Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Pengaruh Persepsi Kualitas Produk dlm Iklan Merek Induk dan Kredibilitas

Judul Tesis: Pengaruh Persepsi Kualitas Produk dalam Iklan Merek Induk dan Kredibilitas Perusahaan terhadap Minat Beli pada Merek Ekstensi dengan Persepsi Kualitas Pada Merek Ekstensi Sebagai Pemediasi (Studi Kasus Merek Pepsodent pada Mahasiswa S1 Non Reguler FE UNS)

 

A. Latar Belakang

Strategi ekstensi merek (brand extension) memang memiliki daya tarik tersendiri di mata setiap perusahaan. Biaya iklan yang tinggi ditengah persaingan yang semakin ketat adalah faktor yang mempengaruhi merek produk yang benar-benar baru untuk sukses di pasaran. Hal tersebut tentu tidak akan ditemui dalam strategi ekstensi merek (Aaker, 1991). Strategi ini juga memiliki keunggulan dimana pemberian nama merek yang sudah terkenal untuk produk yang baru diluncurkan dipasaran juga dapat memberikan perasaan familiar dan aman bagi konsumen (Han, 1998).

Ekstensi merek adalah sebuah pembahasan yang menarik bagi banyak pengamat maupun praktisi pemasaran hingga saat ini. Hal itu dikarenakan sisi positif dan negatif yang ditimbulkan dari penerapan strategi ini. Ibarat pisau bermata dua, di satu sisi ekstensi merek merupakan suatu strategi yang menguntungkan dari sisi efektifitas biaya serta peningkatan kemungkinan sukses suatu produk, tetapi di sisi lain juga mengandung resiko kegagalan yang dapat berdampak negatif terhadap merek induk (parent brand) yang mapan terlebih dahulu (Magdalena Sutantio, 2004). Ketidaksuksesan strategi ekstensi merek dapat mencelakai merek induk (parent barand) yang pada akhirnya mengakibatkan hilangnya ekuitas merek (Ham et al., 2001).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah persepsi konsumen akan kualitas produk dalam iklan merek induk berpengaruh terhadap persepsi kualitas merek ekstensi?
  2. Apakah kredibilitas perusahaan berpengaruh terhadap persepsi kualitas merek ekstensi?
  3. Apakah persepsi kualitas merek ekstensi berpengaruh terhadap minat beli konsumen terhadap produk merek ekstensi?

 

C. Landasan Teori

Definisi Merek

Merek adalah atribut yang penting bagi sebuah produk. Sebuah produk hanya akan menjadi komoditi yang tidak dapat dibedakan satu dengan tanpa adanya merek (Kartajaya, 2006:27). Hal itu sesuai dengan definisi merek itu sendiri yang dikemukakan oleh American Marketing Association dalam Kotler (2003:82) dimana merek dijabarkan sebagai nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing.

Ekuitas Merek

Ekuitas merek merupakan seperangkat aset liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama, atau simbol yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan (Durianto et al., 2004:4). Ekuitas merek seringkali mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian akibat dari pengalaman masa lalu dalam menggunakan merek tersebut maupun kedekatan dengan merek dan karakteristiknya (Durianto et al., 2004:5).

Definisi Persepsi Konsumen

Persepsi konsumen adalah suatu proses dimana seseorang menyeleksi, mengorganisir, dan menginterpretasi stimulus kedalam suatu gambaran yang menyeluruh dan memiliki arti (Kotler, 2003:173). Stimulus adalah rangsangan berupa audio visual yang disampaikan melalui komunikasi verbal maupun non verbal yang dapat mempengaruhi respon seseorang (Kotler, 2003:174).

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa S1 Non Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta (FE UNS).

Ada beberapa alasan mengapa peneliti menggunakan sebagian sampel untuk diteliti.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode non probability purposive sampling.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dalam penelitian ini adalah kuesioner.

 

E. Kesimpulan

  1. Hipotesis I, yaitu semakin tinggi persepsi konsumen akan kualitas produk dalam iklan produk merek induk (parent brand), maka akan semakin tinggi persepsi kualitas merek ekstensi (extended brand). Hipotesis I ini terdukung secara empiris, yaitu dengan C.R positif sebesar 2,636 dengan nilai S.E sebesar 0,156 signifikan pada p < 0,05; maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis I diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magdalena Sutantio (2004).
  2. Hipotesis II, yaitu semakin tinggi kredibilitas perusahaan, maka akan semakin tinggi pula persepsi kualitas merek ekstensi (extended brand). Hipotesisis II ini terdukung secara empiris, yaitu dengan C.R positif sebesar 2,248 dengan nilai S.E sebesar 0,122 signifikan pada p < 0,05;maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis II diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magdalena Sutantio (2004).
  3. Hipotesis III, yaitu semakin tinggi persepsi kualitas merek ekstensi (extended brand) maka semakin tinggi minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Hipotesis III ini terdukung secara empiris, yaitu yaitu dengan C.R positif sebesar 2,278 dengan nilai S.E sebesar 0,137 signifikan pada p < 0,05; maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis III diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magdalena Sutantio (2004).

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Pengaruh Customer Satisfaction Terhadap Intention to Stay With Incumbent
  2. Analisis Persediaan Bahan Baku Kertas Cd Roll 81 dan Tinta Aeroweb Black pada CV. Harapan Baru Surakarta
  3. Pengaruh Persepsi Kualitas Produk dalam Iklan Merek Induk dan Kredibilitas Perusahaan
  4. Analisis Network Dalam Proses Produksi Shopping Bag di PT Wangsa Jatra Lestari Kartasura
  5. Merencanakan Kebutuhan Bahan Baku Kalender dengan Menggunakan Metode Material