Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kualitas Hidup: Program Kemitraan trhdp Tingkat Kualitas Hidup Mitra Binaan

Judul Tesis : Pengaruh Program Kemitraan Terhadap Tingkat Kualitas Hidup Mitra Binaan PT. Pertamina (Persero) Region I Sumatera Bagian Utara

A. Latar Belakang Penelitian

“Pada sejarah manusia telah hidup beberapa juta orang pada waktu lampau. Tentunya ini akan terus berfluktuasi, mungkin mencapai 300 juta orang sekitar 2.000 tahun lalu berikutnya akan meningkat sekitar 600 juta orang pada 500 tahun berikutnya. Angka ini akan terus meningkat sejak akhir Abad ke-17. Pada tahun 1987 populasi dunia melebihi 5 miliar. Tingkat kenaikan saat ini terus dan akan terus bertambah. Jika dilihat mulai pada Tahun 1500, maka dari tahun 0 sampai 1500 akan bertambah dua kali lipat menjadi 600 juta orang, hanya selisih 150 tahun yaitu pada Tahun 1750-1900 penduduk dunia bertambah menjadi sebanyak 1,7 Miliar dan pada 30 Tahun berikutnya yaitu Tahun 1950-1980 meningkat menjadi 4,8 miliar …… Jika pertumbuhan ini terus berlanjut hingga Tahun 2500, saya tidak yakin apakah sumber daya global dan potensi alam akan terus mengalir dan mampu menyerap kapasitas polusi sebelum pada tahun tersebut. Itulah poinnya” (Clayton dan Radcliffe, 1996; dalam Rossa, Stephen A. 2007:28).

Pernyataan tersebut menjadi landasan yang sangat mendasar akan hadirnya istilah “pembangunan yang berkelanjutan”. Upaya masyarakat internasional untuk penyelamatan lingkungan melalui KTT Bumi, yang dikenal dengan World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johanesburg, Afrika Selatan yang berlangsung pada 26 agustus – 4 september 2002 telah merumuskan deklarasi politik pembangunan berkelanjutan dengan agenda bahasan dokumen berisi program aksi (the programme of action) dan deklarasi politik (the political declaration) tentang pembangunan berkelanjutan yang merupakan pernyataan kelanjutan dukungan terhadap tujuan agenda 21. Agenda 21 ini berisi kesepakatan mengenai program pembangunan berkelanjutan, yang merupakan tindak lanjut oleh negara-negara peserta konferensi Rio de Janeiro pada tahun 1992 (Forum for the Future, 2003:11).

 

B. Rumusan Masalah

“Bagaimana pengaruh program kemitraan terhadap tingkat kualitas hidup Mitra binaan PT. Pertamina (Persero) Region I Sumatera Utara”

 

C. Tinjauan Pustaka

Defenisi Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan sosial dalam artian yang sangat luas mencakup berbagai tindakan yang dilakukan manusia untuk mencapai tingkat kehidupan masyarakat yang lebih baik. Taraf kehidupan yang lebih baik ini tidak hanya diukur secara ekonomi dan fisik belaka, tetapi juga ikut memerhatikan aspek sosial, mental, dan segi kehidupan spiritual (Adi, 2013:34). Sementara itu Midgley (1995:5) menjelaskan bahwa kesejahteraan sosial ialah suatu keadaan atau kondisi kehidupan manusia yang dapat terwujud dalam 3 kondisi yaitu ketika berbagai permasalahan sosial dapat dikelola dengan baik; ketika kebutuhan manusia dapat terpenuhi dan ketika kesempatan sosial dapat dimaksimalisasikan.

 

Pengertian Program Kemitraan

Program Kemitraan adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN sebesar 1-3% yang disetorkan langsung ke rekening khusus PKBL (SOP: IC1). Dasar hukum PKBL adalah Peraturan Menteri BUMN No. PER 05/MBU/2007 bahwa setiap BUMN wajib membentuk unit kerja khusus yang menangani langsung masalah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Defenisi Kualitas Hidup

Kualitas hidup adalah istilah yang populer digunakan untuk menyampaikan rasa keseluruhan kesejahteraan dan mencakup aspek-aspek, seperti saat kebahagiaan dan kepuasan hidup. Kualitas hidup berhubungan baik kepada keadaan kecukupan materi dan perasaan pribadi tentang ini keadaan dengan keseluruhan subjektif perasaan kesejahteraan yang sangat erat berkaitan dengan semangat, kebahagiaan, dan kepuasan. Kualitas hidup ditetapkan dan telah dianggap sinonim dengan kesehatan, status fungsional, psikologis, kesejahteraan kebahagiaan dengan, kehidupan, kepuasan kebutuhan, dan penilaian satu kehidupan sendiri (Kenneth, 2009).

 

D. Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif.

Jenis Penelitian berdasarkan tujuannya adalah merupakan penelitian eksplanatif.

Populasi dapat berupa organisme, orang atau sekelompok orang, masyarakat, organisasi, benda, objek, pariwisata, atau laporan yang semuanya memiliki ciri dan harus didefenisikan secara spesifik dan tidak ambigu (Silalahi, 2010:253).

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif maupun data kualitatif.

Teknik Pengolahan data yang digunakan adalah dengan memanfaatkan software SPSS 16.0.

 

E. Kesimpulan Tesis

Berdasarkan yang dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka pada bab ini penulis membuat kesimpulan dan mengemukakan beberapa saran yang berkaitan dengan Analisis Pengaruh Program Kemitraan terhadap Tingkat Kualitas Hidup UKM Mitra Binaan PT. Pertamina (Persero) Region I Sumatera Utara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Program Kemitraan sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup mitra binaan PT. Pertamina (Persero) Region I Sumatera Utara. Dengan nilai R2 = 0,379 atau 37,9%. Disamping itu pengaruh program kemitraan terhadap tingkat kualitas hidup mitra binaan dapat dikategorikan cukup baik dengan prosentase sebanyak 66%.

 

Contoh Tesis Kualitas Hidup

  1. Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Cimahi
  2. Keterbatasan Ruang dan Dampaknya Terhadap Kualitas Hidup Perempuan di Permukiman Kumuh Padat (Case Study Kelurahan Kramat – Senen, Jakarta Pusat)
  3. Kualitas Hidup Sebagai Dasar Tata Ruang Kota Kasus Jakarta
  4. Pengaruh Program Kemitraan terhadap Tingkat Kualitas Hidup Mitra Binaan PT. Pertamina (Persero) Region I Sumatera Utara
  5. Upaya Pengelolaan Hutan Lindung di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup
  6. Hubungan Kualitas Hidup Penduduk Kota dengan Kemacetan Lalu Lintas (Studi Kasus Kota Depok)
  7. Hubungan Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Masyarakat dengan Kualitas Hidup (Studi Kasus Perumahan Kopersup di Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat)
  8. Hubungan Pembangunan Rumah Susun dengan Kualitas Hidup Penghuninya (Studi Kasus Rumah Susun di Kelurahan 23 Ilir Kola Palembang)
  9. Hubungan Perkembangan Penduduk dengan Degradasi Lingkungan Hidup (Studi Kasus Kualitas Air Kali Bekasi dan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kota Bekasi

 

 

Incoming search terms: