Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Merek : Perlindungan Hukum Merek Menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2001

Judul Tesis : Perlindungan Hukum Merek Menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2001: Perspektif Hukum Mengenai Ambush Marketing

 

A. Latar Belakang

Di Indonesia, Undang-Undang Merek No. 15 Tahun 2001 menurut Penulis belum dapat memberikan perlindungan hukum secara keseluruhan, baik bagi penyelenggara event maupun pemberi sponsor resmi dari perilaku ambush marketing. Sehingga dirasa perlu pembaharuan hukum Merek agar lebih mengakomodir persaingan curang dalam konsep perilaku ambush marketing. Hal itu telah mendasari penulis untuk membahas topik tentang perlindungan hukum merek menurut Undang- Undang No. 15 Tahun 2001 dalam perspektif hukum mengenai ambush marketing.

Pembahasan yang akan dilakukan di penulisan ini akan memaparkan contoh– contoh peraturan di Negara lain tentang melawan praktek ambush marketing, dan dilihat implikasinya melalui sudut pandang hukum di Indonesia khususnya tentang merek. Contoh–contoh peraturan yang akan dipaparkan dalam penulisan ini bukan merupakan perbandingan hukum, melainkan hanya merupakan ilustrasi perkembangan hukum mengenai perlawanan atas kegiatan praktek ambush marketing. Selain itu, sebagai pembatasan dari ruang lingkup penulisan maka penulis menyimpulkan bahwa penulisan tesis ini hanya terbatas pada bidang hukum merek dalam kaitannya dengan HKI dan pembahasan atas kegiatan praktek ambush marketing di event Olahraga yang akan dianalisa melalui event olympic.

 

B. Pokok Permasalahan

  1. Bagaimana implementasi Peraturan Perundang-Undangan di berbagai Negara mengenai ambush marketing ?
  2. Bagaimana Perspektif Hukum Merek menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 dalam memberikan perlindungan hukum bagi penyelenggara event dan pemberi sponsor resmi dari kegiatan ambush marketing?
  3. Bagaimana potensi pengaturan mengenai ambush marketing didalam pembaharuan Undang – Undang Merek yang akan datang?

 

C. Tinjauan Umum Tesis

HKI dan Perkembangannya

Memasuki pintu gerbang abad 21 hampir tidak tcrlihat lagi batas-batas negara, karena lalu lintas perdagangan dan informasi teknologi telah berjalan sangat cepat. Fenomena tersebut oleh Sudargo Gautama, diibaratkan dengan hidup dalam suatu dunia yang menciut (shrinking world). Semenjak itu persaingan barang dalam perdagangan internasional tidak hanya berkaitan dengan barang dan jasa sematamata, tetapi terlibat juga sumber daya manusia berupa hasil kemampuan intelektual dan teknologi.

Tinjauan Merek secara umum

Berbicara mengenai HKI tentu tidak terlepas dari Merek (Trademark). Merek adalah bagian dari HKI yang juga merupakan bagian dari hukum kebendaan, sehingga pada sebuah merek melekat hak milik atau hak absolut. Menurut Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2001 Pasal 1 ayat 1 tentang Merek, merek adalah: “tanda yang berupa gambar, nama, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.”

Tinjauan Umum Mengenai Ambush Marketing

Ambush marketing dapat didefinisikan sebagai strategi pemasaran dimana pengiklan mengasosiasikan dirinya dengan, dan oleh karena itu memanfaatkan, peristiwa tertentu tanpa harus membayar biaya sponsor. Selain itu ambush marketing memiliki beberapa pengertian yaitu:

  1. Sebagai strategi pemasaran di mana merek bersaing menghubungkan sendiri dengan suatu acara olahraga besar tanpa membayar biaya sponsor.
  2. Jenis pemasaran oleh perusahaan yang bukan sponsor resmi dari suatu peristiwa, tetapi yang menempatkan iklan dengan menggunakan acara tersebut, untuk mendorong pelanggan untuk memperhatikan iklan.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian yang digunakan oleh Penulis adalah penelitian yuridis normatif yaitu metode penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder.

Tipologi penelitian dalam penulisan tesis ini berupa penelitian deskriptif analitis.

Secara umum jenis data yang diperlukan dalam suatu penelitian hukum terarah pada penelitian data primer dan data sekunder.

Teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan, menelaah, dan mempelajari data sekuder yang berupa hukum positif dan kepustakaan seperti buku-buku, karya ilmiah, makalan seminar, jurnal hukum serta kamus, beberapa artikel melalui Internet dan bacaan-bacaan lepas lainnya.

 

E. Kesimpulan

1. Bahwa dengan berkembangnya pola persaingan curang di dalam dunia sponsorship yang dikenal dengan istilah ambush marketing, maka beberapa Negara telah memberlakukan peraturan yang dapat dikaitkan dalam melawan ambush marketing ataupun membentuk peraturan khusus secara terpisah dan ditujukan untuk event Olympic tertentu. Negara-negara yang menerapkan peraturan secara umum untuk melawan ambush marketing adalah Negara New Zealand dengan Mayor Events Management Act 2007, Afrika Selatan dengan ‘Trade Practices Act 2001’, ‘Merchandise Marks Act 2002’, dan ‘The ASA Code’, lalu Jerman dengan Trade Marks Directive dan ‘The Act against Unfair Competition’. Sedangkan Negara-negara yang menerapkan peraturan secara khusus adalah China dengan ketentuan ‘Protection of Olympic Symbols Regulations’, Inggris ‘The Olympic Symbol etc (Protection) Act 1995’ and ‘The London Olympic and Paralympic Act 2006’ , dan Kanada dengan ‘The Olympic and Paralympic Marks Act 2007’.

2. Peraturan hukum mengenai ambush marketing didasarkan atas pemberian perlindungan kepada 2 (dua) hal, yaitu penyelenggara event dan pemberi sponsor resmi. Perlindungan yang diberikan kepada penyelenggara event, dapat diterapkan melalui Pasal 76 dan Pasal 90 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 namun merek atau lambang tersebut harus terdaftar mengingat sistem hukum di Indonesia adalah sistem konstitutif. Sedangkan perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada pemberi sponsor resmi diterapkan dengan Pasal 1365 KUHPerdata dengan gugatan perbuatan melawan hukum dan Pasal 382bis KUHPidana tentang gugatan ganti rugi.

3. Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 saat ini memiliki beberapa kelemahan sehingga pembaharuan hukum pada Undang-undang No. 15 Tahun 2001 dirasa perlu dilakukan untuk lebih mengakomodir perlindungan hukum kepada penyeleggara event dan pemberi sponsor resmi dari kegiatan ambsh marketing. Sesuai dengan perkembangan hukum terkait ambush marketing yang di berlakukan oleh Negara-negara lain sebagai ilustrasi hukum maka beberapa potensi ketentuan yang dapat menjadi pertibangan dalam RUU merek yang akan datang menurut penulis yaitu menambahkan ketentuan tersendiri mengenai larangan persaingan curang atas kegiatan merek yang dapat menyebabkan ‘confusion’ dan ‘mislead’; memperluas ketentuan jangkauan larangan penggunaan merek atau tanda yang telah terdaftar hingga ke dunia periklanan atau pemasaran; memperluas pasal mengenai ketentuan merek terkenal; serta menambahkan klausula mengenai larangan penggunaan merek yang menyebabkan kerugian bagi orang lain yang memiliki hubungan dengan pemilik merek yang telah terdaftar.

 

Contoh Tesis Merek

  1. Analisis Hubungan Efektivitas Iklan dengan Ekuitas Merek – Studi Kasus pada Iklan Televisi Produk Axe
  2. Analisis Pembentukan Kepribadian Merek Melalui Aktivitas Periklanan (Studi Deskriptif Pengaruh Elemen Iklan Televisi Produk Pocari Sweat Versi Beach House)
  3. Implementasi Perlindungan Merek Kolektif dalam Model One Village One Product (Ovop)
  4. Pengaruh Green Brand Image terhadap Green Satisfaction, Green Trust, dan Green Brand Equity – Studi Kasus pada Merek Tupperware
  5. Peran Atribut Consumer Durable Goods dalam Menyusun Strategi Bauran Pemasaran (Studi Kasus Planetary Mixer Merek Sinmag di PT. Sinar Himalaya)
  6. Perlindungan Hukum Bagi Kopi Arabika Toraja Melalui Sistem Indikasi Geografis Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek
  7. Perlindungan Hukum Merek Menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 (Perspektif Hukum Mengenai Ambush Marketing)
  8. Tinjauan Yuridis Perlindungan Merek Generik dan Deskriptif berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek