Tesis pendidikan: Eksistensi Agrowisata Sondokoro & Dampaknya trhdp Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat

Judul: Eksistensi Agrowisata Sondokoro dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ngijo, Kecamata Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

A. Latar Belakang

Agrowisata Sondokoro ini dilengkapi dengan berbagai arena bermain anak yang bersifat mendidik. Sehingga tidak hanya orang dewasa saja yang datang, banyak permainan anak yang ditawarkan di antaranya rumah pohon, flying fox untuk melatih keberanian dan juga traffic jam untuk melatih kedisiplinan anak dalam hal lalu lintas. Untuk para pelajar, di Agrowisata Sondokoro ini juga terdapat perpustakaan yang menyediakan berbagai buku terutama buku mengenai pabrik gula dan sejarahnya serta arsip-arsip berbahasa Belanda. Selain itu juga terdapat berbagai binatang dan pohon-pohon yang sudah diberi tanda dan nama ilmiahnya, sehingga dapat menambah pengetahuan pengunjung.

Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan oleh penulis serta hal-hal yang menarik yang ada di dalamnya maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul : “ Eksistensi Agrowisata Sondokoro dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana deskripsi lokasi Agrowisata Sondokoro?
  2. Bagaimana latar belakang Agrowisata Sondokoro?
  3. Bagaimana perkembangan Agrowisata Sondokoro?
  4. Bagaimana dampak perkembangan tersebut terhadap kehidupan masyarakat di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pariwisata

Pengertian kepariwisataan di Indonesia belum begitu memasyarakat, hal ini dikarenakan adanya penyalahgunaan dalam pemakaian istilah tersebut. Kebanyakan orang menggunakan istilah Tourisme untuk menyebut perjalanan wisata. Kata “Pariwisata” sendiri baru populer di Indonesia setelah diselenggarakan Musyawarah Tourisme ke II di Tretes, Jawa Timur pada tanggal 12-14 Juni 1958 ( Oka A. Yoeti,1983:46).

 

Jenis – jenis Pariwisata

Menurut Nyoman S. Pendit (2002:40), selain pembagian jenis pariwisata di atas, pariwisata dapat dibagi dalam beberapa macam pariwisata.. yaitu :

  • Wisata Budaya, perjalanan ini dilakukan untuk memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang mengenai cara hidup, kebiasaan, adat istiadat, budaya dan seni masyarakat di lain negara.
  • Wisata Olahraga, wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau mengambil bagian dari pesta olah raga di suatu Negara atau tempat.
  • Wisata Komersial, yang termasuk jenis ini adalah perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan panen raya yang bersifat komersial.
  • Wisata Industri, adalah perjalanan yang dilakukan oleh orang awam maupun mahasiswa ke suatu kompleks atau daerah perindustrian dengan tujuan untuk melakukan peninjauan atau penelitian.
  • Wisata Pertanian, perjalanan wisata yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, pembibitan yang bertujuan untuk penelitian maupun menikmati lingkungan.

 

Pengertian Agrowisata

Pengertian Agrowisata Agrowisata sendiri berasal dari dua kata yaitu, agro yang berarti tanah ataupun lahan pertanian dan wisata yang berarti bepergian bersama-sama untuk bersenang-senang ( Peter dan Yenny, 1991:708). Sehingga apabila digabungkan agrowisata berarti bepergian bersama-sama untuk bersenang-senang ke daerah pertanian.

 

D.  Metode Penelitian

Sejalan dengan tujuan diadakan penelitian tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif.

Sample yang digunakan bersifat purposive sample dengan teknik snow ball sampling.

Sedangkan teknik pengumulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumen.

Validitas data yang digunakan ialah teknik trianggulasi yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi metode.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa kualitatif dengan model analisa interaktif.

 

E. Kesimpulan

  1. Kondisi dan letak geografis Desa Ngijo, kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar berada 3 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Karanganyar dengan Luas wilayah Desa Ngijo adalah 2327615 Ha, mempunyai ketinggian 105 m dari permukaan air laut, dengan curah hujan 10 mm/tahun, dan suhu rata-rata 45 C. Sedangkan batas desa Ngijo yaitu sebelah utara: Desa Suruh, sebelah selatan: Desa Papahan, sebelah barat: Desa Buran dan sebelah timur: Desa Bejen. Jumlah penduduk Desa Ngijo berjumlah 5.752 jiwa, dengan jumlah lakilaki 2.897 jiwa dan perempuan 2.855 jiwa.
  2. Faktor-faktor yang meyebabkan Agrowisata Sondokoro dijadikan sebagai obyek pariwisata diantaranya yaitu :
    1. Pemanfaatan aset pabrik gula Tasikmadu. Aset pabrik gula Tasikmadu yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan untuk obyek wisata diantaranya mesin-mesin giling yang sudah tidak digunakan dan sudah usang, besi-besi yang sudah tidak digunakan juga dimanfaatkan untuk pembuatan bahan wahana. Selain itu pembangunan Agrowisata Sondokoro merupakan usaha diversifikasi dari pabrik gula Tasikmadu yang dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
    2. Adanya budaya masa lalu yaitu mengenai sejarah pabrik gula Tasikmadu sendiri yang sudah terkenal sampai ke berbagai daerah. Pabrik gula Tasikmadu didirikan oleh K.G.P.A.A. Mangkunegara IV pada 11 Juni 1871. Merupakan pabrik kedua yang dibangun oleh Mangunegara IV setelah keberhasilan dari pabrik gula pertama yaitu pabrik gula Colomadu. Pabrik gula Tasikmadu merupakan pabrik gula yang dalam proses penggilingan gula menggunakan mesin tenaga uap sehingga di daerah Karanganyar banyak dibangun dam-dam yang berfungsi sebagai penampungan air untuk kepentingan pertanian di Karanganyar yaitu sebagai sarana irigasi maupun untuk kepentingan pabrik gula Tasikmadu yang dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin-mesin giling.
    3. Kemudahan transportasi menuju dan pergi ke Agrowisata Sondokoro, Kemudahannya yaitu jalan di Desa Ngijo dan sekitarnya sudah diaspal sehingga mempermudah pengunjung untuk menuju lokasi Agrowisata Sondokoro, selain itu adanya angkutan umum yang melalui Agrowisata Sondokoro jugamempermudah menuju lokasi Agrowisata Sondokoro. Baik dari arah Solo maupun dari arah Tawangmangu.
    4. Pemasukan keuangan bagi perusahaan dan juga pabrik gula Tasikmadu tentunya hal ini terjadi seiring dengan perkembangan di Agrowisata Sondokoro. Karena setelah masa giling tebu berakhir tidak ada kegiatan produksi lagi di pabrik gula Tasikmadu. Para pegawai hanya melakukan kegiatan administratif sehingga tidak ada pemasukan keuangan bagi pabrik maupun bagi para pegawai pabrik.
  3. Perkembangan Agrowisata Sondokoro dapat dilihat dari beberapa hal antara lain yaitu :
    1. Perkembangan sarana prasarana di Agrowisata Sondokoro. Dalam perkembangan sarana dan prasarana di Agrowisata Sondokoro tidak begitu banyak mengalami pertambahan dan perubahan dikarenakan kondisi sarana prasarana yang ada di Agrowisata Sondokoro masih cukup bagus dan masih layak untuk digunakan.
    2. Perkembangan wahana di Agrowisata Sondokoro sedikit mengalami pertambahan dan adanya tambahan bagunanan serta isi dari setiap wahana diantaranya kereta TM, air mancur yang di bangun sebanyak dua buah, hal ini dilakukan untuk menambah keasrian dan keindahan lingkungan Agrowisata Sondokoro, sepor gula sebanyak satu buah dan juga satwa yang dipelihara.
    3. Perkembangan pengunjung yaitu mengalami peningkatan tiap tahun hal ini disebabkan adanya usaha promosi yang selalu ditingkatkan oleh pengelola Agrowisata Sondokoro, selain itu juga masyarakat semakin mengetahui keberadaan Agrowisata Sondokoro sebagai salah satu obyek wisata yuang ada di Kabupaten Karanganyar.
    4. Perkembangan tenaga kerja yang bekerja di Agrowisata Sondokoro mengalami peninngkatan, pada saat pembukaan Agrowisata Sondokoro hanya mempunyai tenaga kerja sebanyak 5 orang yang merupakan pegawai tetap pabrik gula Tasikmadu, kemudian pada tahun 2006 sebanyak 20 orang sampai sekarang menjadi 40 orang yang sudah menjadi pegawai Agrowisata Sondokoro dan bukan pegawai pabrik gula Tasikmadu tetapi pegawai Agrowisata Sondokoro sendiri. Sehingga antara pegawai pabrik gula Tasikmadu dan pegawai Agrowisata Sondokoro sudah terpisah, hanya saja pada saat hari libur dan hari besar pegawai tambahan di Agrowisata Sondokoro diambilkan dari pegawai pabrik gula Tasikmadu yang libur.
  4. Dampak yang ditimbulkan dari adanya Agrowisata Sondokoro terhadap kehidupan masyarakat yaitu : adanya perubahan dalam kehidupan social masyarakat diantaranya mengubah status yang tadinya pengangguran menjadi tidak pengangguran, membuka peluang usaha di masyarakat, dan juga memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dan juga pelajar. Sedangkan dampak dalam bidang ekonomi tentunya sangat besar yaitu peningkatan pendapatan keuangan dan juga peningkatan kesejahteraan bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Eksistensi Agrowisata Sondokoro dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ngijo, Kecamata Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar
  2. Hubungan antara Kualitas Layanan, Fungsional dan Teknikal dengan Kepuasan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Solo – Slamet Riyadi
  3. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi dengan Teknik Parafrase Wacana Dialog pada Siswa Kelas V SD Negeri III Munggung Kabupaten Klaten (Penelitian Tindakan Kelas)
  4. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Melalui Penerapan Media Buku Cerita Bergambar Pada Siswa Kelas VII B SMP Islam Al-Hadi Mojolaban Tahun Ajaran 2008/2009
  5. Pembelajaran Pemantulan Cahaya Menggunakan Metode Eksperimen dengan Pendekatan Quantum Learning dan Ketrampilan Proses Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa SMP

Incoming search terms: