Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Komunikasi: Proses Penulisan Produksi Berita di Solo Radio 92, 9 Fm

Judul Tesis : Proses Penulisan Produksi Berita di Solo Radio 92, 9 Fm

 

A. Latar Belakang

Radio menempatkan diri sebagai medium penyiaran berita setara dengan media strategis lainnya, seperti media cetak dan televisi. Berita merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Apalagi jaman sekarang ini, karena dari berita, masyarakat dapat mengetahui informasi yang telah terjadi atau pun yang akan terjadi. Berita dan informasi seolah-olah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan dalam masyarakat modern, tentunya dengan semakin meningkatnya jumlah radio siaran swasta yang ada sekarang ini, akan menimbulkan persaingan untuk mendapatkan jumlah pendengar yang banyak. Setiap radio siaran swasta mempunyai kiat-kiat dan strategi tersendiri dalam memenangkan persaingan yang semakin ketat, sehingga setiap radio harus memiliki segmen pasar dan format siaran yang jelas untuk dapat membedakan dengan radio yang lain.

Fenomena yang dapat kita lihat saat ini, radio siaran swasta di Solo semakin banyak jumlahnya. Kebanyakan radio di Solo membidik segmen pelajar, mahasiswa dan wirausahawan. Mereka yang dinamis ini tentunya membutuhkan berita dan informasi dalam setiap geraknya.

 

B. Tujuan KKM

  1. Guna memenuhi persyaratan untuk meraih Gelar Ahli Madya pada jurusan Broadcasting FISIP UNS.
  2. Untuk mengetahui bagaimana proses penulisan produksi berita di Solo Radio.
  3. Agar penulis dapat menerapkan wawasan teoritis seputar ilmu komunikasi terapan khususnya di bidang penyiaran (broadcasting) yang telah didapatnya semasa kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

 

C. Landasan Teori

Definisi Berita Radio

Berita radio merupakan media auditif, tetapi murah, merakyat, dan bisa didengar dan dibawa kemana-mana. Radio berfungsi sebagai media expresi, komunikasi, informasi, pendidikan, dan hiburan. Radio memiliki kekuatan terbesar sebagai imajinasi, sebab sebagai media yang buta, radio menstimulasi begitu banyak suara, dan berupaya memvisualisasikan suara penyiar ataupun informasi aktual melaui telinga pendengar. ( Masduki, 2001:6).

Proses Produksi Berita

Untuk melengkapi pemahaman tentang definisi berita radio, sangat penting bagi seorang reporter dan produser pemberitaan di radio untuk mengetahui apa dan bagaimana proses produksi berita. Proses produksi ini berlaku baik untuk berita yang bersifat siaran langsung (live) maupun siaran tunda (recorded). Dalam kondisi tertentu karena keterbatasan SDM, posisi reporter bias merangkap sebagai produser, editor, script writer, dan presenter.

 

Penulisan Berita Radio

Berdasarkan sifat-sifatnya radio siaran dan pendengar radio, maka bahasa yang digunakan untuk radio siaran harus bergaya, artinya disusun ada diatur sedemikian rupa, sehingga dapat menyalurkan pesan yang disampaikan oleh kamunikator pada komunikan. Gaya menulis untuk radio lebih bersifat langsung dibandingkan untuk pers, hanya tersedia waktu yang sangat singkat untuk setiap peristiwa dibandingkan dengan ruang yang disediakan dalam sebuah surat kabar.

 

D. Kesimpulan Tesis

  1. Radio merupakan salah satu media elektronik yang hanya bisa didengar.
  2. Kerja seorang reporter berbeda-beda karena perbedaaan sifat dan keanekaragaman cara yang digunakan dalam mencari berita, mengolah berita, mengedit berita dan proses dalam penyajian berita yang akan disampaikan kepada pendengar.
  3. Reporter juga melakukan reportase dan live report dalam pencarian berita.
  4. Selain dengan cara reportase langsung, berita juga dapat dicari lewat internet.

 

E. Saran

Untuk solo radio 92,2 fm :

  1. Mutu yang dimiliki agar lebih ditingkatkan.
  2. Supaya menjaga hubungan akrab antara penyiar dan pendengar.
  3. Perlu menambah agaran untuk menyediakan alat bantu rekam , dalam membantu kinerja reporter dalam mencari berita.
  4. Agar mempertahankan kualitas progam siaran karena banyaknya persaingan stasiun radio yang sedang berkembang saat ini.

 

Untuk Pihak Universitas : DIII Komunikasi Terapan FISIP – UNS

  1. Pihak jurusan seharusnya memberiakn perhatian yang lebih selama proses pelaksanaan KKM ( baik sebelum, sewaktu ataupun sesudah KKM )
  2. Pihak Universitas semestinya dapat menjalin komunikasi langsung dengan instansi magang mahasiswa, sehingga terjalin hubungan baik antara instansi dengan uviversitas khususnya Diploma III Komunikasi Terapan FISIP – UNS
  3. Mahasiswa dituntut agar lebih membekali dirinya dengan materi yang sesuai dengan bidang magangnya.

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Proses Produksi Program Acara Wanted di PT. Cakrawala Andalas Televisi (ANTV,)
  2. Proses Penulisan Produksi Berita di Solo Radio 92, 9 Fm
  3. Proses Produksi Program Acara “Asal Usul” PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
  4. Program Musik Televisi dan Kesenjangan Kepuasan Penonton
  5. Media Relations dan Customer Relations PT. Indosiar Visual Mandiri