Tesis Komunikasi Pemasaran: Evaluasi Strategi Komunikasi Pemasaran pd Majalah Pernikahan

Judul Tesis : Evaluasi Strategi Komunikasi Pemasaran pada Majalah Pernikahan (Studi Kasus: Majalah Le Mariage)

 

A. Latar Belakang Masalah

Media massa merupakan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia modern. Media massa merupakan hasil produk teknologi modern sebagai saluran dalam komunikasi massa untuk mendapatkan berbagai macam informasi. Dengan demikian, media massa merupakan alat komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas. Kehadiran media massa membuat dunia dirasakan semakin kecil. Hal ini diperkuat oleh pendapat Marshall McLuhan mengenai keadaan dunia yang seolaholah semakin kecil karena dunia saat ini bagaikan desa global (global village).

Media komunikasi modern memungkinkan berjuta-juta orang di seluruh dunia untuk saling berhubungan hampir ke setiap pelosok dunia (Littlejohn, 1989:252, dalam Ardianto, Komala, Karlinah, 2007). Terlebih sekarang dengan bermunculannya media sosial melalui internet semakin mempermudah mendapatkan informasi bahkan bersosialisasi dengan siapa saja dan dimana saja.

 

B. Pertanyaan Penelitian

Dengan merujuk pada perumusan masalah seperti yang telah dikemukakan di atas, maka masalah penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

  1. Bagaimana implementasi atau pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran yang digunakan majalah Le Mariage untuk mencapai target pembaca dan pemasang iklan?
  2. Rekomendasi apa yang diberikan terhadap strategi komunikasi pemasaran majalah Le Mariage untuk mencapai target atau meningkatkan target penjualan baik kepada pembaca maupun pemasang iklan sampai saat ini?

 

C. Kerangka Pemikiran

Periklanan Majalah

Seperti sudah kita ketahui bahwa target dari majalah adalah pembaca dan pemasang iklan. Para pengiklan menganggap pembaca majalah sebagai kelompok yang menarik, khalayak yang mengenyam pendidikan tinggi, mempunyai uang lebih untuk membeli majalah, bahkan termasuk khalayak kelas atas sebagai pasar mereka. Bagaimana khalayak menggunakan majalah juga membuat majalah menjadi sebuah medium periklanan yang menarik. Majalah dijual pada pengiklan potensial tidak hanya karena jumlah dan status demografis para pembacanya yang disukai pengiklan, tetapi juga karena ikatan dan hubungan yang dekat antara pembaca dengan iklan majalah. Selain itu juga karena majalah yang sudah tersegmentasi khalayak pembacanya, memudahkan para pengiklan untuk memasang iklannya sesuai dengan target sasaran mereka.

Pengertian Komunikasi Pemasaran

Kunci utama dari definisi ini adalah diperlukan kesamaan pemikiran yang dikembangkan antara pengirim dan penerima jika diharapkan komunikasi. Kesamaan pemikiran ini membutuhkan adanya hubungan saling berbagi (sharing) antara pengirim pesan dengan penerima. Dalam komunikasi pemasaran bisa diartikan penerima pesan adalah pelanggan atau calon pelanggan suatu produk atau jasa dan pengirim pesan adalah perusahaan penyedia barang atau jasa tersebut atau para pengiklan.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran promosi atau marketing mix adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Berbagai kemungkinan ini dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok variabel yang disebut “4P”: Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi) (Kotler & Amstrong, 2006).

 

D. Metodelogi Penelitian

Peneliti yang menggunakan metode kualitatif berbicara menggunakan bahasa “kasus dan konteks” (Neuman, 2000).

Pengumpulan data dalam penelitian merupakan hal yang esensial. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

 

E. Kesimpulan

Pada bagian terakhir penelitian ini berisikan jawaban dari hal-hal yang menjadi pertanyaan pada bab pertama di pertanyaan penelitian. Berdasarkan pemaparan data penelitian yang diperoleh, kerangka konsep yang digunakan peneliti secara umum dapat disimpulkan bahwa dari penelitian yang dilakukan pada majalah Le Mariage melalui strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan selama ini telah sesuai dengan kaidah evaluasi dari Michael Quinn Patton. Sebuah evaluasi dapat memberikan kontribusi terhadap pengetahuan, akhirnya evaluasi pada umumnya berguna untuk menyebarkanluaskan gagasan dan meniru program di bawah satu kondisi, dimana program itu telah dilakukan sebagai proyek percontohan atau pertimbangkan sebagai model yang berguna untuk ditiru di tempat lain. Adapun hasil evaluasi strategi komunikasi pemasaran Le Mariage, meliputi penerapan strategi bauran pemasaran dan bauran komunikasi pemasaran. Bauran pemasaran yang digunakan Le Mariage sebagai perusahaan media cetak di bidang pernikahan meliputi: product, price, place, promotion juga menggunakan marketing wave “connect” dalam kegiatan pemasarannya. Pertama, Product, Le Mariage adalah majalah pernikahan maka yang diutamakan sebagai produsen adalah bagaimana menyediakan informasi, inspirasi, referensi untuk para pembaca yang sedang mempersiapkan pernikahannya. Selain itu, tampilan yang menarik, hasil foto dan cetakan yang bagus serta berkualitas juga diberikan agar menarik para pembaca untuk membeli. Untuk kualitas isi majalah Le Mariage sudah lengkap dan mampu mengakomodir keinginan dan kebutuhan para pembacanya. Hal ini terbukti dari opini dari target pasarnya baik pembaca maupun pemasang iklan. Ukurannya yang handy size pun menjadi keunggulan lainnya dibandingkan para kompetitor yang berukuran besar. Kedua, Price, apabila dibandingkan dengan kompetitor dengan target dan segmen yang sama, harga Le Mariage lebih terjangkau daripada kompetitornya. Masalah harga ini juga disesuaikan dengan ukuran majalah Le Mariage yang lebih kecil dibandingkan majalah pernikahan lainnya. Untuk harga yang diberikan kepada para pemasang iklan pun masih terjangkau, dan disertai bonus-bonus yang sekaligus menguntungkan pihak pemasang iklan.

 

Contoh Tesis Komunikasi Pemasaran

  1. Evaluasi Strategi Komunikasi Pemasaran pada Majalah Pernikahan (Studi Kasus Majalah Le Mariage)
  2. Hubungan Komunikasi Pemasaran dengan Pengambilan Keputusan Pilihan Produk Pewarna Rambut (Survei Pada Mahasiswi Universitas Katolik Atmajaya – Jakarta)
  3. Situs Web Sebagai Alat Komunikasi Pemasaran di Internet (Studi Kasus Trakindo.Co)
  4. Strategi Komunikasi Pemasaran Bank Danamon
  5. Strategy Komunikasi Pemasaran Produk Ceruk (Niche Product) ( Kasus Strategi Komunikasi Pemasaran dan Hubungan Consumption Values dengan Penilaian Terhadap Merek Air Mineral Equil)
  6. Tinjauan Strategi Komunikasi Pemasaran Maskapai Penerbangan (Studi Kasus Pada Perusahaan Penerbangan – Indonesia Airasia)
  7. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Efektifitas Komunikasi Pemasaran Suv- Studi Kasus Revitalisasi Merek Produk Vitara
  8. Analisa Pengaruh Komunikasi Word Of Mouth terhadap Pemasaran Produk Furniture Klasik Premium (Studi Kasus PT. Artifak Pratita)
  9. Analisis Komunikasi Pemasaran Atas Perubahan Nama Perusahaan Konsultan Accenture
  10. Analisis Personal Selling Sebagai Alat Komunikasi Pemasaran Produk Intangible – Studi Kasus – Personal Selling pada Layanan Bancassurance PT Axa Mandiri Financial Services