Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Organisasi Masyarakat : Implementasi CSR dan Budaya Organisasi pada PDAM

Judul Tesis : Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Budaya Organisasi pada PDAM Tirta Pakuan Bogor Pengaruhnya terhadap Kepuasan Masyarakat Kota Bogor

 

A. Latar Belakang

Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (Corporate Social Activity) atau “aktivitas sosial perusahaan”. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Melalui konsep investasi sosial perusahaan “seat belt”, sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional.

Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasanya kegiatan perusahaan membawa dampak – for better or worse, bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan beroperasi. Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. Melainkan pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimana pengaruh program Corporate Social Responsibility (CSR) secara parsial terhadap kepuasan masyarakat Kota Bogor?
  2. Bagaimana pengaruh budaya organisasi secara parsial terhadap kepuasan masyarakat Kota Bogor?
  3. Bagaimana pengaruh program Corporate Social Responsibility (CSR) dan budaya organisasi secara simultan terhadap kepuasan masyarakat Kota Bogor?

 

C. Tinjauan Pustaka

Corporate Social Responsibility (CSR) pada Umumnya

Dari sini konsep CSR terus bergulir, berkembang dan diaplikasikan dalam berbagai bentuk. James Collins dan Jerry Poras dalam bukunya Built to Last: Successful Habits of Visionary Companies (1994), menyampaikan bukti bahwa perusahaan yang terus hidup adalah yang tidak semata mencetak limpahan uang saja, tetapi perusahaan yang sangat peduli dengan lingkungan sosial dan turut andil dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

 

Pengertian Budaya Organisasi

Kebudayaan (kultur, culture as intellectual product) adalah:

(1) hasil kegiatan pemikiran dan renungan manusia dengan akal pikirannya dan akal budinya (spirit, mind, intellect, Geist, geest) berupa nilai-nilai di dalam hidup, norma (kaidah), kepercayaan (belief, creed), kesenian, adat istiadat

(2) keseluruhan pengetahuan nyata (bukan hafalan atau persep, tetapi real power-bearing knowledge) yang dipunyai masyarakat atau manusia sebagai makhluk social untuk memahami atau menanggapi lingkungan serta pengalamannya, dan yang dipakai pula sebagai pedoman bagi perilakunya.

 

Teori Budaya Organisasi

Budaya organisasi (organizational culture) akhir-akhir ini sering muncul kepermukaan dan menjadi bahan pembicaraan dan kajian, baik di kalangan praktisi maupun ilmuwan. Banyak diskusi dan seminar diadakan untuk membicarakan halhal yang berkaitan dengan pengembangan budaya organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi itu dirasakan penting dan memiliki manfaat langsung maupun tidak langsung bagi perkembangan organisasi.

Kepuasan Masyarakat

Kepuasan masyarakat dalam konteks penelitian ini disetarakan dengan kepuasan pelanggan dalam bidang konsumen dan pelayanan. Masyarakat dianggap sebagai konsumen atau penerima manfaat dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Oliver (dalam Supranto, 2006) mengartikan kepuasan pelanggan sebagai tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Berkaitan dengan definisi tanggung sosial perusahaan dan masyarakat, kepuasan masyarakat dapat diartikan sebagai tingkat perasaan masyarakat dari hasil penilaian kinerja perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dengan harapan masyarakat sekitarnya yang menjadi sasaran program.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi Kota Bogor, dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari mulai bulan September, Oktober dan Nopember 2012.

Jumlah populasi di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 5.548 KK.

Sumber data yang dibutuhkan meliputi data primer, yaitu pandangan, sikap, atau persepsi pelaku usaha mengenai tanggungjawab sosial perusahaan dalam kaitanya dengan pengentasan masalah-masalah sosial.

Menurut Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar (2008), data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer (primary data) dan data sekunder (secondary data).

Dalam penelitian ini ada dua variabel bebas (X), yakni variabel bebas (X1, X2) dan satu variabel terikat (Y).

 

E. Kesimpulan

Variabel CSR (X1)

Program CSR akan menjadi strategi bisnis yang inheren dalam perusahaan untuk menjaga atau meningkatkan daya saing melalui reputasi dan citra perusahaan. Kedua hal tersebut akan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan yang sulit untuk ditiru oleh para pesaing. Program-program CSR yang telah dilaksanakan oleh PDAM Tirta Pakuan diantaranya

  • Program Sahabat Air Peduli
  • Program Sahabat Air Belajar
  • Program Sahabat Air Sehat
  • Program Sahabat Air Hijau
  • Program Sahabat Air Mitra sangat memberikan manfaat terutama terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat disekitar PDAM Tirta Pakuan.

Berdasarkan analisis terhadap variabel CSR bahwa sebanyak 49.25 persen masyarakat menyatakan setuju jadi secara parsial berpengaruh positif sangat signifikan terhadap kepuasan masyarakat sekitar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Variabel Budaya Organisasi (X2)

Nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi yang dapat menggambarkan tentang cara-cara melakukan suatu pekerjaan di tempat tertentu serta asumsi kepercayaan dasar yang terdapat diantara anggota organisasi. Pelaksanaan Program-program CSR oleh Bina Mitra yang merupakan bagian dari PDAM Tirta Pakuan sangat berperan dalam keterlibatannya dengan masyarakat sekitar PDAM Tirta Pakuan yang mendapat bantuan program CSR. Berdasarkan analisis terhadap variabel budaya organisasi bahwa sebanyak 50.51 persen menyatakan netral jadi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan masyarakat sekitar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Variabel Independen (X)

Variabel independen (X) secara simultan sangat berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat sekitar PDAM Tirta Pakuan. Kedua variabel tersebut berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan persamaan regresi : Y = 7.960 + 0.605 x1 + 0.194 x2 + e. Dari persamaan regresi tersebut dapat diperoleh hasil bahwa variabel Corporate Social Responsibility (CSR) lebih dominan bila dibandingkan dengan variabel budaya organisasi.

Contoh Tesis Organisasi Mayarakat

  1. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Budaya Organisasi pada Pdam Tirta Pakuan Bogor Pengaruhnya terhadap Kepuasan Masyarakat Kota Bogor
  2. Bentuk-Bentuk Organisasi Lokal dalam Masyarakat Etnis Tionghoa di Kota Pontianak
  3. Polri Pasca 1998- Relasi Kuasa Polri dengan Organisasi Masyarakat Sipil
  4. Realitas Petani dan Organisasi Petani di Media Massa (Hegemoni Negara dalam Wacana Media)