Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Tingkat II

Judul Tesis : Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Tingkat II Sebelum dan Sesudah Terjadinya Fiscal Stress

 

A. Latar Belakang

Krisis moneter yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 di negara-negara ASEAN termasuk Indonesia telah menghantam hampir seluruh sektor perekonomian. Pengaruh krisis tersebut pertama kali menghantam sektor keuangan, selanjutnya hampir kesemua aspek kehidupan masyarakat. Dampak tersebut menimpa tidak hanya sektor privat seperti modal, tetapi juga sektor publik pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Walaupun dampak tersebut juga ada yang menguntungkan seperti meningkatnya nilai ekspor beberapa komoditi, namun lebih banyak dampak yang dirasakan bersifat negatif seperti meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

Dampak krisis tersebut terjadi pula pada sektor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu menjadi labilnya sektor pendapatan pemerintah pusat yang pada akhirnya juga membawa pengaruh kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik tingkat propinsi maupun tingkat kabupaten/kota, karena alokasi dana untuk pemerintah daerah menjadi labil pula. Dalam kondisi seperti ini, faktor ketidakpastian penerimaan pendapatan daerah dari pemerintah pusat menjadi lebih tinggi, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi andalan penerimaan dalam APBD. Jika sebelumnya penerimaan PAD-nya rendah, maka keadaan itu akan semakin sulit.

 

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas maka masalah yang muncul adalah apakah benar-benar terdapat perbedaan tingkat kinerja keuangan Pemda Tingkat II pada periode sebelum dan sesudah adanya fiscal stress dalam bentuk krisis ekonomi dan pemberlakuan UU PDRD ?

 

C. Landasan Teori

Konsep Penganggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Bentuk sederhananya adalah suatu dokumen yang menggambarkan kondisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan, belanja, dan aktivitas.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah

APBN/APBD pada dasarnya merupakan penjabaran rencana kerja penyelenggara pemerintahan untuk kurun waktu 12 bulan. Menurut UU No. 22 /1999 APBD merupakan rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatn dan Belanja Daerah. Periode APBN/APBD berlaku mulai 1 April smpai dengan 31 Maret tahun berikutnya. Pada tahun 2000 periode tersebut disesuaikan dengan tahun takwim, yaitu mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang sama. Pada tahun 2000 tersebut hanya 9 bulan, karena pada masa itu merupakan masa transisi.

Fiscal Stress dan Penyebabnya

Fiscal stress adalah ketidakmampuan sebuah pemerintah untuk memenuhi anggarannya (Halim, 2001). Spicer and Bingham dalam Haryadi (2002), mengemukakan bahwa ketika perubahan faktor-faktor ekonomi, demografi, dan politik membatasi pertumbuhan pendapatan, maka tingkat defisit yang terjadi menjadi lebih sulit, dan tekanan keuangan mungkin akan terjadi.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pemda Tingkat II yang ada di Indonesia.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari buku Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Jakarta.

 

E. Kesimpulan

  1. Dengan menggunakan pengujian dua tahun sebelum dan sesudah fiscal stress baik dengan alat uji parametrik maupun nonparametrik menunjukkan bahwa.
    1. Bila tingkat kinerja keuangan Pemda Tingkat II dilihat dari segi tingkat ketergantungan terhadap pemerintah pusat, maka pada periode sebelum dan sesudah terjadi fiscal stress terjadi perbedaan yang signifikan.
    2. Dari segi tingkat kemandirian pembiayaan, maka hasil pengujian ini juga menunjukkan adanya tingkat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah fiscal stress.
    3. Untuk tingkat desentralisasi fiskal, hasil pengujian ini juga menunjukkan tingkat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah fiscal stress.
  2. Secara keseluruhan, fiscal stress di Indonesia yang ditandai dengan adanya krisis moneter dan pemberlakuan UU PDRD telah membawa perubahan kinerja keuangan Pemda Tingkat II.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Keputusan Pembelian Kain pada Toko Textile MAC Mohan Surakarta
  2. Analisis Pengaruh Pergerakan Pesawat Komersial terhadap Pergerakan Penumpang
  3. Analisis Pengaruh Return On Assets, Volume Perdagangan, Earning Per Share
  4. Analisis Perencanaan dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal Untuk Memaksimalkan Laba dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4a) di Semarang
  5. Analisis Pert dan CPM untuk Pesanan Khusus pada Cv. Batik Surya Kencana