Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pemasaran Digital : Konsep Permanent Establishment dlm Era E-Commerce

Judul Tesis : Konsep Permanent Establishment dalam Era E-Commerce

 

A. Latar Belakang Masalah Tesis

Dalam beberapa tahun terakhir ini, information and communication technology (ICT) mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik untuk keperluan masyarakat secara individu maupun dalam keperluan bisnis. Penggunaan ICT dalam bidang bisnis baik secara menyeluruh maupun secara parsial akan mengubah market yang konvensional menjadi digital market. Dalam digital market, para pelaku pasar dimungkinkan untuk berpartisipasi dalam pasar dari seluruh dunia melewati batasbatas negara. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini timbul istilah e-commerce, m-banking, m-commerce, dan istilahistilah lainnya yang mana kesemuanya itu bermakna penjualan produk secara digital.

Seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan e-commerce dewasa ini dan di masa depan akan semakin meningkat terutama di negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam salah satu newsletter bulan September 2005 IITA (Information Technology Association of America) menyatakan bahwa berdasarkan penelitian dari forrester (www.forrester.com) pembelian berbagai jenis barang melalui e-commerce di Amerika Serikat tahun 2006 akan mencapai angka $329 Billion, hal ini meningkat sebesar $ 157 Billion dari tahun 2005 yang sebesar $172 Billion.

 

B. Identifikasi Masalah

1. Apakah perbedaan perdagangan e-commerce dan perdagangan konvensional?.

2. Apakah ketentuan perpajakan internasional mengenai Permanent Establishment yang saat ini berlaku dapat diterapkan dalam perdagangan e-commerce.?

3. Apa saja alternatif pemikiran mengenai konsep Permanent Establishment dalam era e-commerce?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian dan Sejarah Internet

Internet pada dasarnya adalah jaringan computer yang sangat besar yang terbentuk oleh jaringan-jaringan kecil yang ada di seluruh dunia yang saling berhubungan satu sama lainnya.1 Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.

Pengertian dan Sejarah E-commerce

Dari berbagai definisi yang telah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa e-commerce adalah semua aktifitas komersial yang dijalankan dengan bantuan internet. Alasan utama menggunakan internet untuk melakukan aktifitas komersial adalah jangkauan yang luas dan bisa melakukan penghematan biaya.Perkembangan selanjutnya dari e-commerce adalah pada tahun 1990-an, ketika CERN menemukan apa yang disebut world wide web. Mulailah perkembangan e-commerce menjadi sangat pesat, yang ditandai dengan aktivitas dalam Business to Consumer (B2C) commerce. Selanjutnya ecommerce berkembang menjadi Business-to-Business (B2B) commerce, dan pada saat ini pemerintahan juga telah mengunakan e-commerce yang ditandai dengan Business-to-Government (B2G), Government-to-Government (G2G), Customer-to-Government (C2G).

Perkembangan Dasar Pemikiran Yuridiksi Internasional untuk Melakukan Pemungutan Pajak

A.L. Harding dalam bukunya yang berjudul Double Taxation of Property and Income sebagaimana dikutip oleh Lindsay C. Célestin13 menyatakan bahwa pertanyaan mendasar mengenai pemajakan adalah penentuan hubungan antara kekuasaan negera untuk memungut pajak (state’s power to tax) dan yuridiksi untuk melakukan pemungutan pajak (jurisdiction to tax). Usaha-usaha untuk melakukan rekonsiliasi antara state power to tax dan Juridiction to Tax, telah dilakukan sejak lama dan dapat dibagi ke dalam dua masa yaitu pertama, The Earlier Approach dan yang kedua The Modern Approach.

 

D. Metode Peelitian

Teknik penelitian yang digunakan dalam penulisan Karya akhir ini adalah deskriptif analitis, yaitu menguraikan pengertian dan konsep-konsep tentang hakekat ekonomi atas transaksi dengan e-commerce.

Metode pegumpulan data yang digunakan dalam penulisan karya akhir ini adalah studi kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca dan mempelajari beberapa buku, karya ilmiah, majalah, paper, dan jurnal ilmiah.

 

E. Kesimpulan

1. Perbedaan perdagangan e-commerce dengan perdagangan konvensional adalah:

  • Perdagangan e-commerce tidak ada hambatan geografis sebagaimana dialami perdagangan konvensional, sehingga jangkauan pemasarannya mencapai seluruh dunia.
  • Perdagangan e-commerce Seluruh operasinya dijalankan denngan remote control pada Web server, sehingga tidak terbatas dengan adanya suatu tempat yang pasti.
  • Ketentuan perpajakan internasional mengenai permanent establishment yang saat ini berlaku tidak dapat diterapkan dalam perdagangan e-commerce karena sudah tidak relevan.

2. Alternatif pemikiran mengenai konsep Permanent Establishment dalam era ecommerce adalah sebagaiberikut:

  • Base-erosion approach

Pendekatan ini mempertahankan konsep permanent establishment yang ada (permanent establishment tradisional) dengan menambahkan suplemen mengenai test baru sebagai tax nexus yaitu base eroding payment. Mekanisme pengenaan pajak adalah dengan pengenaan withholding tax yang dikenakan pada setiap base-eroding payment. Tarif withholding tax dalam pendekatan ini adalah single rate yang rendah atau paling besar sama dengan tarif withholding tax yang berlaku di negara sumber.

  • Virtual permanent establishment approach

Virtual permanent establishment approach menyarankan agar diberlakukan lower threshhold bagi kegiatan bisnis yang menggunakan e-commerce. Pendekatan tersebut menitik beratkan kepada funcion test sebagai cara untuk menentukan permanent establishment dalam era e-commerce. Mekanisme pengenaan pajak adalah dengan pengenaan withholding tax yang dikenakan pada setiap transaski e-commerce.

 

Contoh Tesis Pemasaran Digital

  1. Analisis Implementasi E-Business dan E-Commerce di Industri Asuransi (Studi Implementasi E-Business dan E-Commerce dalam Perspektif Difusi Adopsi Inovasi)
  2. Analisis Kepastian Hukum Atas Transaksi E-Comerce Sebagai Upaya Pengamanan Pajak Penghasilan
  3. Analisis Potensi Penerimaan Pajak Melalui Bisnis E-Commerce Atau E-Business
  4. Aspek Pajak Pertambahan Nilai Atas Transaksi E-Commerce Berdasarkan UU PPN No. 18 Tahun 2000
  5. Kajian Strategi E-Commerce Lipposhop untuk Memenangkan Persaingan Pasar E-Commerce di Iindonesia
  6. Kebijakan dan Pengaturan Bidang Teknologi Informasi (Analisis Mengenai Perdagangan Melalui Media Elektronik (E-Commerce))
  7. Konsep Permanent Establishment Dalam Era E-Commerce
  8. Pemanfaatan E-Commerce dalam Meningkatkan Usaha Agribisnis – Sebagai Alternatif Pemberdayaan Komunitas Petani
  9. Perlindungan Konsumen dalam Transaksi E-Commerce Suatu Tinjauan Terhadap Hak Konsumen untuk Mendapatkan Keamanan
  10. Strategi Pengamanan Penjualan Melalui Transaksi E-Commerce (Studi Kasus Penjualan Ivoucher Simpati di PT. Telekomunikasi Selular)