Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Model Pelatihan: Model “Pelatihan Peduli Dukun Bayi” utk Meningkatkan Potensi

Judul Tesis : Model “Pelatihan Peduli Dukun Bayi” untuk Meningkatkan Potensi Sebagai Agent Of Change Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Bogor

 

A. Latar Belakang

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, yaitu dari 128 per 1000 kelahiran hidup tahun 1960 menjadi 47 per 1000 kelahiran hidup (BPS 2000). Namun angka ini masih terhitung tinggi dibandingkan dengan AKB negara-negara anggota ASEAN, yaitu 4,6 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,8 kali lebih tinggi dari Thailand dan 1,3 kali lebih tinggi dari Filipina (Widjojo dkk 2004).

Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003 AKB nasional sebanyak 35 per 1000 kelahiran hidup. Terdapat kesenjangan Angka Kematian Bayi antar provinsi dengan variasi yang sangat besar yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencapai 103 per 1000 kelahiran hidup (tertinggi), sedangkan Propinsi D.I. Yogyakarta mencapai 23 per 1000 kelahiran hidup (terendah). Dibandingkan dengan hasil SDKI tahun 2007 terjadi sedikit penurunan AKB secara Nasional 34 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan provinsi yang tertinggi AKB nya adalah Sulawesi Barat sebanyak 74 per 1000 kelahiran hidup dan paling rendah D.I. Yogyakarta sebanyak 19 per 1000 kelahiran hidup.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

Strategi pengurangan AKI dan AKB dapat dilakukan dengan memanfaatkan peranan dukun bayi sebagai agent of change. Dukun bayi yang dapat berperan sebagai agent of change diharapkan dapat menginspirasi, memberikan dukungan serta mempengaruhi ibu hamil untuk mau melakukan praktek IMD ketika melahirkan.

Agar dukun bayi dapat menjalankan perannya sebagai agent of change untuk mempengaruhi ibu dalam praktek IMD, perlu diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan. WHO telah mengadakan pelatihan untuk dukun bayi agar kualitas dukun bayi meningkat sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB selama tahun 1970-1990 (WHO 1992), namun kenyataannya belum berhasil.

Mengingat belum adanya studi tentang pelatihan bagi dukun bayi yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan karakteristik, latar belakang budaya dan kemampuan dukun bayi, maka diperlukan pengembangan riset lebih lanjut dengan membuat model “Pelatihan Peduli Dukun bayi” yang berfokus kepada peran dukun bayi sebagai “agent of change” dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan mengetahui bagaimana efek dari model ini terhadap perubahan Pengetahuan, Sikap dan Praktik dukun bayi.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Dukun Bayi

Koentjaraningrat (1992) dalam Salham et al. (2006) mendefinisikan dukun bayi sebagai pemberi pertolongan pada waktu kelahiran maupun dalam hal yang berhubungan dengan pertolongan kelahiran, seperti memandikan bayi, upacara menginjak tanah, dan upacara adat serimonial lainnya. Pada kelahiran anak, dukun bayi biasanya adalah seorang wanita tua yang sudah berpengalaman, membantu melahirkan dan memimpin upacara yang bersangkut paut dengan kelahiran itu.

 

Pengertian “Agent of Change”

Menurut kamus bahasa, Change Agent adalah “Seseorang yang dapat merubah perilaku masyarakat atau sistem organisasi dalam mencapai keadaan atau aktualisasi diri yang lebih baik.”. Biasanya seorang agent of change memiliki tujuan dan keinginan untuk merubah keadaan yang kemudian direalisasikan dengan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan atau mencari tujuan hidup (perspective on life ) yang lebih baik (Stevenson 2008).

Pelatihan Dukun bayi

Pelatihan merupakan proses pembelajaran dari rangkaian program perubahan perilaku. Pelatihan tersebut melibatkan pengetahuan sehingga pengetahuan seseorang akan meningkat serta menjadi lebih waspada terhadap aturan dan prosedur. Jika pengetahuan dan kewaspadaan meningkat maka perilakunya juga akan sesuai dengan aturan dan prosedur yang kemudian mempengaruhi perubahan yang positif terhadap pengetahuan, sikap, dan praktek (Kalra & Bhatia 2008). Selanjutnya pelatihan merupakan suatu kegiatan yang menambah dan meningkatkan kemampuan seseorang agar memiliki keterampilan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam kegiatan tersebut biasanya terjadi transfer pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan sikap dalam mengerjakan suatu kemampuan yang spesifik (UMFDA 2002)

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor. Pemilihan kecamatan di Kabupaten Bogor yang dijadikan lokasi intervensi dan kontrol penelitian dilakukan secara purposive.

Penelitian dilakukan lebih kurang enam bulan dimulai pada bulan Februari 2010 sampai dengan Agustus 2010.

Penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Disain penelitian kuantitatif yang dipakai adalah kuasi eksperimen.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua dukun bayi yang berada di Kabupaten Bogor pada saat penelitian berlangsung tahun 2010.

Unit sampel dalam penelitian adalah dukun bayi sehingga dukun bayi yang akan dijadikan responden maupun peserta pelatihan adalah dukun bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Instrumen yang digunakan sewaktu pengumpulan data primer adalah kuesioner pre-post test.

 

E. Kesimpulan

1. Ditemukannya model pelatihan dukun bayi dengan konsep pendekatan “Pelatihan Peduli Dukun Bayi dalam Pelaksanaan IMD”, yaitu pelatihan menggunakan metoda yang memperhatikan latarbelakang karakteristik dukun bayi seperti: menyesuaikan metoda pelatihan dengan kemampuan dukun bayi, menggunakan bahasa lokal setempat, menggunakan media yang bervariasi (buku saku, pemutaran filem tentang IMD), penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan metoda yang beragam (ceramah, tanya jawab, diskusi, bermain peran, testimoni), serta dilakukannya pendampingan setelah pelatihan diberikan.

2. Menggunakan model Pelatihan Peduli Dukun Bayi terbukti mempunyai efek terhadap peningkatan Pengetahuan ( 424,31% ), Sikap ( 495,18%), Praktik Promosi (193,65%) dan Praktik IMD ( 2.687,50%) oleh dukun bayi.

3. Faktor paling dominan yang mempengaruhi Pengetahuan, Sikap, Praktik Promosi Dukun Bayi dalam Pelaksanaan IMD adalah “Pelatihan Peduli Dukun Bayi tentang IMD”. Hal ini menggambarkan bahwa Model Pelatihan Peduli Dukun Bayi dalam Pelaksanaan IMD sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan untuk dipilih sebagai Model Pelatihan dukun bayi dalam Pelaksanaan IMD. Untuk faktor yang dominan mempengaruhi Pelaksanaan IMD oleh Dukun Bayi adalah Jumlah Pasien Dukun Bayi.

 

Contoh Tesis Model Pelatihan

  1. Model Pelatihan Bagi Calon Edukator Diabetes Melitus Tipe 1
  2. Model Pelatihan Peduli Dukun Bayi Untuk Meningkatkan Potensi Sebagai Agent Of Change Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Bogor
  3. Model Pelatihan Pra Penerapan Management Mutu Terpadu dalam Menyikapi Transformasi IKIP Jakarta Menjadi Universitas Negeri Jakarta
  4. Model Program Pelatihan ‘Tangguh’ Bagi Peserta Program Pensiun Dini Sukarela di Perusahaan ‘X’
  5. Model Sistem Informasi Widyaiswara Berbasis Kompetensi di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Cilandak, Jakarta
  6. Alternatif Model Manajemen Pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK)