Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Faktor-faktor yg Mempengaruhi Pemberian Kredit

Judul Tesis : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian Kredit di PT. Mandala Multifinance Surakarta

 

A. Latar Belakang

Dalam upaya peningkatan produktivitas usaha golongan ekonomi lemah itu diperlukan adanya lembaga keuangan yang dapat membantu mengurangi kekurangan modal, sehingga dapat mengatasi kesulitan permodalan golongan ekonomi lemah sehingga dapat dicapai usaha meningkatkan kemampuan usaha pedagang golongan ekonomi lemah itu dengan cepat. (Mubyarto, Edi Suandi Hamid, 1986:13).

Program kredit kepada pedagang merupakan program yang sangat strategis untuk meningkatkan pemerataan kesempatan berusaha, sehingga kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada nasabah debitur dapat melepaskan masyarakat golongan ekonomi lemah dari ikatan-ikatan pelepasan uang yang sangat merugikan ( misalnya : praktek ijon ). Usaha pemerintah dalam menangani agar masyarakat terhindar dari ikatan-ikatan pelepasan uang yang sangat merugikan itu dilakukan dengan memberikan kredit kepada pedagang sebagai golongan ekonomi lemah. Pemberian kredit kepada pedagang ini disalurkan melalui lembaga perkreditan yang resmi, antara lain : Badan Kredit Desa ( BKD ), Bank Rakyat Indonesia ( BRI ), Badan Kredit kecamatan ( BKK ), dan Koperasi Unit Desa ( KUD ). Cara pemberian kredit dilakukan dengan prosedur yang mudah, tingkat bunga yang rendah, tanpa ditekankan pada jaminan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemberian kredit di PT. Mandala Multifinance ?
  2. Faktor manakah yang paling dominan mempengaruhi pemberian kredit di PT. Mandala Multifinance ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Nasabah

Menurut Tjiptono (1996: 6), pengertian nasabah ternyata mengalami perkembangan yaitu, dari konsep tradisional menjadi konsep modern. Dalam konsep tradisional, nasabah adalah setiap orang yang membeli dan menggunakan produk atau jasa perusahaan tersebut. Dalam pengertian konsep modern, maka yang disebut nasabah, adalah nasabah internal maupun eksternal. Nasabah eksternal adalah setiap orang yang membeli/menggunakan produk/jasa dari perusahaan, sedang nasabah internal adalah semua pihak dalam organisasi perusahaan yang menggunakan jasa suatu bagian/departemen tertentu (termasuk pemroses selanjutnya dalam produksi bertahap).

Pengertian Kredit

Pengertian kredit menurut Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan : “Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah yang telah ditetapkan.” (Tjoekam, 1999:2).

Prinsip kredit

Dalam pelaksanaan operasionalnya perbankan atau pemberi kredit dalam memberikan kredit kepada nasabah tidak lepas dari prinsip – prinsip atau falsafah pemberi kredit. Prinsip – prinsip atau falsafah pemberian kredit tersebut dikenal dengan prinsip 5 C atau ada juga yang menyebut prinsip 6 C. Prinsip – prinsip tersebut antara lain: (Mulyono, 1996 : 11)

 

D. Kesimpulan Tesis

  1. Hasil uji validitas untuk kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kredit pada PT. Mandala MultiFinance Solo ternyata dari 60 item pertanyaan semuanya berstatus valid dan yang tidak valid atau gugur tidak ada.
  2. Uji reliabilitas di peroleh nilai koefisien alpha mendekati angka satu (cukup tinggi) maka dapat dikatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah realibel handal.
  3. Setelah dihitung dengan menggunakan komputer program SPSS diperoleh nilai untuk :

a = 1,252 Jika variabel colleteral, capacity, capital, condition dan characteristic sama dengan nol, maka pemberian kredit pada PT. Mandala MultiFinance sebesar 1,252

b1 = 0,275 Jika variabel colleteral meningkat 1 satuan, maka pemberian kredit pada PT. Mandala MultiFinance akan meningkat 0,275.

b2 = 0,561 Jika variabel capacity meningkat 1 satuan, maka pemberian kredit PT. Mandala MultiFinance akan meningkat 0,561.

 

E. Saran

  1. Mandala Multifinance Solo masih perlu mempertimbangkan pemohon kredit pada aspek jangka waktu pengembalian, karena umumnya debitur memiliki kelemahan prinsip dalam hal pengembalian angsuran kredit dan bunganya.
  2. Sebelum menentukan pemberian kredit kepada pemohon (debitur) sebaiknya petugas (staf) kredit, lebih menekankan pada prediksi positif terhadap layak tidaknya calon debitur mendapatkan kredit yang diajukan dengan mempertimbangkan keseimbangan aspek modal yang dimiliki, pengalaman kerja, volume usaha dan jangka waktu kredit.
  3. Perlu penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variabel dari aspek debitur, misalnya : lama usaha, umur, status dalam masyarakat, besarnya jaminan dan sebagainya, sehingga diperoleh hasil yang lebih valid.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Network dalam Perencanaan dan Pengawasan Finishing pada PT. WIJAYA
  2. Pemanfaatan Media Periklanan dalam Upaya Menarik Minat Calon Siswa
  3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Kredit di PT. MANDALA MULTIFINANCE
  4. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Kartu Simpati
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Melakukan Pembelian pada Minimarket As Gross Ar Royyan di Ngoresan Jebres Surakarta