Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Organisasi Militer : Globalisasi dan Transformasi Institusi Pendidikan TNI AL

Judul Tesis : Globalisasi dan Transformasi Institusi Pendidikan TNI AL : Suatu Kajian Sosiologik Atas Sekolah Staf dan Staf dan Komando TNI AL

A. Latar Belakang

Dinamika institusional militer yang di dalamnya terkait dengan organisasi, teknologi, doktrin dan sumberdaya manusia sangat berhubungan dengan bagaimana negara memandang keamanan itu sendiri, baik keamanan nasional, internasional maupun regional. Oleh karena itu, kajian yang mendalam terkait dengan dinamika globalisasi adalah satu-satunya pilihan yang harus dilakukan agar kekuatan militer di satu negara bisa berbenah dalam rangka menjawab tantangan yang muncul di kemudian hari. Perbincangan seputar keamanan sendiri sudah pasti terkait dengan persoalan negara dan politik. Demikian pula dengan globalisasi dan keamanan, keduanya terkait erat dengan bagaimana dinamika politik di satu negara. Inilah yang kemudian menjelaskan mengapa persoalan militer dan globalisasi lebih tepat untuk didudukkan di dalam ranah sosiologi politik, yaitu karena persoalan keamanan menyangkut konsepsi politik dari hubungan antara masyarakat dengan negara.

Keterkaitan antara persoalan keamanan dan politik ini selaras dengan yang pendapat Ayoob (2005) yang menyatakan bahwa beragam pengaruh yang muncul akibat persoalan-persoalan ekonomi sampai lingkungan baru bisa dikatakan sebagai persoalan keamanan setelah melalui satu proses politik ataupun setelah melalui satu analisis politik. Ayoob dalam hal ini melihat bahwa konsepsi keamanan sudah semestinya diletakkan tidak dalam satu kerangka analisis yang terlalu lebar dan elastis sehingga justru menyebabkan analisis tersebut kehilangan kegunaannya. Ia menyarankan agar keamanan tetap dilihat sebagai satu konsep yang mengaitkan antara keteraturan dan otoritas, yang sudah pasti berkonotasi politik.

 

B. Perumusan Masalah Tesis

  1. Sejauh mana globalisasi mendorong proses-proses perubahan di dalam tubuh TNI, TNI AL dan SESKOAL, serta sebaliknya sejauh mana SESKOAL bisa mempengaruhi TNI AL dan TNI dalam menghadapi persoalan-persoalan terkait globalisasi sekarang ini?
  2. Dalam perkembangannya, sejauh mana reformulasi agen dan struktur di dalam tubuh SESKOAL memiliki peranan dalam setiap proses perubahan di tubuh TNI AL ?
  3. Terkait dengan rencana atau proses transformasi yang akan dijalankan oleh SESKOAL, secara sosiologik sumbangan pemikiran apa yang bisa diberikan dalam rangka menyusun rancangan transformasi SESKOAL 25 tahun yang akan datang ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Globalisasi dan Keamanan Nasional

Perdebatan teoritis seputar globalisasi pada dasarnya berangkat dari perdebatan ekonomi politik dalam konteks internasional. Melalui dasar itu, peta teoritik dari para sarjana pemikir mengenai globalisasi bisa dijelaskan sehingga kita bisa mengetahui konsekuensi-konsekuensi kongkret yang mungkin terjadi dan berlangsung sebagai dampak dari globalisasi itu sendiri. Inti dari pandangan itu sebenarnya adalah bagaimana globalisasi dimaknai oleh sebuah entitas, apakah itu negara, masyarakat ataupun kelompok bisnis. Pemaknaan terhadap globalisasi yang kemudian banyak dituntun oleh para sarjana itu pada level strategis sampai dengan operasional akan berdampak sangat signifikan. Konsepsi-konsepsi strategis negara untuk mempertahankan kedaulatan, kita-kiat mengakumulasi keuntungan dari kalangan bisnis dan rancangan pergerakan kelompok masyarakat sipil untuk mendorong proses perubahan dalam komunitas tidak lepas dari bagaimana mereka memaknai dinamika perubahan dalam konteks global.

Posisi Militer

Persoalan berikutnya yang hendak dijawab terkait dengan globalisasi dan masalah keamanan adalah bagaimana peranan institusi militer menurut pandangan para sarjana yang telah disebutkan sebelumnya. Ohmae melihat institusi militer adalah representasi dari rezim militer yang sejalan dengan globalisasi dan kemajuan peradaban manusia akan semakin berkurang peran dan kapasitasnya. Tesis ini tentu saja didasari oleh satu pandangan yang mengemukakan bahwa rezim yang semakin beradab adalah rezim sipil. Jika setiap negara telah meninggalkan polapola relasi yang sifatnya militeristik dalam sistem pemerintahannya, maka konflik sampai menuju perang dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau paling tidak bisa dieliminir.

Modernitas, Globalisasi dan Transformasi Militer Negara-negara di Dunia

Sebagai salah satu dimensi institusional dari modernitas, militer adalah subyek kajian penting ketika kita membahas mengenai globalisasi maupun ketika kita ingin berbicara bagaimana militer itu bisa bertransformasi. Transformasi militer yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia, dalam perkembangannya menunjukkan pola-pola yang mengarah pada proses strukturasi antara agen dan struktur. Agen di sini bisa kita definisikan sebagai negara dan institusi militernya, sementara globalisasi yang mendunia bisa dilihat sebagai struktur itu sendiri. Jika menilik pada pandangan Giddens, globalisasi meliputi beragam nilai dan norma universal (rules) dan sumberdaya, baik sumberdaya alokatif maupun sumberdaya otoritatif yang bisa menentukan kapasitas agen untuk bisa mentransfrom aturan dan sumberdaya yang melekat dalam dimensi keagenannya.

 

D. Metodelogi

Penelitian ini dilaksanakan di SESKOAL, Jakarta. Dipilihnya lokasi ini antara lain karena peneliti adalah bagian dari institusi tersebut dan TNI AL secara umum, yang melihat pentingnya transformasi TNI AL di dalam era proses globalisasi yang terjadi.

Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua kategori. Pertama, sumber data primer yang digali secara langsung dari beberapa Pamen TNI AL yang sudah dan sedang mengikuti pendidikan di SESKOAL. Selain dari pembagian data primer dan sekunder yang telah dijelaskan di atas, peneliti melakukan teknik analisis dengan menerapkan tujuh tahap penelitian SSM.

Penelitian ini dilakukan di institusi SESKOAL selama satu tahun. Rentang waktu tersebut terdiri dari penyusunan dan pematangan disertasi, dilanjutkan dengan kegiatan sesuai tahapan dalam SSM hingga konsultasi dan finalisasi.

 

E. Kesimpulan

1. Globalisasi sebagai sebuah struktur dan juga sekaligus sebagai konteks telah memberikan dinamika yang sangat dinamis dalam perkembangan dunia militer di Indonesia khususnya dalam dunia ke-Angkatan Laut-an. Kerjasama, kompetisi dan konflik di berbagai dunia merupakan salah satu bentuk dari pengaruh globalisasi. Dalam bidang kerjasama, beberapa negara atau bahkan dunia internasional menganggap bahwa kita sekarang memasuki era ketidakpastian sehingga kita semua harus berkerjasama untuk memberantas musuh bersama (common threats) seperti perdagangan Narkoba, perdagangan manusia, pembajakan di laut, penyelundupan senjata dan terorisme. Globalisasi dapat memaksa negara-negara untuk melakukan kerjasama dalam bentuk operasi bersama (joint combined operation) atau membentuk organisasi keamanan (termasuk juga ekonomi dan politik) regional. Akan tetapi, constraint globalisasi ini tidak bersifat ‘kaku’ karena negara sebagai aktor/agen masih bisa melakukan tindakan yang inovatif. Mereka tidak serta merta karena adanya paksaan struktur global melakukan ‘invansi’ terhadap negara lain, misalnya atas nama norma universal untuk pengembangan nilai-nilai demokratisasi dan penghargaan atas HAM. Pada derajat tertentu agen negara memiliki kebebasan dan kemandirian. Agen negara juga mempunyai kekuasaan dan kontrol atas lingkungan mereka. Agen negara masih bisa melakukan tindakan hanya sebatas koordinasi, karena kepentingan nasional dan keamanan negara masih merupakan dasar utama bagi agen negara untuk mengambil sikap dan bertindak. Posisi ini misalnya diambil oleh Indonesia ketika menghadapi persengketaan berbagai negara di Asia mengenai sengketa Laut Cina Selatan.

2. Dalam konteks globalisasi seperti sekarang ini, persoalan profesionalisme menghadapi tantangan yang tidak enteng. Kenyataan bahwa liberalisme, individualism, kapitalisme dan konsumtivisme berkontestasi dengan kehendak TNI AL untuk meningkatkan profesionalisme prajurit. Pada akhirnya, transformasi profesionalisme prajurit mesti dikerangkakan dalam satu proses transformasi insitusi militer secara lebih luas. Dalam konteks ini, institusi pendidikan militer memiliki peranan yang sangat penting. Tidak saja dalam upayanya membangkitkan kesadaran mengenai profesionalisme itu, tetapi juga dalam mendorong satu konstruksi profesionalisme militer yang relevan dengan tuntutan jaman. Tanpa bermaksud terperangkap dalam satu pradigma yang pragmatis, konstruksi profesionalisme militer masa depan mesti bisa mengawinkan ideologi kejuangan yang memiliki landasan historis dengan tantangan kekinian yang dihadapi oleh prajurit TNI. Hanya dengan asumsi itu, konstruksi profesionalisme militer bisa kontekstual dengan perkembangan jaman.

3. Pada prosesnya, ideologi dan visi mengenai militer yang profesional itu bisa bekerja melalui satu proses dialektika tiada henti antara individu prajurit dengan institusi militer yang melahirkan ideologi dan visi masa depan itu sendiri. Kata kunci dari sistem kerja ini adalah pengetahuan, kesadaran dan tindakan. Ideologi harus bisa diinternalisasikan melalui proses sosialisasi dan indoktrinasi sampai kesadaran diskursif itu muncul untuk kemudian harus bisa direfleksikan pada level tindakan. Selain ada pengetahuan, perlu juga ada contoh-contoh sikap dari para perwira terhadap prajuritnya mengenai kesadaran ideologis itu sendiri.

 

Contoh Tesis Organisasi Militer

  1. Analisis Hubungan Data Sefalometri pada Calon Siswa Penerbang TNI AU Tahun 2003 di Lakespra Saryanto dengan Standar Kecocokan Helm Penerbang
  2. Bantuan Hukum Bagi Prajurit TNI dan Keluarganya (Kajian tentang Bantuan Hukum Yang Dilaksanakan Oleh Dinas Hukum Tni Angkatan Udara)
  3. Efisiensi Dan Efektifitas Industri Farmasi di Lingkungan TNI Ditinjau dari Aspek Kebijakan Pertahanan dan Ketahanan Nasional
  4. Evaluasi Strategi Reposisi Fungsi TNI Ditinjau dari Pemasaran Sosial
  5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gaya Kepemimpinan Perwira di Organisasi TNI

 

Incoming search terms: