Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Manajemen: Analisis Anggaran Biaya Sebagai Alat Pengendalian Manajemen pd Kantor

Judul Tesis : Analisis Anggaran Biaya Sebagai Alat Pengendalian Manajemen pada Kantor Wilayah Perum Pegadaian Surakarta (Studi Kasus Pada Kantor Wilayah PERUM Pegadaian Surakarta)

 

A. Latar Belakang

Anggaran yang disusun atau dibuat sebaiknya tidak terlalu optimis ataupun terlalu pesimis. Anggaran yang dibuat terlalu optimis membuat manajemen terlalu berat untuk mencapainya sehingga manajemen yang menjalankan anggaran tersebut merasa frustasi. Sebaliknya anggaran yang dibuat terlalu pesimis berdampak pada pelaksana anggaran merasa malas menjalankan anggaran yang disusun karena anggaran yang disusun terlalu mudah dicapai.

Manajemen dalam mempersiapkan rencana anggaran sebaiknya berhati-hati supaya tidak menyertakan data yang tidak relevan yang justru akan mengaburkan informasi penting yang dibutuhkan oleh manajemen untuk mengambil keputusan. Manajemen dapat memperoleh data yang relevan dengan cara melakukan analisis data yang telah diperoleh terlebih dahulu.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah anggaran dan realisasinya dapat dijadikan alat yang efektif sebagai penilaian prestasi kantor wilayah?
  2. Apakah kantor wilayah telah diberikan kewenangan penuh untuk mengelola anggaran yang telah ditetapkan dalam pembentukan pusat biaya?
  3. Apakah dalam pelaksanaan anggaran sudah memenuhi syarat-syarat terciptannya anggaran yang baik?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pengendalian Manajemen

Perusahaan yang berskala besar pemimpin perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan dan menangani secara langsung semua aktivitas perusahaan. Oleh sebab itu pemimpin perusahaan membutuhkan suatu alat yang dapat membantunya dalam perencanaan, pengelolaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan sehubungan semua aktivitas perusahaan.

Sistem Pengendalian Manajemen

Anthony et al. (1992: 6) menyatakan peranan manajemen dalam proses pengendalian membutuhkan suatu proses dan prosedur yang tertata secara sistematik yang digunakan oleh manajemen dalam pengendalian manajemen.

Pengertian anggaran

Penganggaran adalah proses membuat anggaran. Anggaran dapat didefinisikan sebagai pernyataan resmi oleh manajemen tentang harapan manajemen mengenai pendapatan, biaya, dan transaksi keuangan lain dalam jangka waktu tertentu untuk perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena kegiatan penganggaran dilakukan setelah kegiatan pemprograman maka anggaran dapat berfungsi untuk menguji kelayakan program melalui analisis perbandingan realisasi dengan anggaran yang telah disusun.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan studi kasus.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan observasi.

Sumber data yang menjadi bahan penelitian adalah data primer.

 

E. Kesimpulan

  1. Proses penyusunan anggaran sampai dengan pertanggungjawaban realisasi anggaran di kantor wilayah belum dapat menghasilkan anggaran yang berfungsi sebagai alat pengendalian manajemen yang efektif karena dalam penyusunan anggaran partisipasi bawahan kurang mendapat perhatian. Proses penyusunan anggaran hanya merupakan tindakan formalitas saja. Pelaksana pemegang anggaran kurang memperhatikan motif effisiensi dan efektivitas. Pemegang anggaran biasanya hanya menghabiskan anggaran yang telah diotorisasikan tanpa melihat manfaat pengeluaran tersebut.
  2. Kantor wilayah Surakarta membawahi 53 cabang dan 1 anak cabang yang dipimpin kepala cabang yang merupakan manajer operasional. Kantor wilayah dalam melakukan pengendalian menetapkan masing-masing kantor cabang sebagai unit pertanggungjawaban. Unit pertanggungjawaban ini merupakan pusat pendapatan bagi perusahaan. Pengendalian cabang dilakukan secara dominan oleh kantor wilayah baik dari segi biaya maupun pendapatan secara umum. Kantor cabang kurang diberikan tanggungjawab secara penuh mengenai apa yang dipertanggungjawabkannya, yaitu pemberian uang pinjaman dalam skala yang besar dan biaya, sedangkan satu sisi kantor cabang dituntut untuk mencapai target omset yang ditentukan oleh kantor wilayah.
  3. Penilaian pencapaian target omset identik dengan penilaian prestasi kerja dengan menggunakan anggaran. Penilaian ini menggunakan informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa laporan anggaran dan realisasi omset. Demikian juga dengan penilaian prestasi kerja kantor wilayah yang merupakan pusat biaya tetapi penilaian prestasi kerjanya tidak ada. Penilaian prestasi kerja kantor wilayah berdasarkan hasil target omset yang dicapai oleh cabang-cabang secara keseluruhan berdasarkan anggaran yang telah ditetapkan.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Pengaruh Sistem Bagi Hasil terhadap Keputusan Nasabah Membeli Produk Bank
  2. Analisis Anggaran Biaya sebagai Alat Pengendalian Manajemen pada Kantor
  3. Analisis Hubungan Kondisi Kerja dan Persepsi Upah terhadap Persepsi Produktivitas
  4. Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis Di Indonesia
  5. Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional, Fungsi Mentoring, dan Stres Kerja (Studi Pada Pt. Danliris Sukoharjo)