Tesis Manajemen: Analisis Kinerja Keuangan pd PDAM

Judul Tesis : Analisis Kinerja Keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2002 – 2005

 

A. Latar Belakang

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo merupakan perusahaan daerah yang bertugas dalam pengelolaan air bersih di Kabupaten Sukoharjo. PDAM memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar.

Pengelolaan keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo sudah cukup baik, namun belum maksimal dari segi efisiensi penggunaan dana PDAM Kabupaten Sukoharjo merupakan badan usaha yang menjalankan dua fungsi yaitu sebagai Social Oriented (Pelayanan yang baik terhadap masyarakat dalam penyediaan air bersih) dan Profit Oriented (Bertujuan untuk menghasilkan laba sebagai dana untuk beroperasi dan sumber penerimaan daerah). Adanya kedua fungsi tersebut, mengakibatkan perusahaan harus memantau tingkat kesehatan dengan mengadakan analisis terhadap data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah perkembangan kinerja keuangan PDAM selama empat tahun terakhir (2002-2005) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999 ?

 

C. Landasan Teori Tesis

Laporan Keuangan

Menurut Gede Edy Prasetya (2005: 5) “Laporan keuangan adalah produk manajemen dalam mempertanggungjawabkan (stewardship) penggunaan sumber daya dan sumber dana yang dipercayakan kapadanya”. Sedangkan Agnes Sawir (2005: 2) menyatakan bahwa “Laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi” . Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat, dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang. Darsono dan Ashari (2005: 13) menyatakan bahwa “Laporan keuangan adalah informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas perusahaan”. Menurut Sutrisno (2003: 9) “Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni 1) Neraca dan 2) Laporan Rugi-Laba”.

Analisis Rasio Keuangan

Mohamad Muslich (2003: 44) mengemukakan pendapatnya mengenai analisis rasio keuangan sebagai berikut : “Analisis rasio keuangan merupakan alat utama dalam analisis keuangan, karena analisis ini dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang keadaan keuangan perusahaan”. Sedangkan Agnes Sawir (2005: 6) mengemukakan “Analisis rasio keuangan, yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba-rugi satu sama lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini”. Gede Edy Prasetya (2005: 47) menyatakan bahwa “Analisis rasio merupakan teknik analisis yang dilakukan dengan membandingkan suatu perkiraan dengan perkiraan yang lain dalam laporan keuangan yang sama”.

Cara Pembandingan dalam Analisis Rasio Keuangan

Bambang Riyanto (2001: 329) menyatakan bahwa dalam mengadakan analisis rasio keuangan dapat dilakukan dengan dua macam cara pembandingan, yaitu :

  • Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (ratio histories) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. Dengan cara pembandingan ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan dari rasio tersebut dari tahun ke tahun.
  • Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan/company ratio) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri/rasio rata-rata/ratio standard) untuk waktu yang sama. Dengan membandingkan rasio perusahaan dengan rasio industri akan dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan itu dalam aspek finansiil tertentu berada di atas rata-rata. industri (above average), berada pada rata-rata (average) atau terletak di bawah rata-rata (below average).

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo.

Waktu penelitian mulai bulan Juni 2006 sampai selesai yang meliputi persiapan penelitian sampai penyusunan laporan penelitian.

penelitian ini termasuk penelitian deskriptif.

Dalam penelitian ini yang akan digunakan sebagai populasi adalah laporan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dokumentasi.

 

E. Kesimpulan

  1. Kinerja keuangan dari tahun 2002-2005 adalah cukup. Kinerja keuangan dengan nilai tertinggi (41) berada di tahun 2005sedangkan tahun 2002-2004 nilai kinerja keuangan berkisar antara 28 dan 29.
  2. Secara keseluruhan dari 10 (sepuluh) indikator ada 5 (lima) indikator yang sudah baik kinerjanya yaitu : rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas rasio total aktiva terhadap total utang, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air, jangka waktu penagihan piutang, dan efektivitas penagihan.
  3. Sedangkan indikator kinerja keuangan yang belum maksimal nilainya adalah: Rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, dan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis di Indonesia
  2. Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional, Fungsi Mentoring, dan Stres Kerja (Studi pada PT. Danliris Sukoharjo)
  3. Penerapan Bauran Promosi ( Promotional Mix ) Dalam Usaha Meningkatkan Jumlah Pelanggan Kartu Flexi pada PT. Telkom Kandatel Solo
  4. Strategi Promosi PT. Telkom Kandatel Solo Dalam Meningkatkan Volume
  5. Peranan Public Relations dalam Memberikan Pelayanan Prima di Pt. Telkom

 

Incoming search terms: