Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Likuiditas: Analisis Penerapan Cash Management trhdp Likuiditas Perusahaan

Judul Tesis : Analisis Penerapan Cash Management terhadap Likuiditas Perusahaan (Studi Kasus PT. Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II)

 

A. Latar Belakang

Kas adalah suatu unsur modal kerja yang bersifat sangat likuid yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Kas bagi perusahaan memiliki arti yang sangat penting. Pada perusahaan kas diibaratkan seperti darah dalam tubuh mahluk hidup, dikarenakan kas berfungsi untuk kelangsungan hidup perusahaan dan kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan yang mengalami kelebihan kas dapat menandakan bahwa perusahaan tresebut dalam keadaan yang buruk karena menandakan bahwa perusahaan itu sangat likuid, dan menandakan pula adanya kesempatan yang hilang untuk melakukan investasi atas kelebihan kas yang dimiliki perusahaan tersebut. Pada umumnya perusahaan melakukan investasi kelebihan kas dalam bentuk mata uang asing yang bertujuan untuk melakukan antisipasi jika terjadi perubahan nilai kurs yang sangat drastis.

Bagi perusahaan ada berbagai macam alasan untuk mengatur dan menentukan tingkat kas yang akan disimpan pada suatu periode waktu tertentu untuk spekulasi dan transaksi. Selain itu tingkat likuiditas suatu perusahaan sangat ditentukan oleh opportunity cost dan transaction cost. Pada perusahaan yang beroperasi secara multinational, ketersedian kas dalam mata uang asing sama pentingnya dengan ketersediaan kas pada mata uang negara tempat dimana mereka beroperasi. Hal ini dikarenakan adanya risiko dari perubahan nilai tukar mata uang yang diakibatkan atau dipacu oleh kondisi perekonomian secara makro dan kondisi negara tempat mereka beroperasi.

 

B. Pembahasan Masalah

  1. Apakah ada dampak dalam penerapan cash management dengan likuiditas perusahaan?
  2. Apakah pengalokasian keuntungan dari kegiatan usaha perusahaan telah dialokasikan dengan baik dalam hal ini melakukan pembelian instrumen keuangan jangka pendek?

 

C. Landasan Teori

Management Control

Management control adalah suatu kondisi dimana manajer ikut serta secara langsung dalam melakukan control terhadap suatu proses dalam perusahaan. Anthony dan Govindarajan (2003) mendefinisikan bahwa management control adalah suatu proses yang mana manajer melakukan suatu stimulant atau memberikan pengaruh terhadap masing – masing anggota organisasi untuk menerapkan dan mengimplementasikan strategi perusahaan. Untuk dapat mengefektifkan management control diperlukan dibangunnya suatu tujuan serta arah pandang yang sama dari setiap anggota organisasi sehingga tercipta keselarasan.

Likuiditas

Likuiditas berdasar dari kata likuid yang berarti cair dan dapat digunakan sewaktu – waktu, untuk konteks perusahaan likuid berarti memiliki dana tunai yang dapat digunakan sewaktu–waktu untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini lah yang akan menunjukan posisi kesehatan keuangan perusahaan dalam jangka pendek.

Cash Management

Cash management berkaitan sangat erat dengan aliran kas dan penginvestasian pada kelebihan kas. Tujuan utama dari cash management adalah untuk memaksimalkan dari aliran kas baik aliran kas masuk dan keluar serta pengeinvestasian pada kelebihan kas. Selain itu juga cash management juga berurusan dengan menemukan sumber pembiayaan jangka pendek bagi kegiatan perusahaan saat perusahaan mengalami kekurangan kas. Cash management memiliki periode waktu jangka pendek (kurang dari satu tahun). Menurut Brigham dan Ehrhardt ( 2005, hal 749) tujuan utama dari pada cash management adalah : “…… to minimize the amount of cash the firm must hold for use in conducting its normal business activities, yet, at the same time, to have sufficient cash (1) to take trade discounts, (2) to maintain its credit rating, and (3) to meet unexpected cash need.” Seorang kas manajer harus mampu menentukan kebutuhan kas minimum perusahaan yang harus dijaga untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Data yang digunakan adalah data sebelum dan sesudah perusahaan objek menggunakan cash management, dengan demikian dapat dibandingkan efektifitas penggunaan atau penerapan cash management.

Jenis data yang digunakan adalah data sekunder.

Data-data sekunder diperoleh dari masing–masing perusahaan objek penelitian yaitu PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II.

 

E. Kesimpulan

1. Penerapan cash management tidak berdampak secara dramatis dalam hubungannya dengan likuiditas perusahaan. Dengan objek penelitian menggunakan PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II didapatkan hasil pada PT. AP I setelah melakukan penerapan cash management terjadi penurunan tingkat likuiditas perusahaan baik pada curret ratio, acid ratio dan quick ratio. Namum demikian pada PT. AP II didapatkan peningkatan pada rasio likuiditas perusahaan, meskipun AP II baru melakukan sistem ini dalam 10 bulan ( sampai bulan Oktober 2012).

2. Dalam pemanfaatan kelebihan dana perusahaan sebelum dan sesudah melakukan cash management, dapat dilihat pada AP I memang sebelum melakukan sistem ini AP I telah melakukan investasi dalam aset jangka pendek tapi jumlahnya masih sangat kecil dibanding dengan pengalokasian dalam jumlah penginvestasian dalam pembelian aset tetap. Setelah melakukan cash management AP I mengalami perubahan dalam pengalokasian kelebihan kas nya, dengan menginvestasikan pada investasi jangka pendek (peningkatan 3268% dari sebelum menerapkan cash management). Pada AP II sebelum melakukan penerapan sistem ini tidak melakukan penginvestasian pada instrument keuangan jangka pendek, hamper seluruh penginvestasian dilakukan dengan pembelian aset tetap, sisanya dengan membeli penyertaan (investasi jangka panjang). Namum setelah menerapkan sistem ini AP II melakukan pengalokasian 2% dari arus kas dari kegiatan operasi untuk membeli instrument keuangan jangka pendek, memang belum terlihat secara baik tapi hal ini beridikasi adanya perubahan pola pengalokasian kelebihan dana perusahaan.

3. Banyaknya piutang pada pihak yang berafiliasi berdampak pada kurang baiknya penarikan piutang usaha baik pada AP I dan AP II. Hal ini tercermin dari adanya pengalokasian dana untuk penurunan piutang usaha.

 

Contoh Tesis Likuiditas

  1. Analisis Penerapan Cash Management Terhadap Likuiditas Perusahaan – Studi Kasus PT. Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II
  2. Analisis Pengaruh Likuiditas Saham, Tingkat Leverage dan Risiko Sistematik terhadap Return Saham (Survey pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar di BEJ)