Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Merek : Perbandingan Pengaruh User Experience pada Situs terhadap Citra Merek

Judul Tesis :  Perbandingan Pengaruh User Experience pada Situs terhadap Citra Merek pada Pengguna Goal-Directed dan Pengguna Experiential (Studi Eksperimen pada Situs www.hellosoursally.com terhadap Citra Merek Sour Sally)

 

A. Latar Belakang

Perkembangan dunia pemasaran telah sampai kepada tahap yang berorientasi pada konsumen dan berfokus terhadap manfaat produk yang dirasakan (perceived benefit of the product) oleh konsumen. Pada fase sebelumnya, di mana pemasar masih berfokus pada manfaat produk, pemasar berusaha menemukan keunggulan fitur produk yang dapat ditonjolkan sebagai alat diferensiasi dari kompetitor (Schmitt & Simonson, 1997: 16). Akan tetapi, keunggulan suatu produk dapat disaingi dengan keunggulan yang mirip, bahkan lebih baik, pada produk lain dalam jangka waktu singkat sebagaimana yang dikatakan oleh Wally Olins, “Innovation is vital, but nowadays almost anything can be copied – usually fast, ”(Olins, 2005). Olins menyebutkan bahwa inovasi dapat dengan mudah ditiru oleh kompetitor dalam waktu singkat, sehingga keunggulan atribut produk tidak lagi dapat menjadi fokus pemasaran.

Dengan banyaknya pilihan yang terdiri ratusan merek dan produk kompetitor yang menawarkan fungsi serupa dengan kualitas dan harga yang juga tidak jauh berbeda, satu-satunya cara sebuah perusahaan dapat bertahan adalah dengan melakukan diferensiasi (Trout & Rivkin, 2000). Menurut Kotler (1996: 350), salah satu cara untuk melakukan diferensiasi dari kompetitor adalah dengan pembangunan citra merek atau brand image.

 

B. Permasalahan

  1. Apakah user experience pada situs hellosoursally.com mempengaruhi persepsi citra merek (perceived brand image) Sour Sally?
  2. Seberapa besar pengaruh user experience pada situs hellosoursally.com terhadap persepsi citra merek (perceived brand image) Sour Sally?
  3. Bagaimana perbandingan pengaruh user experience pada situs hellosoursally.com terhadap citra merek antara perilaku pengguna goal-directed dan experiential?

 

C. Kerangka Teori

Situs (Web Site)

Situs merupakan jaringan komputer yang terdiri dari situs-situs yang berisikan data serta informasi berupa teks, gambar, suara, dan animasi, (Hildreth, 2008) maupun gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis, yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing–masing dihubungkan dengan jaringan–jaringan halaman atau hyperlink. Berdasarkan tujuannya, situs terdiri dari: Personal Web, yang berisikan informasi tentang hal-hal pribadi seseorang; Corporate Web, yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan berisi informasi dan data perusahaan; Portal Web, yang menyediakan berbagai layanan, mulai dari berita, email, dan jasa lainnya; Forum Web, yang bertujuan sebagai media diskusi; serta situs yang menyediakan berbagai layanan kepentingan lainnya, seperti situs e-Government, e-Banking, eshop, e-learning, e-payment, e-procurement, e-commerce, dan lain-lain (Davis, 2001). Berdasarkan tujuannya, www.hellosoursally.com merupakan Corporate Web yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Pengalaman Pengguna (User Experience)

Constantinides (2004), memberikan gagasan bahwa pemasar online dapat mempengaruhi proses perancangan konsumen virtual dengan memberikan pengalaman online yang baik; pengalaman Web; yaitu kombinasi fungsional, informasi, perasaan, petunjuk, stimuli dan produk ataupun jasa online, dengan kata lain menjalankan sebuah bauran pemasaran yang kompleks lebih dari yang dilakukan pada bauran pemasaran tradisional. Pengalaman pengguna (user experience) saat online dapat didefinisikan sebagai impresi total yang didapatkan oleh konsumen saat online, akan perusahaan di dunia maya (Watchfire, 2000) sebagai hasil dari terpaan kepada kombinasi gagasan, perasaan, dan impuls yang disebabkan oleh desain dan elemen pemasaran lainnya dalam presentasi online (Constantinides, 2004).

Merek (Brand)

Definisi merek menurut Kotler (2000: 396) adalah: “The name, associated with one or more items in the product line, that is used to identify the source of character of the item(s),” yaitu nama yang diasosiasikan kepada satu atau lebih barang pada lini produk, yang digunakan untuk mengidentifikasi sumber karakter dari suatu barang tersebut. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, simbol, desain, atau kombinasi semuanya yang bertujuan untuk mengidentifikasi sebuah produk atau jasa sebuah atau sekelompok penjual untuk mendiferensiasikan mereka dari kompetitor (Kotler, 2000: 404). Definisi tersebut merupakan pendekatann tradisional untuk menjelaskan merek secara sederhana dan menyatakan dengan jelas fungsi merek sebagai sebuah tanda pengenal.

 

Citra Merek (Brand Image)

Menurut Keller (1993), konsep citra merek merupakan konsep yang multi dimensional, namun tidak ada konsensus yang menyatakan pengukuran empiris akan citra merek itu sendiri. Tidak ada ketentuan baku dalam mengukur citra merek, karena pengukuran citra merek seringkali bersifat subjektif. Citra merek pada dasarnya adalah hasil pandangan atau persepsi konsumen terhadap suatu merek tertentu, yang didasarkan atas pertimbangan dan perbandingan dengan beberapa merek lainnya (Kotler, 2003:180).

Pengalaman Pengguna (User Experience)

Pengukuran user experience pada penelitian ini mengacu pada penelitian faktor objektif yang dijabarkan oleh De Angeli et al., 2009) dengan mengunakan 6 (enam) dimensi, yaitu: usability, classical aesthetics, expressive aesthetics (Perceived Value Aesthetic; Tractinsky, 2004) dan usability, pleasure, dan konten (Interface Quality Scale; De Angeli, et al., 2009). Peneliti melakukan modifikasi dengan tidak memasukkan dimensi service quality karena tidak sesuai pada konteks situs Sour Sally yang tidak memberikan pelayanan dan bukan merupakan jenis situs e-commerce, sebagaimana yang diukur pada dimensi service quality.

 

D. Metodologi Penelitian Tesis

Alasan peneliti menggunakan paradigma ini adalah untuk menjelaskan pengaruh antara variabel user experience berdasarkan perilaku dengan variabel citra merek.

Strategi yang dipilih untuk mengamati, mengumpulkan informasi, dan untuk menyajikan analisis hasil penelitian pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Jenis penelitian dapat dikelompokkan berdasarkan manfaat, dimensi waktu, tujuan, dan teknik pengumpulan data (Neuman, 2003: 89).

Populasi pada penelitian ini sesuai dengan target pasar utama (primary target market) dari merek Sour Sally, yaitu: (Mix Marketing Communication, 2009).

 

E. Kesimpulan

  • Responden pada kelompok eksperimen 2 (experiential) memiliki penilaian yang lebih tinggi terhadap user experience dibandingkan responden pada Kelompok eksperimen 1 (goal-directed).
  • Responden pada kelompok eksperimen 2 (experiential) memiliki penilaian yang lebih tinggi terhadap citra merek setelah dilakukan treatment dibandingkan responden pada kelompok eksperimen 1 (goal-directed).
  • Terdapat perbedaan persepsi antara citra merek Sour Sally pada saat pretest (sebelum dilakukan treatment) dengan persepsi citra merek pada saat post-test (sesudah dilakukan treatment) pada kelompok eksperimen 1 (goal-directed)

 

Contoh Tesis Merek

  1. Analisis Pengaruh Komunitas Merek Berbasis Media Sosial terhadap Loyalitas Merek Studi Kasus Air Asia
  2. Analisis Yuridis Mengenai Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Merek dalam Praktik Pemberian Kredit Pada Bank X
  3. Melihat Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Mahasiswa FMIPA UI Terhadap Pelayanan dan Fasilitas Pendidikan Di Kampus Mereka
  4. Pemasaran Sekolah Alam Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Sekolah Alam Indonesia (SAI) )
  5. Penerapan Definisi Barang Sejenis dalam Hukum Merek Indonesia
  6. Penerapan Prinsip Persamaan pada Pokoknya oleh Direktorat Jenderal HKI pada Proses Pendaftaran Merek yang Menyerupai Merek Terkenal
  7. Pengaruh Customer Relations Perusahaan terhadap Kepercayaan Pelanggan pada Merek (Brand Trust) (Studi pada SPBU Pertamina di Jakarta Selatan)
  8. Pengaruh Interaksi Melalui Media Digital terhadap Kepercayaan Konsumen pada Merek (Studi pada Penggunaan Media Digital yang Dimiliki Sampo Sunsilk dan Sampo Pantene)
  9. Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Restoran terhadap Sikap Utilitarian dan Hedonis Konsumen dalam Membangun Preferensi Merek Restoran ( Studi Kasus Magnum Cafe Grand Indonesia )
  10. Perbandingan Pengaruh User Experience Pada Situs terhadap Citra Merek pada Pengguna Goal-Directed dan Pengguna Experiential (Studi Eksperimen Pada Www.Hellosoursally.Com terhadap Citra Merek Sour Sally)
  11. Perlindungan Aroma Sebagai Merek
  12. Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Seni Berbentuk Dua Dimensi yang Dipergunakan Sebagai Merek (Studi Kasus Penggunaan Gambar Sketsa Ciptaan Alm. Henk Ngantung yang Dipergunakan Sebagai Merek)