Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pelayanan : Pengaruh Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja

Judul Tesis : Pengaruh Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta

 

A. Latar Belakang Masalah Tesis

Kepuasan kerja merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap organisasi karena dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan kerja, perilaku kerja, dan kinerja karyawan. Kepuasan kerja juga berperan dalam menurunkan tingkat ketidakhadiran, pemikiran untuk berhenti, tingkat turnover, dan perasaan tertekan karena pekerjaan (Kreitner dan Kinicki, 2010). Oleh karena itu, data-data mengenai pencapaian kinerja, tingkat ketidakhadiran, dan tingkat turnover karyawan pada suatu organisasi dapat menunjukkan indikasi ada tidaknya masalah dalam kepuasan kerja karyawan.

Pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP), kinerja karyawan dinilai berdasarkan beberapa indikator kinerja utama. Salah satu indikator kinerja utama yang menjadi perhatian masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan pemerintah adalah realisasi penerimaan pajak. Data menunjukkan bahwa kinerja realisasi penerimaan pajak sejak tahun 2006 hingga 2011 terus tumbuh. Meskipun demikian, kecuali pada tahun 2008, realisasi penerimaan pajak selalu tidak mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan oleh DPR di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) (lihat tabel 1.1). Realisasi penerimaan pajak yang tidak mencapai 100% target penerimaan pajak ini merupakan prestasi kerja yang buruk bagi karyawan DJP.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana persepsi karyawan KPP di Jakarta mengenai kepuasan kerjanya?
  2. Bagaimana persepsi karyawan KPP di Jakarta mengenai servant leadership atasannya?
  3. Apakah servant leadership atasan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan KPP di Jakarta?

 

C. Landasan Teori

Definisi Kepuasan Kerja

Definisi kepuasan kerja menurut Spector (1997) adalah derajat kesenangan seseorang terhadap pekerjaannya. Robbins dan Judge (2007) juga menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang dihasilkan dari evaluasi karakteristiknya. Selanjutnya, Kreitner dan Kinicki (2010) menyatakan bahwa kepuasan kerja pada dasarnya menunjukkan apakah individu menyukai pekerjaannya. Secara formal, mereka mendefinisikan kepuasan kerja sebagai respon emosional atau kecenderungan terhadap berbagai aspek kepuasan seseorang. Sementara itu, Vroom (1978) di dalam Azash, Safare, dan Kumar (2011) memandang kepuasan kerja sebagai orientasi positif individu terhadap semua aspek situasi pekerjaan. Sedangkan Luthans (2011) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari persepsi karyawan tentang seberapa baik pekerjaan mereka memberikan hal-hal yang dianggap penting.

Definisi Kepemimpinan

Banyak definisi yang berbeda mengenai kepemimpinan (Northouse, 2010). Vroom dan Jago (2007) mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses memotivasi orang untuk bekerja sama secara kolaboratif dalam mengerjakan suatu hal yang besar. Sedangkan Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah pencapaian visi atau sekelompok tujuan.

Servant Leadership

Jackson, Farndale, dan Kakabadse (2003) menyatakan bahwa servant leadership didasarkan pada pemikiran bahwa motivasi utama kepemimpinan seharusnya adalah kemauan untuk melayani orang lain. Greenleaf (1970) yang dikutip oleh Northouse (2010) mengatakan bahwa pemimpin servant fokus pada kebutuhan bawahan dan membantu mereka menjadi lebih berpengetahuan luas, lebih bebas, lebih otonom, dan lebih cenderung melayani. Selain melayani, pemimpin servant memiliki tanggung jawab sosial untuk peduli dengan orang lain di luar organisasi dan mengakui mereka sebagai pemangku kepentingan yang sama di dalam kehidupan organisasi.

 

D. Metodelogi Penelitian

Skema alur penelitian menggambarkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam sebuah penelitian. Penggunaan alur penelitian yang terencana dengan baik bermanfaat untuk memperoleh hasil penelitian yang diharapkan.

Menurut Sugiyono (2012), metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terkait dengan karya akhir ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pajak yang bekerja pada kantor pelayanan pajak (KPP) di Jakarta.

Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini, maka metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier, dan multvariate analysis.

 

E. Kesimpulan

1. Persepsi karyawan mengenai kepuasan kerja pada setiap dimensi kepuasan barada pada kategori sedang dan tinggi. Karyawan KPP di Jakarta memiliki persepsi kepuasan kerja yang tinggi pada aspek rekan kerja dan sifat pekerjaan. Meskipun persepsi kepuasan kerja pada aspek yang lain berada pada kategori sedang, kondisi operasi merupakan dimensi kepuasan kerja dengan nilai mean yang paling kecil.

2. Perilaku servant leadership secara umum telah dipraktikkan oleh atasan KPP di Jakarta pada kategori sedang dan tinggi. Perilaku servant leadership yang paling sering ditunjukkan oleh atasan adalah berperilaku etis dan memiliki keahlian konseptual. Sedangkan perilaku servant leadership lainnya dipraktikkan oleh atasan pada kategori sedang. Namun demikian, sikap membantu bawahan untuk berkembang dan berhasil merupakan perilaku servant leadership dengan nilai mean yang paling kecil.

3. Servant leadership atasan terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Bahkan servant leadership atasan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap setiap dimensi kepuasan kerja karyawan. Dari seluruh dimensi servant leadership, perilaku etis atasan dan menciptakan nilai bagi masyarakat memiliki pengaruh paling banyak terhadap dimensi kepuasan kerja karyawan.

 

Contoh Tesis Pelayanan

  1. Esensi Partisipasi Publik dalam Pelayanan Publik Melalui Standar Pelayanan Berdasarkan Pasal 20 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
  2. Evaluasi Penerapan Customs Advance Trade System (Cats) pada Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) Cikarang Dry Port Bekasi
  3. Evaluasi Program Pelayanan Anak Jalanan (Studi Kasus Dampak Individu (Individualized Outcome) pada Klien Di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan Social Development Center For Children)
  4. Hubungan Dimensi Kepuasan Pelayanan dengan Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Inap di Rs. Hermina Depok Tahun 2012
  5. Implementasi Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Di Kabupaten Siak
  6. Kualitas Pelayanan Jasa Kereta Api Commuter Line Jabodetabek = Service Quality Of Jabodetabek Commuter Line Train
  7. Kualitas Pelayanan Pasien Rawat Inap Kelas Iii Di Rsud Pasar Rebo Jakarta Timur _ Studi Kasus Ketahanan Lembaga Rsud Pasar Rebo
  8. Manajemen Pelayanan Publik Pada Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok dan Jakarta Barat
  9. Menciptakan Aparatur yang Professional dalam Penyelenggaraan Birokrasi Berdasarkan Undang-Undang Nomor Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
  10. Penerapan Model Antrean di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Setiabudi Dua dalam Rangka Kelancaran Pelayanan Kepada Wajib Pajak
  11. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Pegawai Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta
  12. Pengaruh Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta
  13. Pengaruh Stimuli Pemasaran, Keluarga dan Psikologi Pasien Terhadap Keputusan Pasien dalam Membeli Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Tahun 2012
  14. Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Atas Jasa Pelayanan yang Diberikan oleh Rumah Sakit (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 300 K Pdt 2010)

 

Incoming search terms: