Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Analisis Faktor – Faktor yg Mempengaruhi Initial Return Setelah IPO

Judul Tesis : Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Initial Return setelah IPO di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Ketika perusahaan akan melakukan IPO, perusahaan harus membuat prospektus yang merupakan ketentuan yang ditetapkan oleh BAPEPAM (Husnan, 2001: 19). Informasi prospectus dapat dibagi menjadi dua, yaitu informasi akuntansi dan informasi non akuntansi. Informasi akuntansi adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, perhitungan rugi/laba, laporan arus kas, dan penjelasan laporan keuangan. Sedangkan informasi non akuntansi adalah informasi selain laporan keuangan seperti underwriter (penjamin emisi), auditor independen, konsultan hukum, nilai penawaran saham, persentase saham yang ditawarkan, umur perusahaan, dan informasi lainnya. Investor menggunakan informasi keuangan dan nonkeuangan yang ada dalam prospectus ketika mereka membuat investasi di pasar modal.

Harga saham pada penawaran perdana ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan emiten dengan penjamin emisi efek (underwriter), sedangkan harga di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme pasar (Misnen, 2004). Dalam dua mekanisme penentuan harga tersebut sering terjadi perbedaan harga terhadap saham yang sama antara di pasar perdana dan di pasar sekunder. Apabila penentuan harga saham saat IPO secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama, maka terjadi apa yang disebut dengan underpricing (Suyatmin dan Sujadi, 2006). Sebaliknya, apabila harga saat IPO secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama, gejala ini disebut dengan overpricing.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah variabel keuangan yaitu return on asset, financial leverage dan earning per share berpengaruh terhadap initial return setelah IPO?
  2. Apakah variabel non keuangan yaitu persentase penawaran saham, umur perusahaan, reputasi underwriter dan reputasi auditor berpengaruh terhadap initial return setelah IPO?

 

C. Landasan Teori

INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)

Perusahaan yang pertama kali menawarkan sahamnya ke publik disebut melakukan penawaran perdana (IPO atau go public). Sebelum perusahaan go public, awalnya saham–saham perusahaan tersebut dimiliki oleh manajer– manajernya, sebagian lagi oleh pegawai-pegawai kunci dan hanya sejumlah kecil yang dimiliki oleh investor (Jogiyanto, 2003 : 30). Kenyataan bahwa tidak semua perusahaan melakukan go public menunjukkan bahwa go public merupakan pilihan semata, bukan suatu keharusan. Dengan demikian, suatu perusahaan memutuskan melakukan go public dengan alasan yang telah dipertimbangkan dengan matang karena perusahaan akan dihadapkan pada beberapa konsekuensi langsung baik yang menguntungkan (benefits) maupun yang merugikan (cost).

 

PROSPEKTUS

Menurut buku pedoman Panduan Pemodal, 2008, prospektus adalah merupakan dokumen penting dalam proses penawaran umum, baik saham maupun obligasi. Dalam prospektus terdapat banyak informasi yang berhubungan dengan keadaan yang melakukan penawaran umum. Penyusunan prospektus berpedoman pada ketentuan BAPEPAM. Prospektus berisi informasi tentang perusahaan penerbitan sekuritas dan informasi lainnya yang berkaitan dengan sekuritas yang dijual (Hartono, 2000). Selain itu, prospectus merupakan gambaran perusahaan yang disajikan dalam bentuk tertulis yang memuat keterangan lengkap dan keterbukaan mengenai gambaran keadaan perusahaan dan prospek perusahaan tahun – tahun yang akan datang serta informasi yang dibutuhkan sehubungan dengan penawaran umum.

 

INITIAL RETURN

Pada penawaran saham perdana pihak investor lebih mengharapkan tingginya underpricing, karena dengan terjadinya underpricing maka para investor dapat menerima initial return dari penjualan sahamnya di pasar sekunder. Initial return adalah keuntungan yang diperoleh pemegang saham karena perbedaan harga saham yang dibeli di pasar perdana (saat IPO) dengan harga jual saham bersangkutan di hari pertama di pasar sekunder (Daljono, 2000).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan event study, karena penelitian ini hanya mengamati suatu kejadian tertentu dengan melihat tanggal perusahaan listing di Bursa Efek Indonesia.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada bulan Januari 2003 – Desember 2007.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui terbitan atau laporan suatu lembaga yang sudah ada dan tidak dikumpulkan langsung oleh peneliti (Suyono, 2003).

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah initial return.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil analisis menunjukkan secara parsial hanya variabel keuangan yaitu return on asset yang berpengaruh terhadap initial return. Sisanya financial leverage, dan earning per share (α = 10%) tidak berpengaruh terhadap initial return dan variabel non keuangan yaitu persentase penawaran saham, umur perusahaan, reputasi underwriter dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap initial return (α = 5%).
  2. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel keuangan yaitu return on asset, financial leverage dan earning per share secara simultan berpengaruh terhadap initial return (α = 10%).
  3. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel non keuangan yaitu persentase penawaran saham, umur perusahaan, reputasi underwriter dan reputasi auditor secara simultan tidak berpengaruh terhadap initial return (α = 5%).

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Pengaruh Dorongan Organisasional Pada Kinerja Tugas Dengan Kontrak Psikologis Sebagai Variabel Pemediasi ( Studi Pada Karyawan Pt. Danliris Sukoharjo, Jawa Tengah )
  2. Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pembuatan Lembar Kerja Siswa
  3. Peranan Persepsi Sebagai Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Perilaku
  4. Penerapan Strategi Harga Pada Flexi Di Pt. Telkom Kandatel Solo
  5. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Initial Return Setelah Ipo Di Bursa Efek Indonesia