Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Pelayanan Pasien: Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan pd Pasien Kanker Payudara

Judul Tesis : Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Mencari Pelayanan Kesehatan pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais

 

A. Latar Belakang

Sumber pengetahuan mengenai kanker saat ini sudah tersedia dalam berbagai bentuk media. Kemajuan teknologi yang ada sekarang sebenarnya dapat menjadi sumber pengetahuan bagi setiap perempuan. Pemerintah juga sudah memiliki program mengenai kanker payudara yaitu program Direktorat Kesehatan Reproduksi. Salah satu tujuan program tersebut ialah pencegahan kankeralat reproduksi dan penanggulangan infertilitas (BKKBN, 2012). Indonesia juga sudah memiliki rumah sakit besar dan khusus kanker, walaupun hanya tersedia di kotakota besar. Hal ini sebenarnya dapat menjadi dukungan bagi perempuan maupun pasien kanker payudara untuk terus menjaga dan mempertahankan kesehatannya.

Penting bagi pasien kanker payudara untuk mencari informasi mengenai penyakitnya dan pertolongan kesehatan yang terdiri dari perawatan serta pengobatannya agar angka kematian dapat berkurang. Saat ini di Indonesia belum ada yang meneliti gambaran pengetahuan pasien kanker payudara mengenai penyakitnya secara mendalam. Penelitian mengenai perilaku mencari pelayanan kesehatan pada pasien kanker payudara juga masih sangat terbatas. Berdasarkan data penelitian yang sudah dijabarkan sebelumnya akan dipelajari lebih dalam mengenai gambaran pengetahuan dan perilaku mencari pelayanan kesehatan pada pasien kanker payudara di Indonesia. Penelitian ini penting dilakukan agar dapat diketahuinya gambaran pengetahuan mengenai kanker payudara mulai dari pengetahuan umum mengenai kanker payudara, faktor risiko kanker payudara, tanda dan gejala kanker payudara, skrining kanker payudara, pengobatan kanker payudara, perawatan kanker payudara, serta perilaku pasien kanker payudara dalam mencari pelayanan kesehatan untuk menangani kanker payudara yang dideritanya.

 

B. Perumusan Masalah

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan isu dunia kesehatan yang sering dibicarakan saat ini. Ruang lingkup dari kesehatan reproduksi salah satunya yaitu penyakit organ aksesoris reproduksi yang dapat terjadi pada perempuan. Payudara beserta kelenjar susu merupakan salah satu bagian aksesoris dari sistem reproduksi yang khas dimiliki perempuan. Sama halnya dengan organ tubuh lainnya, sel-sel pada payudara juga memiliki potensi untuk tumbuh menjadi sel kanker. Maka dari itu penting bagi perempuan memiliki pengetahuan mengenai kanker payudara. Terlebih lagi bagi pasien yang menderita kanker payudara, pengetahuan dan sikap mencari pelayanan kesehatan untuk pengobatan kanker payudara dapat menjadi faktor yang mendukung pasien untuk mempertahankan kesehatannya.

Pengetahuan mengenai kanker payudara dapat diperoleh dari berbagai sumber. Internet, televisi, paramedis, maupun majalah merupakan sumber-sumber yang dapat dijadikan referensi mengenai kanker payudara. Kebijakan pemerintah dan pelayanan kesehatan pun sudah semakin maju demi mendukung tercapainya salah satu elemen MDGs yaitu kesehatan reproduksi. Namun, pada kenyataannya masih banyak kejadian kanker payudara dan tingginya angka kematian karena kanker payudara di Indonesia. Penelitian mengenai perilaku pasien kanker payudara dalam mencari pelayanan kesehatan juga masih terbatas. Fenomena ini menarik peniliti untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku mencari pelayanan kesehatan pada pasien kanker payudara.

 

C. Tinjauan Pustaka Tesis

Pengertian Kanker Payudara

Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali (Shadine, 2012). Kanker dapat terjadi pada organ apa saja dalam tubuh manusia. Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel payudara (Breast Cancer Organization, 2012). Kanker payudara merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan sebuah tumor ganas yang telah berkembang dari sel-sel yang ada di payudara (All About Breast Cancer, 2009). Sehingga dapat disimpulkan kanker payudara ialah keadaan dimana sel-sel payudara mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan bersifat ganas.

 

Pencegahan Kanker Payudara

Konsep pencegahan suatu penyakit dalam ilmu keperawatan terbagi menjadi tiga jenis yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Namun untuk pencegahan kanker secara umum Smeltzer dan Bare (2004) membaginya menjadi dua jenis saja yaitu pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer berfokus pada pendidikan kesehatan baik pada pasien maupun komunitas. Pencegahan primer untuk kanker secara umum dapat dilakukan dengan melakukan edukasi kesehatan pada masyarakat mengenai faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker, menganjurkan masyarakat untuk menghindari zat karsinogen, menerapkan diet dan gaya hidup sehat yang telah terbukti secara epidemiologi dan laboratorium dapat mengurangi risiko kanker (Smeltzer & Bare, 2004). Sedangkan pencegahan sekunder berfokus pada skrining kanker bagi individu yang memiliki risiko tinggi untuk terserang kanker.

Perawatan Kanker Payudara

Proses pengobatan, terapi, dan pembedahan pada kanker payudara tentunya akan mempengaruhi perawatan payudara, daerah sekitar payudara, dan kulit pasien. Maka dari itu penting untuk memberi tahu pasien perawatan apa saja yang dapat dilakukan oleh dirinya sendiri saat di rumah ketika sedang menjalani terapi atau setelah pembedahan. Seperti pada terapi radiasi, beberapa perawatan untuk diri sendiri harus diberitahukan pada pasien yang menjalani terapi ini. Smeltzer dan Bare (2004) menyebutkan bahwa perawatan tersebut diantaranya menggunakan sabun yang melembabkan dan mengurangi gesekan; hindari menggunakan sabun yang mengandung parfum atau deodoran; menggunakan lotion hidrofilik, menggunakan sabun antipruritik yang tidak menyebabkan kulit kering jika kulit terasa gatal, serta hindari penggunaan pakaian ketat, bra, suhu lingkungan yang tinggi dan sinar UV.

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif sederhana.

Populasi penelitian ini yaitu pasien kanker payudara di rumah sakit. Jenis populasi penelitian ini ialah populasi terjangkau yang dibatasi oleh tempat yaitu rumah sakit.

Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling.

Kriteria inklusi sampel pada penelitian ini ialah pasien kanker payudara yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan karakteristik metode kuantitatif.

Pengolahan data penting dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian. Pengolahan data terdiri dari empat tahap (Notoatmodjo, 2010) yaitu editing, coding, entry data dan cleaning.

 

E. Kesimpulan

Penelitian ini memiliki responden dengan mayoritas usia dewasa tengah. Responden juga lebih banyak yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, berstatus ekonomi menengah kebawah, menderita kanker payudara kurang dari sama dengan 17 bulan, dan tidak memiliki riwayat kanker payudara dari keluarga maupun dirinya sendiri. Secara keseluruhan,lebih dari sebagian responden telah berpengetahuan baik mengenai pengetahuan umum tentang kanker payudara. Faktor risiko, tanda dan gejala, serta perawatan kanker payudara juga telah diketahui dengan baik oleh sebagian dari jumlah responden. Namun demikian lebih dari sebagian responden masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai skrining dan pengobatan kanker payudara.

Respon pertama responden saat mengetahui bahwa dirinya menderita kanker payudara diantaranya tidak melakukan apa-apa, bercerita, mencari pelayanan kesehatan, melakukan pengobatan alternatif, bahkan herbal. Mayoritas responden tidak melakukan apa-apa ialah karena tidak merasa terganggu dengan perubahan yang terjadi. Keterlambatan dalam memeriksakan perubahan pada payudara dialami oleh lebih dari sebagian responden. Suami menjadi orang yang paling banyak dipilih responden pada saat bercerita pertama kali mengenai perubahan payudara yang dialami. Sedangkan profesi yang paling banyak dikunjungi oleh responden untuk melakukan pemeriksaan awal pada payudaranya ialah dokter bedah. Responden juga lebih banyak mengunjungi fasilitas kesehatan milik pemerintah dengan alasan tidak tersedianya biaya dan telah mengunjungi satu hingga dua tenaga kesehatan sebelum akhirnya melakukan pengobatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

 

Contoh Tesis Pelayanan Pasien

  1. Analisis Alur Proses Pelayanan Pasien yang Akan Dirawat di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang
  2. Analisis Kebutuhan Pelayanan Informasi Pendaftaran Rawat Inap Pasien Umum di Rumkital Mintohardjo
  3. Analisis Kepuasan Atau Ketidakpuasan Pasien terhadap Pelayanan Rawat Inap Pada Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta
  4. Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap dan Implikasinya pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit (Studi Kasus Rumah Sakit Agung)
  5. CRM di Rumah Sakit Analisis Pengaruh Dimensi Pelayanan terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien di RSUP Fatmawati Dengan Structural Equation Modeling
  6. Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Mencari Pelayanan Kesehatan pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais