Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Pengaruh Kebijakan Moneter trhdp Pertumbuhan Ekonomi

Judul Tesis : Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis di Indonesia (Januari 1999 – Desember 2003)

 

A. Latar Belakang Tesis

Penurunan nilai tukar rupiah yang tajam disertai dengan terputusnya akses ke sumber dana luar negeri menyebabkan turunnya kegiatan produksi secara drastis sebagai akibat tingginya ketergantungan produsen domestik pada barang dan jasa impor. Para pengusaha mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri yang segera harus dipenuhinya.

Untuk mengatasi dampak krisis, yang dapat dilakukan segera adalah melakukan restrukturisasi perbankan. Rangkaian kebijakan tersebut diharapkan dapat kembali membangun kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap sistem keuangan dan perekonomian kita, mengupayakan agar perbankan kita menjadi lebih solvable sehingga dapat kembali berfungsi sebagai lembaga perantara yang mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus meningkatkan efektifitas pelaksanaan kebijakan moneter.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi?
  2. Bagaimana pengaruh kurs terhadap pertumbuhan ekonomi?
  3. Bagaimana pengaruh tingkat suku bunga SBI terhadap pertumbuhan ekonomi?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter merupakan kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Dalam praktek, perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan tersebut adalah stabilitas ekonomi makro yang antara lain dicerminkan oleh stabilitas harga (rendahnya laju inflasi), membaiknya perkembangan output riil (pertumbuhan ekonomi), serta cukup luasnya lapangan/kesempatan kerja yang tersedia.

Kurs Atau Nilai Tukar

Kebijaksanaan nilai tukar di Indonesia diarahkan untuk memelihara stabilitas neraca pembayaran dengan cara mempertahankan dan memperbaiki tingkat daya saing ekonomi nasional dengan senatiasa memelihara stabilitas pasar financial domestik serta memperhatikan perkembangan pasar international. Nilai tukar adalah merupakan harga didalam pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, maka akan terdapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan inilah yang sering disebut dengan kurs (exchange rate) (Nopirin, 1994:163).

Jumlah Uang Beredar Atau Jub

Uang yang beredar adalah seluruh uang kartal ditambah uang giral yang tersedia dan digunakan oleh masyarakat. Uang kartal adalah uang tunai yang dikeluarkan pemerintah atau bank sentral yang langsung dibawah kekuasaan masyarakat umum untuk menggunakannya. Sedangkan uang giral adalah seluruh nilai saldo rekening koran (giro) yang dimiliki masyarakat pada bank-bank umum (Boediono, 1993 : 86).

 

D. Metode Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan mengambil data sekunder.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Dalam penelitian ini data yang akan digunakan adalah data time series yang merupakan data sekunder.

Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berbentuk time series.

Penelitian ini akan menggunakan model analisis Error Corection Model (ECM) atau model koreksi kesalahan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.

 

E. Kesimpulan

Hasil uji model koreksi kesalahan

  1. Berdasarkan hasil analisis koefisien dari variabel inflasi dalam jangka panjang mempunyai tanda positif dan tidak signifikan yang berarti tidak sesuai dengan hipotesis. Kondisi ini disebabkan karena dengan peningkatan laju inflasi maka harga barang akan meningkat. Hal ini mendorong produsen untuk memproduksi barang lebih banyak sehingga permintaan akan faktor produksi meningkat. Peningkatan faktor produksi ini berarti penyerapan tenaga kerja Hal ini akan berpengaruh pada pendapatan perkapita yang kemudian akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk koefisien variabel inflasi jangka pendek negatif  dan signifikan menunjukkan hasil yang sesuai dengan hipotesis yang diajukan diawal penelitian.
  2. Berdasarkan hasil analisis variabel Kurs dalam jangka pendek maupun jangka panjang memiliki tanda koefisien negatif dan signifikan. Hal ini berarti sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan di awal penelitian, dimana kurs mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
  3. Berdasarkan hasil analisis variabel JUB dalam jangka pendek mempunyai tanda negatif dan tidak signifikan yang berarti sesuai dengan hipotesis di awal penelitian. Sedangkan dalam jangka panjang memiliki tanda koefisien positif dan signifikan. Hal ini berarti tidak sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan diawal penelitian. Hal ini disebabkan dengan peningkatan JUB maka masyarakat akan mengalokasikan sebagian dananya untuk konsumsi sehingga mendorong produsen untuk memproduksi barang lebih banyak sehingga permintaan akan faktor produksi meningkat. Peningkatan faktor produksi ini berarti penyerapan tenaga kerja meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada pendapatan perkapita yang kemudian akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Contoh Tesis Manajemen

  1. Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis di Indonesia
  2. Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional, Fungsi Mentoring, dan Stres Kerja (Studi pada PT. Danliris Sukoharjo)
  3. Penerapan Bauran Promosi ( Promotional Mix ) Dalam Usaha Meningkatkan Jumlah Pelanggan Kartu Flexi pada PT. Telkom Kandatel Solo
  4. Strategi Promosi PT. Telkom Kandatel Solo Dalam Meningkatkan Volume
  5. Peranan Public Relations dalam Memberikan Pelayanan Prima di Pt. Telkom