Melayani Jasa Pembuatan Tesis Dan Skripsi Professional Terpercaya | HP 0852.2588.7747
HP CS Kami 085225887747 (WhatApp) email:idtesis@gmail.com

Tesis Pendidikan: Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi dgn Teknik Parafrase Wacana Dialog

Judul: Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi dengan Teknik Parafrase Wacana Dialog pada Siswa Kelas V SD Negeri III Munggung Kabupaten Klaten (Penelitian Tindakan Kelas)

A. Latar Belakang

Secara umum alasan pemilihan penerapan teknik parafrase wacana dialog tersebut adalah sebagai respon awal agar siswa mempunyai skemata cerita yang nanti akan mereka tuangkan ke dalam tulisan narasi. Adapun secara rinci, alasan pemilihan penerapan teknik ini adalah sebagai berikut.

Pertama, teknik ini dirasa mampu menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, karena cerita dalam wacana dialog diperdengarkan dalam bentuk rekaman.

Kedua, wacana dialog ini digunakan sebagai rangsangan awal pada siswa agar mampu menulis narasi dengan baik dan runtut sesuai dengan logika bahasa yang logis.

Ketiga, kegiatan pembelajaran menulis terkesan tidak monoton lagi karena para siswa diperdengarkan rekaman wacana dialog sehingga mereka merasa antusias dan tidak cepat merasa bosan.

Keempat, jalan cerita dalam wacana dialog yang diperdengarkan melalui rekaman akan menumbuhkan keaktifan, keantusiasan, dan motivasi siswa terhadap kegiatan menulis cerita, khususnya menulis narasi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penerapan teknik parafrase wacana dialog dalam pembelajaran menulis narasi dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD Negeri III Munggung Kabupaten Klaten?
  2. Apakah penerapan teknik parafrase wacana dialog dalam pembelajaran menulis narasi dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri III Munggung Kabupaten Klaten?

 

C. Landasan Teori

Hakikat Kemampuan Menulis Narasi

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan (Nurudin, 2007: 4). Lebih lanjut Nurudin menjelaskan bahwa menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami. Menulis juga merupakan kegiatan menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang (Tarigan, 1993 : 21).

 

Pengertian Motivasi

Tidak jarang ditemui banyak bakat siswa tidak berkembang karena tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Apabila seseorang mendapat motivasi yang tepat, maka keluarlah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga (Ngalim Purwanto, 2000: 61).

 

Pengertian Narasi

Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai suatu peristiwa yang telah terjadi (Erien Komaruddin Sudjana dan Atih Supriatih, 2005: 120). Pengertian tersebut menegaskan bahwa narasi berusaha untuk menjawab apa yang telah terjadi. Narasi atau cerita ini merupakan bentuk karya tulis yang umum dijumpai. Menarasikan berarti menceritakan atau mengisahkan (Dawud, dkk, 2004: 185).

 

Hakikat Pembelajaran Menulis Narasi di SD

Pembelajaran menulis di sekolah dasar harus dapat membekali siswa dengan kemampuan dasar menulis (Sabarti Akhadiah, dkk, 1992: 82). Pembelajaran ini mencakup pengajaran kemampuan menulis permulaan dan menulis lanjut. Sejalan dengan pengajaran membaca permulaan, pengajaran menulis permulaan berakhir di kelas II. Pengajaran menulis dalam arti mengarang yang sebenarnya baru dimulai di kelas IV. Semua pengajaran menulis ditekankan pada latihan penerapan ejaan. Parafrase ialah menceritakan kembali sesuatu prosa atau puisi dengan katakata sendiri (Situmorang, 1983: 34). Dalam bahasa yang berbeda tetapi dengan pengertian yang sama, Parera (1993: 110) menyatakan bahwa parafrasis adalah uraian atau ungkapan dengan kata-kata yang lain untuk menjelaskan makna sebuah kata; ungkapan dengan kata-kata lain atau kata-kata sendiri sebuah puisi. Biasanya parafrasis dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman dan pengertian

 

D. Metode Penelitian

Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri III Munggung yang berjumlah 19 siswa (7 putra dan 12 putri) dan guru kelas V SD.

Sumber data yang digunakan yaitu: tempat dan peristiwa, informan, dan dokumen.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), wawancara, tes/pemberian tugas menulis, dan analisis dokumen.

Prosedur penelitian meliputi tahap: identifikasi masalah, analisis masalah, penyusunan rencana tindakan, implementasi tindakan, pengamatan, dan penyusunan laporan.

Pelaksanaan penelitian dimulai dari survei awal, siklus I, siklus II, sampai dengan siklus III. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni:

  • perencanaan tindakan;
  • pelaksanaan tindakan;
  • observasi tindakan; dan
  • analisis dan refleksi.

Dalam penelitian ini guru kelas bertindak sebagai fasilitator pembelajaran dan peran peneliti sebagai pengamat.

 

E. Kesimpulan

  1. Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Menulis Narasi
    1. jumlah siswa yang aktif memberikan respon terhadap apersepsi yang diberikan guru terus mengalami peningkatan pada setiap siklus, yakni 32% pada siklus I, 47% pada siklus II, dan 67% pada siklus III;
    2. jumlah siswa yang aktif dalam memperhatikan penjelasan materi yang diberikan guru mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yakni 47% pada siklus I, 68% pada siklus II, dan 83% pada siklus III;
    3. jumlah siswa yang aktif dalam menyimak wacana dialog mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I sebesar 42%, siklus II sebesar 74%, dan siklus III sebesar 89%.
    4. jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan diskusi meningkat di setiap siklusnya, yakni 26% pada siklus I, 37% pada siklus II, dan 56% pada siklus III;
    5. jumlah siswa yang mampu membuat kerangka karangan meningkat di setiap siklusnya, yaitu 47% pada siklus I, 74% pada siklus II, dan 94% pada siklus III;
    6. jumlah siswa yang mampu mengembangkan kerangka karangan menjadi bentuk karangan narasi utuh mengalami peningkatan dalam setiap siklusnya, yakni 44% pada siklus I, 71% pada siklus II, dan 89% pada siklus III.

Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis narasi dengan teknik parafrase wacana dialog secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada siklus I persentase keaktifan siswa mencapai 47%, meningkat 14 poin dari survei awal. Pada siklus II siswa yang aktif selama pembelajaran sebesar 63% dan pada siklus III mencapai 83%.

  1. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Siswa dalam Pembelajaran

Dalam hal ini, penerapan teknik parafrase wacana dialog juga dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis narasi. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata menulis narasi siswa yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 54,8; siklus II 64,35; dan siklus III mencapai 76,5. Keefektifan penerapan teknik parafrase wacana dialog juga terbukti dengan ditemukannya fakta bahwa di akhir tindakan pada siklus III terdapat 16 siswa yang telah mampu mencapai nilai ketuntasan hasil belajar (nilai 65 ke atas).

Penerapan teknik parafrase wacana dialog yang dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa adalah melalui prosedur sebagai berikut:

  • guru memperdengarkan rekaman wacana dialog dengan tema pelajaran tertentu yang sudah tertera di dalam buku teks;
  • siswa diminta menyimak rekaman wacana dialog tersebut dengan saksama;
  • guru memberikan penjelasan pada siswa dengan menuliskan kembali beberapa percakapan dari rekaman wacana dialog yang diperdengarkan sebelumnya pada papan tulis;
  • guru memberi contoh cara mengubah bahasa percakapan atau dialog tersebut menjadi bahasa sendiri dan menuliskannya dalam bentuk karangan narasi utuh;
  • siswa diminta membuat kerangka karangan dari rekaman wacana dialog yang telah diperdengarkan;
  • Siswa diminta mengembangkan setiap poin dalam kerangka karangan sehingga menjadi karangan narasi utuh dengan cara mengubah bahasa dialog menjadi bahasa mereka sendiri seperti yang dicontohkan guru sebelumnya.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Eksistensi Agrowisata Sondokoro dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ngijo, Kecamata Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar
  2. Hubungan antara Kualitas Layanan, Fungsional dan Teknikal dengan Kepuasan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Solo – Slamet Riyadi
  3. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi dengan Teknik Parafrase Wacana Dialog pada Siswa Kelas V SD Negeri III Munggung Kabupaten Klaten (Penelitian Tindakan Kelas)
  4. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Melalui Penerapan Media Buku Cerita Bergambar Pada Siswa Kelas VII B SMP Islam Al-Hadi Mojolaban Tahun Ajaran 2008/2009
  5. Pembelajaran Pemantulan Cahaya Menggunakan Metode Eksperimen dengan Pendekatan Quantum Learning dan Ketrampilan Proses Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa SMP