: 180), aktivitas-aktivitas komunikatif yang dapat dilaksanakan guru dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • diskusi kelompok;
  • bermain peran;
  • melatih berbagai bentuk dialog yang terjadi dalam masyarakat;
  • wawancara;
  • permainan;
  • menceritakan kembali suatu cerita yang sudah dikenal;
  • melaporkan suatu kegiatan;
  • mengadakan debat;
  • mengambil peran dalam drama-drama modern.

 

Pengertian Metode Bermain Peran

Kiranawati (2007), menyebutkan pengertian metode role play/ bermain peran, yaitu suatu cara penguasaan bahanbahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.

 

Tujuan Bermain Peranan

  • Belajar dengan berbuat

Para siswa melakukan peranan tertentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan interaktif atau keterampilan-keterampilan reaktif.

  • Belajar melalui peniruan (imitasi)

Para siswa pengamat drama menyamakan diri dengan pelaku (aktor) dan tingkah laku mereka.

  • Belajar melalui pengkajian, penilaian,dan pengulangan

Para pengamat mengomentari (menanggapi) perilaku para pemain/pemegang peran yang telah ditampilkan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan prosedur-prosedur kognitif dan prinsip-prinsip yang mendasari perilaku keterampilan yang telah didramatisasikan.

D. Metode Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Kopen 1 Teras Boyolali tahun ajaran 2008/2009, dengan jumlah siswa 24 anak yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki.

Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).

Ada empat teknik pengumpulan data Teknik in dept interview (wawancara mendalam), Obsevasi atau pengamatan, Angket, dan Tes.

Teknik Uji Validitas Data menggunakan teknik trianggulasi.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif.

 

E. Kesimpulan

  1. Penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran keterampilan berbicara. Hal ini ditandai dengan persentase minat, keaktifan, serta nilai rata-rata proses pembelajaran siswa mengalami peningkatan dalam tiap siklusnya. Pada siklus I, rata-rata nilai proses pembelajaran berbicara siswa sebesar 41,7; Pada siklus II sebesar 57,3; dan pada siklus III sebesar 66,7. Di samping itu, siswa juga terlihat lebih rileks di dalam mengikuti proses pembelajaran, hal ini disebabkan karena situasi pembelajaran yang diciptakan melalui penerapan metode bermain peran hamper sama dengan situasi bermain. Jadi siswa merasa lebih nyaman dan mudah dalam menginterpretasikan tugas mereka.
  2. Penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya, yaitu siklus I sebesar 60,9; siklus II sebesar 72,6; dan siklus III sebesar 76,1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kualitas hasil pembelajaran berbicara siswa kelas V SD Negeri kopen I Teras Boyolali telah meningkat. Terbukti dari 24 jumlah siswa, semuanya telah mengalami ketuntasan belajar dengan mendapatkan nilai di atas 60 (standar ketuntasan).

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas V SD Negeri Kopen I Teras Boyolali Tahun Ajaran 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas)
  2. Peningkatan Motivasi Belajar Matematika dengan Menggunakan Model Pakem di Kelas IV SD Sibela Timur Jebres Kota Surakarta Tahun 2008 – 2009
  3. Perbandingan Bentuk Tes Uraian Terbatas dengan Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dalam Mengukur Skor Hasil Belajar Siswa di Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Kimia Blok 2 Semester Gasal SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2005/2006
  4. Studi Tentang Prasarana dan Sarana Pendidikan Jasmani pada SMP Negeri Se Kabupaten Karanganyar Tahun 2008
  5. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R pada Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 1 Sumberlawang

 

Incoming search terms: