Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merek trhdp Ekuitas Merek

Judul Tesis: Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merek terhadap Ekuitas Merek (Studi Kasus Pasta Gigi Merek Pepsodent pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS)

 

A. Latar Belakang

Merek (brand) telah menjadi elemen krusial yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi, baik perusahaan bisnis maupun nirlaba, pemanufaktur maupun penyedia jasa, dan organisasi lokal maupun global, tidak heran ketika banyak perusahaan yang membeli sebuah merek dengan harga yang sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada aktivitas merger dan akuisi yang sering terjadi baik di pasar Indonesia maupun Internasional. Sebagai contoh merger yang terjadi pada bank Mandiri, akuisisi Indofood atas bogasari, dalam skala internasional, adanya merger antara Daimler-Benz dengan Crysler, Exxon dengan Mobil Oil, akuisisi Sony atas Columbia Picture dan sebagainya. Semua contoh di atas dilakukan oleh perusahaan demi mendapatkan keunggulan kompetitif, salah satunya adalah mendapatkan nilai tambah (added value) bagi produk dengan mendapatkan merek yang telah eksis di pasar.

Pertanyaan mengenai apa yang membuat merek menjadi kuat telah menjadi tema yang sangat menarik untuk dibahas dalam literatur-literatur brand di dua dekade terakhir ini. Menurut Aaker (1992) merek yang kuat memiliki 4 dimensi yaitu awareness, associations, perceived quality, dan brand loyalty. Kelangsungan maupun kemapanan suatu merek ditentukan dari kemampuan merek itu untuk membentuk suatu persepsi nilai yang tinggi di pasar (Delgado dan Munuera, 2005). Dalam literatur sebelumnya secara spesifik mengatakan bahwa ekuitas merek adalah suatu aset yang berdasar atau terbentuk dari suatu hubungan relasional (Hunt, Srivastava et al dalam Delgado, 2005), karena mengekpresikan hasil dari hubungan brand-consumer, dan didalamnya variabel kepercayaan atas merek menjadi kunci dalam penentuan nilai dari suatu merek.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh terhadap Brand Reliability ?
  2. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh terhadap Brand Intentions ?
  3. Apakah Brand Reliability berpengaruh terhadap loyalitas atas merek ?

 

C. Telaah Pustaka

Pengertian Kepuasan konsumen

Garbarino dan Johnson (1999) juga menggambarkan kepuasan konsumen sebagai suatu evaluasi (evaluation model) secara menyeluruh berdasarkan pengalaman konsumen selama membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa perusahaan. Kepuasan secara menyeluruh tersebut merupakan sesuatu yang kumulatif, gabungan dari kepuasan terhadap produk atau jasa tertentu dari perusahaan, dan kepuasan terhadap berbagai aspek lain dari perusahaan.

Pengertian Kepercayaan Atas Merek

Lau dan Lee (1999) mendefinisikan kepercayaan sebagai kesediaan (willingness) seseorang untuk menggantungkan dirinya pada suatu merek dan risikonya karena adanya harapan bahwa merek itu akan memberikan hasil yang positif. Kepercayaan terhadap merek terbentuk dari pengalaman masa lalu dan interaksi sebelumnya (Garbarino dan Johnson, 1999), karena pembentukan kepercayaan itu lebih menggambarkan pada proses percobaan seseorang sepanjang waktu, oleh karena itu, kepercayaan terhadap merek merujuk pada pengetahuan konsumen dan pengalamannya terhadap merek (Delgado et al, 2005).

Pengertian Ekuitas Merek

Menurut Aaker dalam Rangkuti (2002:39), ekuitas merek adalah seperangkat aset atau kewajiban yang dimiliki nama, merek atau simbol, yang dapat menambah atau mengurangi nilai produk, atau layanan. Salah satu karakteristik sebuah merek yang mempunyai ekuitas merek yang tinggi adalah konsumen yang loyal terhadap merek mereka. Dapat dikatakan bahwa loyalitas atas merek merupakan penggerak/driver dari ekuitas merek karena loyalitas yang tinggi dianggap sebagai sebuah jalan menuju ekuitas merek yang tinggi (Aaker, Bello dan Holbrook, Park dan Srinivasan dalam Delgado et al, 2005).

 

D. Metode Penelitian

Dilihat dari hubungan antar variabelnya, penelitian ini merupakan penelitian kausal atau sebab akibat.

Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna pasta gigi Pepsodent di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta (FE UNS).

Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode non probability purposive sampling.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

Metode pengumpulan data kuesioner pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode personnally administrated qustonnaires.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM).

 

E. Kesimpulan

  1. Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap brand reliability Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap brand reliability terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 6,402 dengan S.E sebesar 0,175. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  2. Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap brand intentions Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap brand intentions terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 5,459 dengan S.E sebesar 0,137. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  3. Brand reliability berpengaruh positif terhadap loyalitas atas merek. Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu brand reliability berpengaruh positif terhadap loyalitas atas merek terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 3,687 dengan S.E sebesar 0,110. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen Gsm Prabayar di Surakarta (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret)
  2. Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merek Terhadap Ekuitas Merek
  3. Pengaruh Paparan Iklan dan Keyakinan Akan Merek Produk pada Pembentukan Sikap
  4. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Akhir Dengan Metode Statistical
  5. Pengaruh Sport Sponsorship Terhadap Respon Sponsorship Dan Corporate Image