Tesis Merek : Analisis Pengaruh Komunitas Merek Berbasis Media Sosial

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Komunitas Merek Berbasis Media Sosial terhadap Loyalitas Merek Studi Kasus Air Asia

 

A. Latar Belakang

Sejak diciptakan media sosial yang berbasis internet, para penemu meningkatan fasilitas dan layanannya terus-menerus, sehingga perkembangan media sosial semakin pesat dan membuat banyak orang tertarik untuk bergabung dalam media sosial (Daniel, 2012).

Media sosial dapat digunakan perusahaan sebagai tools pemasaran relasional di abad ke-21 untuk menjalin hubungan dengan pelanggan- pelanggannya melalui perkembangan teknologi terkini (Malita, 2011). Menurut Gumesson (1994, dalam Gronroos 1997), pemasaran relasional adalah pemasaran dalam framework hubungan, jejaring, dan interaksi. Dimana hal ini sejalan dengan pendapat Malita (2010, dalam Malita 2011) mengatakan bahwa pengaruh media sosial dalam pengaplikasian relasional menekankan pada aspek jejaring dan interaksi tinggi yang terjadi di dalamnya.

 

B. Perumusan Masalah Tesis

1. Apakah komunitas merek berbasiskan media sosial secara positif berpengaruh terhadap :

  1. hubungan pelanggan dan produk
  2. hubungan pelanggan dengan merek
  3. hubungan pelanggan dengan perusahaan
  4. hubungan pelanggan dengan pelanggan lain?

2. Apakah hubungan antara :

  1. pelanggan dengan produk
  2. pelanggan dengan merek
  3. pelanggan dengan perusahaan
  4. pelanggan dengan pelanggan lain ; memiliki pengaruh positif terhadap kepercayaan merek?

3. Apakah kepercayaan merek secara positif mempengaruhi loyalitas merek?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pemasaran Relasional

Menurut Gumesson (1994, dalam Gronroos 1997), pemasaran relasional adalah pemasaran dalam bingkai hubungan, jejaring, dan interaksi. Gronroos (1997) mendefinisikan pemasaran relasional sebagai proses mengidentifikasi serta menciptakan, memelihara, meningkatkan, dan kalau perlu memutus hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya demi profit tertentu, sehingga semua tujuan semua pihak yang terlibat tercapai karena diwujudkan oleh mutual giving serta pemenuhan janji. Lebih lanjut lagi Gronroos (1997) memaparkan penerapan pemasaran relasional bisa membangun interaksi dengan pelanggan sekaligus membangun kualitas hubungan yang terjalin diantara mereka.

Customer Relationship Management

Customer Relationship Management (CRM) adalah bagian dari konsep Relationship Management (RM), yang mengelola hubungan perusahaan dengan konsumennya dimana istilah ini mulai dikenal pada awal tahun 1990an, ketika mulai terjadi perubahan kondisi dimana market yang lebih kompetitif dan konsumen semakin kritis serta demanding (Haeckel, 1999).

Loyalitas Merek

Menurut Lovelock (2011), loyalitas adalah kerelaan konsumen untuk terus mendukung perusahaan dalam jangka panjang, membeli dan menggunakan barang dan jasa secara berulang dan menjadi pilihan utama secara khusus dan secara sukarela merekomendasikan produk perusahaan untuk teman dan kolega. Hallowell (1996, dalam Wang et al., 2010) mengatakan :

 Loyalty is behavioural (loyalitas adalah prilaku).

Loyalitas dapat dipahami sebagai konsep yang menekankan pada runtutan pembelian, proporsi pembelian, dan probabilitas pembelian. Pendekatan ini sering disebut behavioural approach.

 Loyalty is attitude ( loyalitas adalah sikap)

Artinya loyalitas dipahami sebagai komitmen psikologis pelanggan terhadap obyek tertentu (Dharmmesta, 1999) dalam jurnal Wang et al., (2010). Pemahaman ini sering disebut attitudinal approach.

 

Kepercayaan Merek

Kepercayaan pelanggan pada merek (brand trust) didefinisikan sebagai keinginan pelanggan untuk bersandar pada sebuah merek dengan risiko-risiko yang dihadapi karena ekspektasi terhadap merek itu akan menyebabkan hasil yang positif (Lau dan Lee, 1999).

Komunitas

Gusfield (1975) dalam Algesheimer et al., (2005) membedakan diantara dua jenis komunitas. Pertama adalah komunitas tradisional yang mengacu pada wilayah atau geografis. Pada titik ini komunitas mengacu pada lingkungan tempat tinggal, kota, atau daerah. Kedua adalah komunitas relasional yang mengacu pada hubungan manusia tanpa kaitan dengan lokasi. Sebagai contoh, ada beberapa komunitas yang memiliki ketertarikan seperti klub hobi, grup agama, atau klub penggemar. Tetapi kedua tipe komunitas ini tidak saling mengesklusifkan, banyak grup yang berdasarkan ketertarikan tetapi juga merangkap sebagai komunitas yang berbasiskan lokasi.

Media Sosial

Media sosial adalah istilah di abad ke-21 yang digunakan untuk mendefinisikan variasi alat jaringan dan teknologi yang menekankan pada aspek sosial dari internet sebagai saluran distribusi, kolaborasi, dan ekspresi kreatif, dan seringkali berkaitan dengan istilah Web 2.0 dan software sosial (Dabbagh & Reo, 2011, dalam Dabbagh dan Kitsantas, 2012).

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan yang didukung oleh teori yang telah ada sebelumnya bukan untuk membentuk suatu teori.

Pada penelitian ini, penelitian terdahulu mengembangkan model dari McAlexander (2002), yaitu tentang komunitas yang terbentuk dari entitas dan hubungan yang terjalin diantara mereka.

Dalam penelitian ini variabel yang digunakan bersumber dari penelitianyang telah dilakukan sebelumnya oleh Laroche et al., (2012), Casaló et al., (2010), Čater dan Čater (2010), Lu et al., (2010), dan Kim et al., (2009).

Desain penelitian adalah kerangka kerja atau cetak biru yang digunakan untuk melakukan proyek penelitian pemasaran.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian konklusif deskriptif. Objek peneltian adalah komunitas media sosial Air Asia Indonesia yang bergabung dalam media sosial Facebook atau Twitter atau keduanya. Penelitian dan pengumpulan data dilakukan mulai dari bulan Oktober 2012 sampai dengan bulan Desember 2012.

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer. Analisis ini menggunakan software SPSS 17.

 

E. Kesimpulan

Komunitas merek berbasis media sosial memiliki pengaruh positif terhadap kualitas hubungan yang terjadi antara pelanggan dengan produk, merek, perusahaan, dan pelanggan lainnya. Oleh karena itu, semakin tingginya interaksi yang terjadi dalam komunitas Air Asia berbasis media sosial akan meningkatkan kualitas hubungan terhadap pelanggan dan produk penerbangan Air Asia, pelanggan dengan merek Air Asia, pelanggan dengan perusahaan Air Asia dan pelanggan dengan pelanggan Air Asia yang lain.

Hubungan pelanggan dengan produk penerbangan Air Asia memiliki pengaruh yang positif terhadap kepercayaan merek Air Asia. Sehingga, semakin kuatnya hubungan pelanggan dengan produk penerbangan Air Asia akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap merek Air Asia. Hubungan pelanggan dengan merek penerbangan Air Asia memiliki pengaruh yang positif terhadap kepercayaan merek Air Asia. Sehingga, semakin kuatnya hubungan pelanggan dengan merek Air Asia akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap merek Air Asia.

 

Contoh Tesis Merek

  1. Analisis Pengaruh Komunitas Merek Berbasis Media Sosial terhadap Loyalitas Merek Studi Kasus Air Asia
  2. Analisis Yuridis Mengenai Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Merek dalam Praktik Pemberian Kredit Pada Bank X
  3. Melihat Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Mahasiswa FMIPA UI Terhadap Pelayanan dan Fasilitas Pendidikan Di Kampus Mereka
  4. Pemasaran Sekolah Alam Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Sekolah Alam Indonesia (SAI) )
  5. Penerapan Definisi Barang Sejenis dalam Hukum Merek Indonesia
  6. Penerapan Prinsip Persamaan pada Pokoknya oleh Direktorat Jenderal HKI pada Proses Pendaftaran Merek yang Menyerupai Merek Terkenal
  7. Pengaruh Customer Relations Perusahaan terhadap Kepercayaan Pelanggan pada Merek (Brand Trust) (Studi pada SPBU Pertamina di Jakarta Selatan)
  8. Pengaruh Interaksi Melalui Media Digital terhadap Kepercayaan Konsumen pada Merek (Studi pada Penggunaan Media Digital yang Dimiliki Sampo Sunsilk dan Sampo Pantene)
  9. Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Restoran terhadap Sikap Utilitarian dan Hedonis Konsumen dalam Membangun Preferensi Merek Restoran ( Studi Kasus Magnum Cafe Grand Indonesia )
  10. Perbandingan Pengaruh User Experience Pada Situs terhadap Citra Merek pada Pengguna Goal-Directed dan Pengguna Experiential (Studi Eksperimen Pada Www.Hellosoursally.Com terhadap Citra Merek Sour Sally)
  11. Perlindungan Aroma Sebagai Merek
  12. Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Seni Berbentuk Dua Dimensi yang Dipergunakan Sebagai Merek (Studi Kasus Penggunaan Gambar Sketsa Ciptaan Alm. Henk Ngantung yang Dipergunakan Sebagai Merek)