Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Merek : Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Pelayanan, dan Persepsi Harga

Judul Tesis : Pemasaran Sekolah Alam : Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Pelayanan, dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Konsumen Studi Kasus : Sekolah Alam Indonesia (SAI)

 

A. Latar Belakang

Sekolah Alam Indonesia (SAI) menjadi objek yang dipilih oleh peneliti di antara sekolah alam-sekolah alam yang lain. Sekolah Alam Indonesia (SAI) berdiri sejak tahun 1998 oleh Lendo Novo, dan menjadi sekolah alam pertama yang terbentuk di Indonesia. Pada tahun 2012, Sekolah alam ini telah mempunyai jumlah murid yang mencapai 500 anak. Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) terdiri dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan atau Sekolah Menengah Pertama dan tingkat SMU atau yang lebih dikenal sebagai SAI BLESS. Selain itu, pada tahun 2012, Sekolah Alam Indonesia (SAI) telah membuka cabangnya di beberapa lokasi yang ada di Indonesia, yakni Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cibinong, Sekolah Alam Indonesia (SAI) Studio Alam, Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung, Sekolah Alam Indonesia (SAI) Bukit Siguntang Palembang, dan Sekolah Alam Indonesia (SAI) Jenggalu Bengkulu. Dari keseluruhan Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang sudah ada, maka total komunitas yang ada di dalamnya, yakni murid, guru dan orang tua murid telah mencapai 1000 orang lebih. Maka dengan alasan inilah, peneliti mengambil Sekolah Alam Indonesia (SAI) menjadi objek dalam penelitian ini.

Dari uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka peneliti menganalisis dan menjawab faktor-faktor yang membentuk loyalitas dari konsumen di usaha pendidikan khususnya pada Sekolah Alam Indonesia (SAI). Faktor-faktor yang akan dianalisa yakni faktor citra merek, kualitas pelayanan dan persepsi harga. Sehingga penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengidentifikasi faktor yang paling penting dari industri jasa pendidikan dalam membangun loyalitas konsumen.

 

B. Perumusan Masalah Tesis

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang permasalahan, maka penulis merumuskan permasalahan yang diteliti sebagai berikut : “Bagaimana pengaruh citra merek, persepsi harga dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen?”

 

C. Landasan Teori

Brand Image (Citra Merek)

Citra merek adalah persepsi dari pelanggan dan deskripsi dari identitas merek (Maggie Geuens, Bert Weijters, Kristof De Wulf, 2009). Bentuk dari citra, “Simbol dan benda-benda,” adalah salah satu dari banyak aspek yang dapat menjadi dasar bagi terbentuknya hubungan (Johnson & Johnson, 1994). Brand image adalah gambaran yang dimiliki tentang perusahaan atau produknya. Sebuah perusahaan dengan identitas bentuk desain dan gambar atau status pencitraan dari orang, tentu saja ada faktor lain yang terlibat dalam menentukan citra masing-masing perusahaan (Kotler. P, 2006). Selain itu, citra merek adalah asosiasi yang kuat, diinginkan dan unik dalam memori yang disebabkan oleh persepsi kualitas, sikap positif dan dampak positif secara keseluruhan (Rudolf Esch, F Langner, T.Echmittm, B.H.&Geus; 2006). Keller mengatakan bahwa syarat citra merek didefinisikan sebagai persepsi tentang merek yang berhubungan dengan link dan dibuat dalam memori konsumen. Karena citra merek adalah dasar dari produk dan perluasan diferensiasi merek yang memberikan alasan untuk membeli dan menciptakan perasaan positif tentang merek, maka dapat membantu generalisasi dari proses pembelian konsumen.

Service Quality (Kualitas Merek)

Parasuraman et al. (1985) mendefinisikan kualitas pelayanan sebagai hasil dari perbandingan antara harapan layanan dan apa yang dirasakan telah diterima. Menurut sebuah studi pemasaran, kualitas layanan di industry jasa dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni kualitas fungsional dan kualitas teknis (Shiang-Lin et al, 2005.). Kualitas fungsional merupakan aspek nyata layanan, sementara kualitas teknis merupakan aspek intangiblenya.

Price Perception (Persepsi Harga)

Menurut Mowen (2001), harga produk adalah faktor yang paling penting yang dipertimbangkan oleh konsumen dan karenanya manajer harus selalu memperhatikan peran harga ini dalam proses keputusan konsumen. Karena sensitifitas konsumen terhadap harga sangat tinggi (elastic demand) sehingga bila harga barang relatif lebih tinggi dari harga pesaing, maka kemungkinan produk tersebut tidak akan laku terjual. Di sisi lain, harga dapat dipakai sebagai indikator pengganti dari kualitas produk yang dipandang positif oleh segmen tertentu.

Customer loyalty (Loyalitas Konsumen)

Loyalitas didefinisikan sebagai perilaku pembelian secara berulang, yang dipengaruhi oleh sikap yang menguntungkan pelanggan terhadap suatu produk atau jasa (Kotler & Keller, 2009, p. 786).

Pengaruh Service Quality Terhadap Customer Loyalty

Meskipun tidak ada karya telah dilakukan mengenai hubungan antara loyalitas pelanggan dan kualitas pelayanan di industri pendidikan, masalah ini telah ditangani di industri di pasar lain seperti Eropa dan Amerika Serikat. Sebuah studi oleh Ostrowski, O ‘Brien dan Gordon (1993) pada dua penerbangan komersial menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang rendah mengakibatkan loyalitas pelanggan yang rendah. Contoh lain adalah Bloemer, De Ruyter, dan ‘Wetzel (1999) mengenai pekerjaan yang terkait loyalitas pelanggan dalam kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL dalam studi multidimensi di empat industri yakni industri hiburan, industry makanan cepat saji, industry supermarket, dan industry pelayanan kesehatan yang mendapatkan hasil yang serupa.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini digolongkan ke dalam descriptive kuantitative research. Dimana menurut Maholtra (2007), penelitian deskriptif berarti mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan sesuatu.

Data primer didapatkan dari penelitian lapangan melalui metode survey terhadap responden dengan menggunakan kuesioner.

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan atau dihasilkan oleh pihak lain diluar dari tujuan penelitian ini (Maholtra, 2007).

Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 16.0, yang merupakan suatu prosedur statistik untuk menganalisis hubungan asosiatif antara suatu metric dependent variable dengan satu atau lebih independent variables (Maholtra, 2007).

 

E. Kesimpulan

1. Pada penelitian ini, variabel citra merek atau brand image yang dilakukan, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya loyalitas dari konsumen pada industri pendidikan. Hasil ini sejalan dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, yakni brand image merupakan faktor terpenting dalam terbentuknya loyalitas seorang konsumen terhadap produk yang dipilihnya. Brand image inilah yang nantinya akan membentuk sebuah kepercayaan dari konsumen dan akan munculnya kepuasan, sehingga kecenderungan konsumen untuk membeli kembali produk tersebut menjadi sangat besar.

2. Pada penelitian ini, variabel service quality mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya loyalitas konsumen pada industri pendidikan. Namun dari beberapa atribut service quality, atribut empathy, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya loyalitas dari konsumen pada industri pendidikan. Sedangkan pada atribut tangible, reliability, responsiveness, dan assurance, tidak berpengaruh signifikan terhadap terbentuknya loyalitas dari konsumen pada industri pendidikan.

3. Pada penelitian ini, variabel price perception yang dilakukan, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya loyalitas dari konsumen pada industri pendidikan.

 

Contoh Tesis Merek

  1. Analisis Pengaruh Komunitas Merek Berbasis Media Sosial terhadap Loyalitas Merek Studi Kasus Air Asia
  2. Analisis Yuridis Mengenai Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Merek dalam Praktik Pemberian Kredit Pada Bank X
  3. Melihat Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Mahasiswa FMIPA UI Terhadap Pelayanan dan Fasilitas Pendidikan Di Kampus Mereka
  4. Pemasaran Sekolah Alam Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Sekolah Alam Indonesia (SAI) )
  5. Penerapan Definisi Barang Sejenis dalam Hukum Merek Indonesia
  6. Penerapan Prinsip Persamaan pada Pokoknya oleh Direktorat Jenderal HKI pada Proses Pendaftaran Merek yang Menyerupai Merek Terkenal
  7. Pengaruh Customer Relations Perusahaan terhadap Kepercayaan Pelanggan pada Merek (Brand Trust) (Studi pada SPBU Pertamina di Jakarta Selatan)
  8. Pengaruh Interaksi Melalui Media Digital terhadap Kepercayaan Konsumen pada Merek (Studi pada Penggunaan Media Digital yang Dimiliki Sampo Sunsilk dan Sampo Pantene)
  9. Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Restoran terhadap Sikap Utilitarian dan Hedonis Konsumen dalam Membangun Preferensi Merek Restoran ( Studi Kasus Magnum Cafe Grand Indonesia )
  10. Perbandingan Pengaruh User Experience Pada Situs terhadap Citra Merek pada Pengguna Goal-Directed dan Pengguna Experiential (Studi Eksperimen Pada Www.Hellosoursally.Com terhadap Citra Merek Sour Sally)
  11. Perlindungan Aroma Sebagai Merek
  12. Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Seni Berbentuk Dua Dimensi yang Dipergunakan Sebagai Merek (Studi Kasus Penggunaan Gambar Sketsa Ciptaan Alm. Henk Ngantung yang Dipergunakan Sebagai Merek)