Tesis Pendidikan: Hub antr Kekuatn Otot Lengan n Tinggi Badan dg Kcptn renang gaya crawl 25

Judul Tesis : Hubungan antara Kekuatan Otot Lengan dan Tinggi Badan dengan Kecepatan renang gaya crawl 25 meter pada Mahasiswa Putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2005.

 

A. Latar Belakang

Dalam cabang olahraga renang, seseorang mengikuti perlombaan tentu akan menempuh suatu jarak oleh karena itu seorang perenang untuk mencapai jarak tersebut akan melibatkan panjang badannya. Dan panjang badan ini berhubungan dengan tinggi badan, sehingga seorang perenang yang badannya panjang akan mencapai jarak lebih cepat bila dibandingkan mereka yang berbadan pendek sehingga untuk memperoleh perenang yang berkualitas yang mampu mencapai prestasi yang optimal perlu mengetahui seberapa besar factor tersebut berpengaruh terhadap hasil kecepatan renang gaya crawl. Sehingga prestasi renang akan dapat tercapai dengan optimal. Dalam renang diperlukan lengan yang panjang yang keseluruhannya keseluruhan berfungsi sebagai pendayung. Untuk mendorong maju dibutuhkan gerakan mendayung dengan gerakan memutar seakan-akan melewati tabung atau tabung imajinasi (Thomas, 2000 : 16 ). Dengan demikian semakin panjang lengan keseluruhan seseorang akan semakin jauh jangkauannya. Semakin jauh jangkauannya, bila diasumsikan kekuatan dan kecepatannya sama, maka akan semakin pendek waktu yang ditempuh untuk jarak tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa panjang atau pendeknya lengan keseluruhan berpengaruh terhadap kecepatan renangnya.

Faktor lain yang sangat diperlukan pada olahraga renang adalah factor daya tahan. Daya tahan pada umumnya, yaitu cardiorespyratory endurance yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seluruh tubuh untuk selalu bergerak dalam tempo sedang sampai cepat, yang cukup lama ini dilakukan pada olahraga lari, bersepeda, dan berenang, setiap cabang olahraga memerlukan tingkat daya tahan tertentu yang memenuhi syarat untuk cabang tersebut menurut Wilmore dan Costill seperti yang dikutip oleh M.Sajoto ( 1995:122 ) mengatakan sekarang telah berkembang pendapat bahwa cardiorespyratory endurance tinggi dapat meningkatkan kemampuan prestasi dan mengurangi cidera. Keadaan sistem cardiovascular yang baik akan menyuplai kebutuhan biologis tubuh pada waktu istirahat maupun saat kerja keras akan di perlancar. Kelancaran tersebut dimungkinkan apabila alat-alat peredaran darah yang mengalirkan darah, sebagai media penghantar untuk memberikan zat-zat makanan dan oksigen yang sangat diperlukan jaringan tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan sempurna dan efisien apabila memperoleh latihan-latihan dengan dosis yang benar dan tepat.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP Renang Jawa Tengah Tahun 2007.
  2. Apakah ada hubungan antara panjang lengan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP renang Jawa Tengah Tahun 2007.
  3. Apakah ada hubungan antara VO 2 Max dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP renang Jawa Tengah Tahun 2007.
  4. Apakah ada hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan VO 2 Max dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP renang Jawa Tengah Tahun 2007.

C. Landasan Teori

Teknik Renang Gaya Crawl

Dengan pergelangan kaki yang benar-benar lemas, ayunan kaki ke atas tersebut akan membuat pergelangan kaki tertekuk oleh tekanan air pada telapak kaki. Kaki harus terus bergerak ke atas sampai tumit kaki mencapai permukaan air. Pada saat tumit mencapai permukaan air, gerakan kaki berhenti dan dilanjutkan dengan ayunan kaki kembali ke bawah. Kaki yang sebelah bergerak dalam pola yang sama tetapi ke arah yang berlawanan ( David, G, Thomas, 2000 : 14 ).

Tinggi Badan

Menurut M, Sajoto. (1995 : 2 ) Aspek biologis yang berupa struktur dan postur tubuh seperti halnya tinggi badan adalah salah satu penentu pencapaian kemampuan dalam olahraga. Karena Tinggi badan berhubungan dengan panjang lengan dan lengan yang panjang akan memperluas daerah kayuhan dan akan mempercepat laju ke depan.

Panjang Lengan

Peranan dari panjang lengan keseluruhan bagi kecepatan renang gaya Crawl adalah bila perenang memiliki panjang lengan keseluruhan yang panjang maka akan memperluas daerah kayuhan dan akan mempercepat laju ke depan.

D. Metode Penelitian Tesis

Metode penelitian ini adalah menggunakan metode survey tes, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2005 yang telah lulus mata kuliah renang berjumlah 120 mahasiswa, karena jumlah banyak maka tidak seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Pemilihan sampel menggunakan sistem proporsif random sampling, karena mahasiswa angatan tahun 2005 ada tiga kelas. Pemilihan sampel mendapatkan 60 orang mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis regresi tunggal dan regresi ganda. Sebelum uji hipotesis dilakukan uji persyaratan analisis hipotesis, untuk uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov, untuk uji homogenitas menggunakan Chi-Square dan untuk uji linieritas garis regresi dengan uji F dengan menggunakan taraf signifikan 5 %. Karena persyaratan uji hipotesis tidak terpenuhi atau model garis regresi data yang ada menunjukkan tidak linier, maka menggunakan metode statistik non parametrik yaitu menggunakan Korelasi Kendall’S.

E. Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP Renang Jawa Tengah Tahun 2007.
  2. Tidak ada hubungan antara panjang lengan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP Renang Jawa Tengah Tahun 2007..
  3. Tidak ada hubungan yang signifikan antara VO 2 Max dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter pada atlet PPOP Renang Jawa Tengah Tahun 2007.

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu terhadap hasil servis atas dalam bola voli Pada siswa putra kelas x Di sma muhammadiyah gubug Tahun ajaran 2006/2007.
  2. Hubungan antara Kekuatan Otot Lengan dan Tinggi Badan dengan Kecepatan renang gaya crawl 25 meter pada Mahasiswa Putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2005.
  3. Hubungan antara Kekuatan Otot Perut dan Kelentukan Togok dengan Kemampuan Menyundul Bola Posisi Berdiri Kaki Sejajar pada Pemain Sepakbola Ps. Untag Semarang Tahun 2007.
  4. Hubungan antara Kekuatan Otot Perut dan Keterampilan Timang -Timang bola terhadap Ketepatan Tendangan kearah gawang pada Mahasiswa pemain sepak bola PKLO FIK Unnes tahun 2004.
  5. Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai dan Kelentukan Pergelangan kaki dengan Keterampilan Menggiring Bola pada Permainan Sepakbola bagi pemain Klub investindo Purbalingga Tahun 2004.